buret Makro

Buret Makro dan Jenisnya serta Fungsi Buret sebagai Alat Laboratorium

Agar sebuah eksperimen di dalam laboratorium berjalan lancar, Anda membutuhkan begitu banyak peralatan. Salah satu yang cukup krusial adalah buret, sebuah gelas berbentuk silinder yang dilengkapi garis ukur dan penutup keran di bagian bawah. Fungsinya adalah untuk membantu meneteskan sejumlah cairan dalam eksperimen, terutama untuk eksperimen yang membutuhkan tingkat presisi tinggi.

Nah, perlu diketahui bahwa buret terdiri dari beberapa jenis. Setiap jenis tentunya memiliki fungsi masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan eksperimen Anda. Secara umum, setidaknya buret terbagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan ukuran, peruntukan, dan cara penggunaan. Berikut detail penjelasannya.

Jenis buret berdasarkan ukuran

  1. Buret mikro

Sesuai namanya, buret mikro merupakan buret dengan ukuran paling kecil. Kapasitasnya hanya bisa menampung volume sekitar 10 ml saja. Sedangkan, skala terkecilnya adalah 0,020 ml.

  1. Buret semimikro

Jika buret mikro dirasa terlalu kecil untuk keperluan eksperimen di laboratorium, buret semimikro bisa dijadikan pertimbangan. Kapasitas volumenya adalah 25 ml dengan skala terkecil yang dapat dibaca hingga 0.050 ml.

  1. Buret makro

Ini dia buret dengan kapasitas volume paling besar hingga mencapai 50 ml, yaitu buret makro. Cocok bagi Anda yang melakukan eksperimen dengan volume banyak. Sedangkan, skala terkecilnya dapat dibaca hingga 0,10 ml.

Jenis buret berdasarkan peruntukan

  • Buret asam

Bagi yang melakukan eksperimen dengan zat asam, Anda bisa menggunakan buret asam yang biasanya terbuat dari kaca. Sesuai namanya, jenis buret satu ini digunakan untuk larutan yang bersifat asam. Contohnya HCl, HNO3, dan larutan Tiosulfat.

  • Buret basa

Sebaliknya, jika Anda melakukan eksperimen dengan larutan bersifat basa, maka gunakanlah buret basa. Contoh larutan basa yang bisa dimasukkan ke buret basa adalah KOH dan NaOH. Ciri dari buret basa yaitu bagian ujung yang terbuat dari karet dan adanya bola kaca yang berfungsi menyerupai keran.

  • Buret universal

Apakah Anda harus selalu memisahkan penggunaan buret untuk larutan asam dan basa? Ada juga buret jenis universal yang bisa dipakai untuk semua jenis larutan, baik itu asam maupun basa. Umumnya, buret universal memiliki ujung yang terbuat dari material teflon.

  • Buret amberglas

Apabila menemui buret yang terbuat dari kaca dan warnanya agak cokelat atau cenderung gelap, kemungkinan besar itu adalah buret amberglas. Buret jenis ini digunakan untuk larutan yang mudah teroksidasi cahaya matahari, contohnya iodium dan kalium permanganat.

Jenis buret berdasarkan cara penggunaan

  • Buret analog

Pada awal kemunculannya, buret analog lah yang paling banyak digunakan. Baru setelah itu muncul jenis lain seperti buret makro, universal, dan sebagainya. Buret analog bisa dikatakan sebagai buret konvensional, dengan garis ukur dan keran pada bagian bawah untuk meneteskan larutan kimia dalam kadar tertentu.

  • Buret digital

Seiring berkembangnya teknologi, muncullah buret yang lebih modern, yaitu buret digital. Buret jenis ini dilengkapi layar khusus, fungsinya untuk menunjukkan volume yang sebaiknya Anda gunakan agar bisa mendapatkan hasil akurat pada proses titrasi. Tidak ketinggalan bagian kepala buret yang bisa diputar 360 derajat sehingga memudahkan Anda dalam mengoperasikan buret.

Sekarang Anda sudah mengetahui sembilan jenis buret dan berbagai fungsinya, mulai dari buret makro, universal, hingga yang terbaru buret digital. Dengan begini, Anda jadi tahu buret jenis mana yang harus digunakan untuk keperluan eksperimen. Semoga bermanfaat!

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *