Apa Itu Pipet? Ini Dia Jawabannya!

Apa itu pipet? Mungkin, pertanyaan ini sering diajukan oleh beberapa orang, terutama yang baru pertama kali mempelajari dunia laboratorium. Nah, jika Anda termasuk salah satunya, atau paling tidak ingin menambah wawasan, berikut ini ulasan lengkap tentang salah satu peralatan laboratorium ini.

 

Pengertian Pipet

Jika ditanya, apa itu pipet, jawabannya cukup mudah. Pipet adalah salah satu alat laboratorium yang pada umumnya digunakan untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. Dengan alat ini, meskipun cairan yang diambil sangat sedikit, ukuran yang didapat sangat akurat.

Bentuk dari pipet ini pada umumnya tabung kecil dan panjang seperti pensil, dengan ujung bawahnya meruncing dan ujung atasnya tertutupi karet. Karet ini berfungsi untuk menyedot cairan yang akan diambil hingga masuk ke dalam pipet. Untuk bahannya, ada dua bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan pipet, yaitu kaca dan plastik.

 

Jenis-Jenis Pipet dan Fungsinya

Jika dilihat dari fungsinya, pipet dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini beberapa jenis pipet tersebut:

1. Pipet Tetes

Pipet tetes adalah pipet yang berfungsi untuk mengambil atau memindahkan cairan dalam ukuran sangat kecil, tetesan demi tetesan. Biasanya, pipet ini terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung bawah runcing dan ujung atas karet menggelembung. Adapun cara menggunakannya, Anda cukup memencet bagian karetnya sambil memasukkan ujung runcing pada cairan yang akan diambil. Setelah ada dalam larutan, lepaskan pencetan pada karet hingga cairan masuk ke dalam pipet. Angkat pipet, kemudian masukkan ujung runcing pipet ke wadah lain dan pencet karet kembali secara perlahan hingga cairan dalam pipet keluar sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

2. Pipet Ukur

Pipet ukur mempunyai fungsi yang sama, yaitu memindahkan atau mengambil cairan dari satu wadah ke wadah lainnya. Hanya saja, biasanya cairan yang diambil berupa zat kimia. Dalam pengambilan cairan ini, biasanya digunakan alat bantu lain berupa pipet filter. Pada pipet jenis ini juga terdapat skala untuk mengetahui berapa banyak cairan yang akan diambil. Menurut ukurannya ini, pipet ini dibedakan menjadi beberapa jenis dengan kode warnanya, yaitu:

  • Pipet ukuran 1 ml dengan skala minimal 0.01 ml mempunyai kode warna kuning.
  • Pipet ukuran 2 ml dengan skala minimal 0.02 ml mempunyai kode warna hitam.
  • Pipet ukuran 5 ml dengan skala minimal 0.05 ml mempunyai kode warna merah.
  • Pipet ukuran 10 ml dengan skala minimal 0.1 ml mempunyai kode warna orange.
  • Pipet ukuran 25 ml dengan skala minimal 0.1 ml mempunyai kode warna putih.

3. Pipet Volum

Dilihat dari bentuknya, pipet jenis ini sangat berbeda dengan pipet jenis lainnya. Sebab, pada bagian tengahnya terdapat gelembung. Keakuratan volumenya pun lebih tinggi pipet jenis ini. Biasanya, pipet volum digunakan untuk pengambilan cairan bersifat kuantitatif.

4. Pipet Buret

Pipet buret ini pada dasarnya sama saja dengan pipet lainnya, baik bentuk, fungsi, maupun cara menggunakannya. Hanya saja, pipet ini lebih dikhususkan untuk mengambil cairan hasil titrasi dengan ukuran tertentu.

5. Mikropipet

Keistimewaan dari mikropipet ini adalah keakurasiannya meskipun digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah sangat sedikit, bahkan hingga di bawah 1 ml sekalipun.

Itulah beberapa jenis pipet sekaligus fungsinya masing-masing. Dari uraian ini, kini Anda tidak perlu bingung lagi saat ada yang bertanya, apa itu pipet. Anda bisa menjelaskannya dengan gamblang.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *