kelebihan dan kekurangan viskometer cup and bob

[:en]Advantages and disadvantages of the Viskometer Cup and Bob[:id]Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Viskometer cup dan bob?[:]

[:en]A viskometer is a laboratory instrument used to measure the viscosity of a liquid. Viscosity is the viscosities of fluids. In various industries, information about the viscosity of this substance is very important. Take for example automotive industry. This industry requires a viscometer to be able to determine the viscosity level of the oil to conform to predefined standards.

Until now, there have been many different types of viskometers. The functions also vary. Ranging from viscometer Ostwald to Viscometer Cup and Bob. This article will be discussed on the Cup and Bob Viscometer. What is a cup and Bob Viscometer? What are the advantages and disadvantages when compared to other types of viskometers?

Get to know a cup and Bob Viscometer

The Viscometer Cup and Bob is a type of viscometer that is often used in laboratories. It has the main function as an instrument that measures viscosity or viscosities of a fluid. The characteristic of this viscometer is its interior composed of two cylinders. The first cylinder serves as a sample container and the second cylinder as the engine drive rotor.

How Viscometer Cup and Bob Works

To test samples using a cup and Bob Viscometer, it’s quite easy. As a first step, first prepare samples from the fluid to be tested. The volume does not need too much because it can risk spilling. Once the sample is ready, it’s time to use the cup and Bob Viscometer.

The way Viscometer Cup and Bob Works is actually very simple. By utilizing two cylinders, this tool can be used to measure viscosity. The first cylinder or cup has a cavity and is located on the outside. The second cylinder is on the inside and serves as a machine drive rotor (bob).

The samples are simply laid or poured in a gap between the cup and Bob. When the machine is turned on it will spin immediately. In some types of Viscometer Cup and Bob, part of the cup moves, but some other type is precisely the bob part of the move (e.g. viscotester). It is not very influential because the point is that it is created a movement that then affects the viscosity value of fluids.

After the appliance spins for a while, the viscosity level of the sample can be immediately seen. Most modern viscometer cups and Bob are already using digital scales so they are easy to read and note.

Pros of cup and Bob Viscometer

In addition to the function, each laboratory instrument certainly has its own advantages. Similarly, a cup and Bob Viscometer. This tool has its own advantages that cannot be found on other types of viskometers. What are you?

  • The Viskometer Cup and Bob are able to measure the viscosity of the opaque fluid, the fluid with deposits, and even non-Newtonian liquids accurately.
  • The Viskometer Cup and Bob can measure viscosity by observing time and thinning behaviour due to friction.
  • Viskometer Cup and Bob is easy to use, rotor speed is very easy to adjust the rotation.
  • Modern Viskometer cups and Bob can be connected with a computer resulting in semi-automatic measurements.

Lacks Viscometer Cup and Bob

Besides the pros, the Viscometer Cup and Bob also certainly has a deficiency. This viskometer can lead to a decrease in fluid concentrations due to a stopper flow. This flow can arise due to the high friction around the cylinder. Consequently the central part of the substance becomes compacted.

In addition, the Viscometer Cup and Bob are included in the rotation viscometer. Most of these types of viskometers are large and difficult to move, so it is less suitable for mobile research. The price is also relatively more expensive when compared to other types of viscometer.

That’s him some advantages and disadvantages of the cup and Bob Viscometer. If you are interested in using it, immediately get through Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). With a wide network, we are ready to provide the best laboratory tools for you.[:id]Viskometer merupakan instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur tingkat viskositas sebuah cairan. Viskositas adalah kekentalan fluida. Dalam berbagai industri, informasi tentang kekentalan zat ini sangat penting. Ambil contoh industri otomotif. Industri ini sangat membutuhkan viskometer untuk dapat mengetahui tingkat kekentalan oli agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini sudah banyak beredar beragam jenis viskometer. Fungsinya pun berbeda-beda. Mulai dari viskometer ostwald hingga viskometer cup dan bob. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai viskometer cup and bob. Apa itu viskometer cup and bob? Apa kelebihan dan kekurangannya jika dibandingkan dengan viskometer jenis lainnya?

Mengenal viskometer cup dan bob

Viskometer cup and bob merupakan salah satu jenis viskometer yang sering digunakan di laboratorium. Alat ini memiliki fungsi utama sebagai instrumen yang mengukur viskositas atau tingkat kekentalan suatu fluida. Ciri khas dari viskometer ini adalah interiornya yang tersusun atas dua silinder. Silinder pertama berfungsi sebagai penampung sampel dan silinder kedua sebagai rotor penggerak mesin.

Cara kerja viskometer cup dan bob

Untuk menguji sampel menggunakan viskometer cup dan bob, caranya cukup mudah. Sebagai langkah awal, siapkan terlebih dulu sampel dari fluida yang akan diuji. Volumenya tidak perlu terlalu banyak karena bisa berisiko tumpah. Setelah sampel siap, kini waktunya Anda menggunakan viskometer cup dan bob.

Cara kerja viskometer cup and bob sebenarnya sangat sederhana. Dengan memanfaatkan dua silinder, alat ini bisa digunakan mengukur viskositas. Silinder pertama atau cup memiliki rongga dan letaknya di bagian luar. Silinder kedua ada di bagian dalam dan berfungsi sebagai rotor penggerak mesin (bob).

Sampel cukup diletakkan atau dituangkan pada celah antara cup dan bob. Saat mesin dihidupkan alat ini akan langsung berputar. Pada beberapa jenis viskometer cup dan bob, bagian cup bergerak, namun beberapa jenis lainnya justru bagian bob yang bergerak (misalnya viskotester). Hal tersebut tidak terlalu berpengaruh karena intinya adalah tercipta sebuah gerakan yang kemudian memengaruhi nilai viskositas fluida.

Setelah alat berputar selama beberapa saat, tingkat viskositas sampel bisa langsung dilihat. Kebanyakan viskometer cup dan bob modern sudah menggunakan skala digital sehingga mudah untuk dibaca dan dicatat.

Kelebihan viskometer cup dan bob

Selain fungsi, setiap instrumen laboratorium tentu memiliki kelebihannya masing-masing. Begitu pula dengan viskometer cup dan bob. Alat ini memiliki kelebihan tersendiri yang tidak dapat ditemukan pada viskometer jenis lain. Apa saja?

  • Viskometer cup dan bob mampu mengukur tingkat kekentalan cairan buram, cairan dengan endapan, bahkan cairan non-newtonian dengan akurat.
  • Viskometer cup dan bob dapat mengukur viskositas dengan memperhatikan waktu dan perilaku penipisan akibat geseran benda.
  • Viskometer cup dan bob mudah digunakan, kecepatan rotor sangat mudah disesuaikan perputarannya.
  • Viskometer cup dan bob modern dapat dihubungkan dengan komputer sehingga menghasilkan pengukuran semi-otomatis.

Kekurangan viskometer cup dan bob

Di samping kelebihan, viskometer cup dan bob juga tentunya memiliki kekurangan. Viskometer ini dapat menyebabkan penurunan konsentrasi fluida karena adanya aliran sumbat. Aliran ini bisa muncul karena adanya geseran yang tinggi di sekeliling silinder. Akibatnya bagian tengah zat menjadi memadat.

Selain itu, viskometer cup dan bob termasuk dalam golongan viskometer rotasi. Kebanyakan viskometer jenis ini berukuran besar dan sulit untuk dipindahkan, jadi kurang sesuai untuk penelitian yang mobile. Harganya pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan viskometer jenis lainnya.

Itulah dia beberapa kelebihan dan kekurangan viskometer cup dan bob. Jika Anda tertarik menggunakannya, segera dapatkan melalui Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). Dengan jaringan yang luas, kami siap menyediakan alat-alat laboratorium terbaik untuk Anda.[:]

viskometer adalah

[:id]Mengenal Viskometer, Alat Laboratorium untuk Mengukur Kekentalan Larutan[:]

[:id]Dalam sebuah laboratorium terdapat beberapa instrumen dengan fungsinya masing-masing. Setiap instrumen memiliki tugas yang berbeda-beda tergantung pada eksperimen yang dijalankan. Salah satu instrumen yang sering dijumpai di laboratorium adalah viskometer. Apa itu viskometer? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal viskometer

Viskometer adalah sebuah instrumen laboratorium. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengukur viskositas. Apa itu viskositas? Viskositas merupakan kekentalan zat cair. Pada zat cair, sifat ini menjadi ukuran untuk menentukan nilai perlawanan atas tegangan geser dari hasil pergeseran benda. Umumnya viskositas ini terjadi karena interaksi antar molekul dalam cairan akibat adanya gerakan atau aliran.

Dalam praktiknya, kekentalan zat cair dibagi menjadi dua, kekentalan dinamik (kadang disebut juga sebagai kekentalan absolut) dan kekentalan kinematis. Kekentalan zat cair dapat menjadi indikator apakah sebuah zat cair ideal atau tidak. Zat cair yang ideal seharusnya tidak memiliki kekentalan. Untuk itulah keberadaan viskometer sangat penting di laboratorium, terutama laboratorium yang media kerja utamanya adalah zat cair.

Cara kerja viskometer

Meski saat ini viskometer sudah memiliki beragam tipe dengan kegunaannya masing-masing, pada dasarnya cara kerja viskometer tetap sama. Alat ukur ini mengukur tingkat viskositas atau kekentalan zat cair. Secara sederhana, viskometer mengukur viskositas dengan melihat kecepatan cairan mengalir melalui gelas kapiler (pipa berbahan gelas dengan diameter kecil).

Apabila sebuah cairan mengalir dengan cepat melalui gelas kapiler, maka bisa dipastikan tingkat viskositasnya rendah (cair). Namun jika sebuah cairan mengalir lambat saat dialirkan melalui gelas kapiler maka tingkat viskositasnya bisa dibilang tinggi (kental). Walau begitu, saat ini viskometer modern telah menambahkan beberapa faktor pengukur agar hasil yang didapat bisa lebih akurat.

Kegunaan viskometer

Ada banyak kegunaan viskometer dalam kehidupan. Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, kekentalan zat cair dapat menjadi indikator apakah zat cair termasuk ideal atau tidak. Hal ini sangat berguna untuk industri air mineral. Perusahaan air mineral dapat memanfaatkan viskometer untuk mengetahui apakah produk mereka termasuk zat cair ideal.

Di sisi lain, viskometer juga dapat dimanfaatkan oleh industri otomotif, terutama mereka yang menjadi produsen oli kendaraan Viskometer dapat dimanfaatkan oleh para produsen oli kendaraan untuk mengetahui tingkat kekentalan produk mereka agar sesuai dengan standar yang kendaraan bermotor.

Jenis-jenis viskometer

Ada beragam jenis viskometer. Namun yang paling sering digunakan ada tiga jenis, yakni Viskometer Ostwald, Viskometer Hoppler, dan Viskometer Cone and Plate. Berikut penjelasan singkat tentang ketiganya.

1. Viskometer ostwald

Sebuah viskometer yang cara penggunaanya adalah dengan mengukur waktu yang diperlukan cairan untuk mengalir. Lebih spesifik, viskometer mengukur durasi yang dibutuhkan cairan untuk melewati tanda tertentu. Kalibrasi viskometer jenis ini cukup dengan menggunakan air yang memang sudah diketahui level viskositasnya.

2. Viskometer hoppler

Viskometer hoppler bekerja dengan mengikuti hukum Stokes. Artinya, viskositas dapat diketahui dengan menjatuhkan sebuah benda pada suatu zat cair. Benda yang digunakan untuk eksperimen tentunya benda yang sudah diketahui ukurannya dengan pasti. Viskometer hoppler juga mempertimbangkan gaya gravitasi serta gaya gesek dalam penghitungannya.

3. Viskometer cone and plate

Jika dibandingkan dengan dua viskometer sebelumnya, bisa dibilang viskometer cone and plate inilah yang paling canggih. Anda cukup menyertakan sampel dalam volume kecil saja, alat ini sudah dapat mengukur level viskositasnya dengan presisi.

Viskometer adalah instrumen laboratorium untuk mengukur viskositas. Alat ini sangat penting karena dapat menunjang eksperimen yang berkaitan dengan cairan. Anda bisa mendapatkan viskometer sesuai dengan kebutuhan melalui Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). Sebagai distributor alat laboratorium di Indonesia, kami siap memenuhi beragam keperluan Anda.[:]

vortex mixer adalah

[:en]Vortex Mixer: Understanding, function, and how to use[:id]Vortex Mixer: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaan[:]

[:en]To Homogenize, there are several laboratory instruments that can be used. From Shaker, stirrer, to mixer, they all have their own strengths and disadvantages. But if you are in need of a homogenizer that is able to disperze small volumes of fluid, a vortex mixer (vortexer) can be used as an option. What is a vortex mixer? See the explanation below.

Get to know vortex mixer

The Vortex mixer is the invention of the Kraft brothers, namely Jack A. Kraft and Harold D. Kraft. When they found this instrument, they worked for Scientific Industries which is a laboratory equipment manufacturer. The Vortex mixer The findings of Kraft is even still used in modern industry.

The Vortex mixer is one of the instruments commonly found in laboratories, its main function is to disperze liquids in small volumes. The Vortex mixer is composed of electrically powered engine motors and drive shafts that are central to the appliance. The way it works is the engine motor drives the drive shaft in a vertical movement until the liquid is perfectly stirring.

Most vortex mixers circulating on the market already have variable speed settings or can even move continuously automatically. That way, users do not need to have trouble mixing liquids with this instrument.

Use of vortex mixer

Basically, the Vortex mixer is a tool used to perform the process of homogenization or homogenizing liquids. However the amount of liquid that can be homogenized vortex mixer is relatively small when compared with other homogenizer tools. This is because the Vortex mixer is only able to accommodate small containers such as the reaction tube, sentrifuse tubes, Ependorf, Falkon, or other small container containers.

You can easily find it in a biochemical laboratory. In a biochemical laboratory, a vortex mixer is often used as a homogenizer to homogenize the reagent used to test the enzyme activity. This instrument will process the homogenization of buffers, substrates, and of course enzymes,

The Vortex mixer can also be found in analytical laboratories. Usually the instrument is enabled as a sample research homogenizer.

Working principle of Vortex mixer

The Vortex mixer instrument is composed of electric engine motors and has a drive shaft. The shaft will be vertically moved when the appliance is switched on. To hold the sample, this tool utilizes a rubber piece that is mounted slightly outside the center of the appliance.

The rubber piece will then move on because the drive shaft is on the engine motor. The engine motors oscillate with rubber in a very fast circular motion. This movement will then create a vortex in liquids. The vortex will unite substances that were previously separated until the molecule was absorbed.

How to use vortex mixer

Although the Vortex mixer is a tool that works automatically, it does not mean that you can use it arbitrarily. Here’s how to use the correct vortex mixer and appropriate standards:

  1. Connect the appliance to the power source with available cables.
  2. Turn on the appliance by pressing the switch until it is in the “ON” position.
  3. Set the speed of the appliance to suit your needs.
  4. Do not forget to always hold the sample container firmly so that it is not thrown and the liquid can become homogeneous.

That’s a glimpse of the vortex mixer. This tool is simple, but the function is very important in the laboratory. Without a vortex mixer, the process of homogenization will take a very long time. Interested in having a vortex mixer? You can immediately get it through Infiniti Bioanalyitika Solusindo (IBS). We are the largest distributor of laboratory equipment in Indonesia.[:id]Untuk melakukan homogenisasi, ada beberapa instrumen laboratorium yang dapat digunakan. Mulai dari shaker, stirrer, hingga mixer, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun jika Anda sedang membutuhkan alat homogenizer yang mampu menyeragamkan cairan bervolume kecil, vortex mixer (vortexer) dapat dijadikan pilihan. Apa itu vortex mixer? Simak penjelasannya berikut.

Mengenal vortex mixer

Vortex mixer adalah penemuan dari Kraft bersaudara, yakni Jack A. Kraft dan Harold D. Kraft. Saat menemukan instrumen ini, mereka bekerja untuk Scientific Industries yang merupakan produsen peralatan laboratorium. Vortex mixer temuan Kraft ini bahkan masih digunakan dalam industri modern.

Vortex mixer termasuk salah satu instrumen yang lazim ditemukan di laboratorium, Fungsi utamanya adalah untuk menyeragamkan cairan dalam volume kecil. Vortex mixer tersusun atas motor mesin yang dialiri listrik dan drive shaft yang menjadi pusat alat. Cara kerjanya adalah motor mesin menggerakkan drive shaft dalam gerakan vertikal hingga cairan teraduk sempurna.

Kebanyakan vortex mixer yang beredar di pasaran sudah memiliki pengaturan kecepatan variabel atau bahkan bisa bergerak terus-menerus secara otomatis. Dengan begitu, pengguna tidak perlu kesulitan untuk melakukan pencampuran cairan dengan instrumen ini.

Kegunaan vortex mixer

Pada dasarnya, vortex mixer adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses homogenisasi atau menyeragamkan cairan. Namun jumlah cairan yang dapat dihomogenkan vortex mixer terbilang kecil jika dibandingkan dengan alat homogenizer lainnya. Ini karena vortex mixer hanya mampu menampung wadah kecil seperti tabung reaksi, tabung sentrifuse, ependorf, falkon, atau wadah penampung lain yang berukuran kecil.

Anda bisa dengan mudah menemukannya pada sebuah laboratorium biokimia. Dalam laboratorium biokimia, vortex mixer sering digunakan sebagai homogenizer untuk menyeragamkan reagen yang digunakan untuk uji aktivitas enzim. Instrumen ini akan melakukan proses homogenisasi pada buffer, substrat, dan tentunya enzim,

Vortex mixer juga bisa ditemukan pada laboratorium analitik. Biasanya instrumen tersebut difungsikan sebagai alat homogenizer sampel penelitian.

Prinsip kerja vortex mixer

Instrumen vortex mixer tersusun atas motor mesin yang dialiri listrik dan memiliki poros penggerak. Poros tersebut akan begerak vertikal saat alat dinyalakan. Untuk menampung sampel, alat ini memanfaatkan potongan karet yang dipasang sedikit di luar pusat alat.

Potongan karet tersebut kemudian akan ikut bergerak karena poros penggerak pada motor mesin. Motor mesin berosilasi dengan karet dalam gerakan melingkar yang sangat cepat. Gerakan ini kemudian akan menciptakan pusaran pada cairan. Pusaran tersebut akan menyatukan zat-zat yang sebelumnya terpisah hingga molekulnya terseragamkan.

Cara menggunakan vortex mixer

Meski vortex mixer merupakan alat yang bekerja otomatis, bukan berarti Anda bisa menggunakkannya secara sembarangan. Berikut cara menggunakan vortex mixer yang benar dan sesuai standar:

  1. Hubungkan alat pada sumber listrik dengan kabel yang tersedia.
  2. Nyalakan alat dengan menekan saklar hingga berada pada posisi “ON”.
  3. Atur kecepatan alat sesuai dengan kebutuhan.
  4. Jangan lupa untuk selalu memegang wadah penampung sampel dengan kuat agar tidak terlempar dan cairan bisa menjadi homogen.

Itulah sekilas tentang vortex mixer. Alat ini memang sederhana, namun fungsinya sangat penting di laboratorium. Tanpa adanya vortex mixer, proses homogenisasi akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Tertarik untuk memiliki vortex mixer? Anda bisa segera mendapatkannya melalui Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). Kami merupakan distributor alat laboratorium terlengkap di Indonesia.[:]

faktor yang mempengaruhi viskositas

[:id]4 Faktor yang Memengaruhi Viskositas[:]

[:id]Apabila Anda sering melakukan penelitian yang berhubungan dengan zat cair, istilah viskositas pasti terdengar tidak asing. Istilah ini merupakan salah satu istilah yang identik dengan zat cair, terutama jika menyangkut dengan tingkat kekentalannya. Apa sebenarnya viskositas itu? Untuk lebih memahami tentang viskositas simak ulasannya berikut.

Mengenal apa itu viskositas

Viskositas berasal dari kata “viscous” yang berarti memiliki konsistensi yang pekat atau kental, Jadi secara sederhana viskositas dapat dimaknai sebagai kekentalan. Apa yang dimaksud dengan kekentalan di sini? Kekentalan di sini merujuk pada zat cair. Viskositas dipahami sebagai suatu gerakan yang terjadi di dalam zat cair. Penyebab gerakan tersebut bisa sangat variatif, ada yang disebabkan oleh getaran atau bahkan perubahan suhu.

Lihat saja benda padat yang dilelehkan. Sebelum menjadi cair, benda tersebut akan berada pada kondisi “viscous” sehingga dapat mengalir. Pada kondisi tersebut bagian dalam (molekul) benda bergerak terus-menerus dan interaksi antar molekul melemah hingga akhirnya menjadi cair.

Konsep dasar viskositas

Konsep viskositas sebenarnya tidak hanya terbatas pada zat cair saja, melingkupi fluida juga, yang berarti gas pun termasuk di dalamnya. Namun, viskositas zat cair dengan gas tentu saja berbeda. Dilihat dari penyebabnya saja sudah berbeda. Viskositas zat cair disebabkan oleh adanya kohesi (gaya tarik-menarik antar molekul sejenis). Sedangkan pada gas, viskositas timbul karena adanya tabrakan antar molekul penyusun.

Semakin rendah tingkat viskositas suatu zat, maka kemampuannya untuk mengalir pun semakin tinggi. Sebaliknya, zat yang tingkat viskositasnya rendah cenderung lebih susah mengalir. Contoh mudahnya bisa Anda lihat saat mencoba mengalirkan air dan minyak. Air memiliki tingkat viskositas rendah (hampir nihil) sehingga lebih mudah mengalir. Sedangkan minyak tingkat viskositasnya lebih tinggi dari air sehingga lebih susah mengalir.

Meski viskositas ini berlaku untuk seluru fluida, namun konsep ini hanya berlaku pada fluida riil. Apa itu fluida riil? Fluida riil merupakan jenis fluida yang benar-benar dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya air dan minyak. Viskositas tidak berlaku pada fluida ideal yang pada kenyataannya tidak bisa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanyalah semacam sampel peraga untuk mengamati aliran fluida.

Faktor yang memengaruhi level viskositas

Tingkat viskositas suatu fluida tentu tidak dapat muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi level viskositas fluida, di antaranya:

1. Tekanan

Tingkat viskositas suatu zat cair akan naik jika terdapat tekanan. Sedangkan pada gas, tekanan tidak akan memengaruhi tingkat viskositas. Mengapa demikian? Ini karena tekanan ternyata memengaruhi ikatan molekul zat cair. Semakin tinggi tekanan maka semakin tinggi pula gaya kohesi yang terjadi pada molekul penyusun zat cair.

2. Temperatur

Di samping tekanan, tingkat viskositas fluida juga dipengaruhi tekanan. Pada zat cair, temperatur yang naik akan menyebabkan tingkat viskositas turun. Sedangkan pada gas, temperature yang naik justru akan meningkatkan viskositas. Ini karena pemanasan dapat membuat kohesi antar molekul melemah.

3. Ukuran serta berat molekul

Ukuran serta berat molekul ternyata juga dapat memengaruhi viskositas. Semakin berat massa molekul benda maka semakin tinggi pula viskositasnya. Sebagai contoh, minyak memiliki massa molekul yang lebih berat dibandingkan air, maka nilai viskositasnya pun lebih besar dibandingkan air.

4. Kekuatan kohesi

Seperti yang telah disebutkan pada bagian pembuka, viskositas dipengaruhi oleh gaya kohesi antar molekul sejenis dalam benda. Makin besar kekuatan gaya kohesi, semakin tinggi pula tingkat viskositasnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa setidaknya ada empat faktor yang memengaruhi viskositas benda. Anda dapat menjadikannya pertimbangan apabila sedang melakukan penelitian terkait dengan viskositas. Semoga bermanfaat.[:]

fungsi shaker water bath

[:id]Ragam Kegunaan dan Fungsi Shaker Water Bath[:]

[:id]Shaker merupakan salah satu instrumen laboratorium homogenizer yang umum ditemukan di laboratorium. Dalam perkembangannya, shaker mengalami banyak perubahan, mulai dari bentuk hingga fungsinya. Bahkan ada juga inovasi shaker yang menggabungkannya dengan instrumen lain. Salah satunya adalah shaker water bath. Apa itu shaker water bath? Apa kegunaan alat ini di laboratorium? Anda bisa mengetahui jawabannya pada ulasan berikut.

Mengenal shaker dan water bath

Pada mulanya, shaker  dan water bath merupakan dua perangkat yang terpisah. Keduanya memiliki fungsi masing-masing dan berdiri mandiri. Shaker sendiri merupakan homogenizer yang fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk menyeragamkan cairan sehingga terbentuk larutan yang homogen dengan ukuran partikel sama besar.

Sedangkan water bath atau kadang disebut dengan penangas air memiliki fungsi serupa dengan inkubator. Instrumen ini bertugas untuk menciptakan sebuah kondisi yang ideal untuk menyimpan sampel. Biasanya water bath memiliki suhu yang konstan dan kemudian sampel yang disimpan di dalamnya pun akan bertahan dalam suhu yang sama.

Lalu bagaimana jika kedua instrument ini disatukan? Fungsi apa yang kemudian dapat ditemukan pada gabungan shaker dan water bath?

Memahami cara kerja shaker water bath

Dari penjelasan di atas, Anda tentu sudah bisa membayangkan bagaimana shaker water bath bekerja. Ya, pada dasarnya instrument ini adalah sebuah water bath yang dilengkapi dengan fungsi penggerak untuk proses homogenisasi cairan. Sampel cairan yang disimpan dalam water bath model ini dapat dijadikan homogeny dengan fungsi tersebut.

Shaker water bath bisa melakukan tiga fungsi hanya dengan satu instrumen saja, yaitu:

  • Melakukan homogenisasi dengan shaker
  • Melakukan inkubasi sampel dengan water bath
  • Melakukan homogenisasi sekaligus inkubasi

Dengan tiga fungsi tersebut, shaker water bath dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari proses fermentasi, analisis nutrisi, sterilisasi, bakteri, mikro-organisme, hingga SGOT dan SGPT.

Beberapa hal yang harus dipaerhatikan saat menggunakan shaker water bath

Sama seperti kebanyakan shaker dan water bath, instrument shaker water bath juga telah terotomatisasi sehingga penggunaannya pun relatif mudah. Walau begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan alat ini.

  • Tempatkan shaker water bath di ruangan yang ventilasinya baik. Hal ini untuk mencegah terjadinya pengumpulan asap saat sampel yang digunakan mudah mengeluarkan asap.
  • Hindari penggunaan sampel yang reaktif atau sensitif terhadap air atau pyrophoric. Anda juga sebaiknya tidak memanaskan cairan mandi tepat di atas titik nyala.
  • Sebaiknya gunakan air suling jika harus mencampur cairan. Tujuannya adalah supaya garam tidak menempel selama proses pemanasan.
  • Selalu perhatikan ketinggian air dalam wadah penyimpanan agar tidak meluber.
  • Penggunaan cairan desinfektan diperbolehkan untuk mencegak pertumbuhan organisme kontaminan.
  • Untuk melakukan dekontaminasi, Anda dapat menaikkan suhu hingga 90°C (atau lebih) selama satu jam. Satu minggu sekali saja sudah cukup.
  • Untuk labelling gunakan penanda tahan air agar tidak terhapus.
  • Pastikan penutup benar-benar mengisolasi sampel untuk mencegah terjadinya penguapan dan suhu bisa naik dengan mudah.

Shaker water bath merupakan sebuah inovasi di bidang alat laboratorium. Alat ini menggabungkan fungsi shaker sekaligus dengan water bath. Dengan demikian, kerja Anda di laboratorium pun bisa menjadi lebih praktis dan efisien. Untuk mendapatkan shaker water bath Anda bisa langsung mengunjungi website resmi Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). Kami menyediakan beragam alat laboratorium untuk berbagai keperluan. Segera lengkapi alat-alat laboratorium dengan IBS.[:]