biologi molekuler

Biologi Molekuler Pengertian dan Prosesnya

Biologi merupakan ilmu yang mempunyai banyak cabang ilmu. Salah satu cabang ilmu dari biologi adalah biologi molekuler. Lalu apa sebenarnya biologi molekuler dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Biologi Molekuler

Biologi molekuler adalah salah satu cabang ilmu dari Biologi murni. Biologi molekuler mempelajari mengenai fungsi dan juga organisasi jasad hidup atau organisme. Organisasi jasad hidup tersebut diteliti dari struktur dan juga regulasi molecular dari unsur penyusunnya. Selain itu biologi molekuler juga merupakan sebuah pengkajian tentang kehidupan organisme pada skala molekul. Biologi molekuler juga dikenal sebagai ilmu yang berkaitan dengan dunia biomolekul seperti RNA, DNA, sintesis protein serta molekul.

Terdapat dua kelompok makhluk hidup yang dijadikan objek penelitian biologi molekuler. 2 kelompok tersebut meliputi organisme uniseluler dan juga organisme seluler. Organisme uniseluler merupakan organisme yang meliputi virus, viroid dan prion. Sedangkan organisme seluler merupakan organisme yang terdiri dari susunan unit yang dikenal dengan sebutan sel. Sel di dalam organisme seluler memiliki unsur subselular serta organel yang mempunyai kesatuan holistik. Contoh organisme yang masuk dalam organisme seluler yaitu jamur, manusia, hewan, tumbuhan dan juga bakteri.

Proses Biologi Molekuler

Salah satu contoh proses menggunakan biologi molekuler yaitu untuk DNA. Berikut ini proses kerjanya.

  • Potongan DNA protein ditransplantasikan ke plasmid. Plasmid merupakan DNA sirkuler yang sering dijumpai di bakteri.
  • Setelah itu, plasmid yang sudah diberi potongan DNA protein tersebut dimasukkan ke dalam sel hewan maupun ke dalam sel bakteri.
  • Proses memasukkan plasmid DNA tersebut menggunakan transformasi.
  • Kemudian setelah proses memasukkan plasmid DNA ke sel selesai, protein yang ada di dalam DNA bisa diekspresikan oleh sel tersebut.
  • Kemudian akan dilakukan beberapa cara untuk bisa mendapatkan protein dalam jumlah besar dalam sel tersebut. Cara yang dilakukan seperti specific cell – signaling factor dan juga inducible promoter. protein yang sudah didapat kemudian bisa langsung diekstrak dari eukaryote.

Metode Biologi Molekuler

Biologi molekuler dapat dipelajari dengan beberapa metode. Berikut ini metode-metode yang digunakan untuk melakukan studi pada biologi molekuler :

1. Radioisotop

Metode pertama yang digunakan dalam studi biologi molekuler adalah radioisotop. Isotope merupakan elemen-elemen kimia yang memiliki proton dengan jumlah yang sama dalam inti atom. Akan tetapi jumlah massa atom antara neutron dan proton berbeda. Beberapa isotop memiliki sifat yang labil. Sifat labil tersebut membuat isotop mengalami peluruhan mendadak. Bahkan kadang-kadang perubahan tersebut diikuti dengan penyebaran radiasi elektromagnetik.

Atom-atom yang mempunyai sifat tersebut yang dikenal dengan sebutan radioisotop. Radioisotop mempunyai fungsi untuk mendeteksi hasil dari reaksi kimia yang terdiri dari autoradiografi. Tidak hanya itu saja, radioisotop juga digunakan dalam penggunaan alat seperti scintillation counter atau Geiger-Muller counter.

2. Sentrifugasi

Metode kedua yang terdapat dalam studi biologi molekuler adalah sentrifugasi. Sentrifugasi sering digunakan untuk melakukan pemisahan atau fraksinasi organel maupun sel. Sentrifugasi juga sering digunakan untuk melakukan pemisahan terhadap molekuler. Sentrifugasi mempunyai prinsip yang berdasar pada fenomena dimana partikel yang tersuspensi pada suatu tabung akan langsung mengendap di dasar tabung. Proses mengendapnya partikel ke dasar tabung disebabkan oleh pengaruh gravitasi. Kecepatan proses endapan dapat diatur dengan menggunakan alat centrifuge. Cara menggunakan alat centrifuge yaitu dengan memutarnya dalam kecepatan yang tinggi.

3. Elektroforesis

Lalu metode terakhir yang terdapat di dalam studi biologi molekuler adalah elektroforesis. Elektroforesis adalah metode untuk memisahkan molecular cellular. Pemisahan tersebut berdasarkan dengan ukurannya. Untuk melakukan proses pemisahan tersebut menggunakan medan listrik. Medan listrik tersebut dialirkan di suatu medium yang terdapat kandungan sampel molecular selular yang akan dilakukan pemisahan. Teknik elektroforesis ini sering digunakan untuk melakukan analisis terhadap RNA, DNA hingga analisis protein.

 

Demikian informasi mengenai pengertian, cara kerja hingga metode yang digunakan di dalam studi biologi molekuler. Dengan informasi ini, Anda yang bekerja di bidang dalam dunia biologi dapat mengetahui lebih mengenai studi biologi molekuler. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *