Cara Kerja Hot Plate dan Tips

Ini Dia Cara Kerja Hot Plate dan Tips Menggunakannya

Cara kerja hot plate sebenarnya tidaklah sulit. Siapa pun bisa melakukannya, asal sebelumnya mengetahui seluk-beluk dari salah satu alat laboratorium ini. Nah, berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian hot plate dan fungsinya, agar Anda lebih bisa memahami cara kerja hot plate hingga tips menggunakannya.

 

Pengertian dan Fungsi Hot Plate

Jika didefinisikan, hot plate merupakan salah satu alat laboratorium yang sering digunakan dalam sebuah penelitian. Adapun fungsi dari alat ini ada dua. Pertama, untuk memanaskan larutan yang mudah terbakar, dan kedua untuk menghomogenkan larutan. Jika alat ini digunakan untuk menghomogenkan larutan, diperlukan alat bantu stirrer bar untuk mengaduk. Namun, jika hanya digunakan untuk memanaskan larutan, cukup hot plate saja yang digunakan. Hanya saja, di jaman sekarang ini, para peneliti tetap lebih menyukai alat yang multifungsi meskipun belum tentu digunakan saat penelitian.

 

Cara Kerja Hot Plate

Cara kerja hot plate sangatlah sederhana. Berikut ini langkah demi langkah yang bisa Anda lakukan dalam menggunakan hot plate saat akan memanaskan sekaligus mengaduk larutan:

  1. Pastikan hot plate sudah tersambung pada sumber daya listrik.
  2. Timbang bahan kimia yang akan dilarutkan dengan menggunakan timbangan analitik.
  3. Masukkan bahan kimia tersebut ke dalam gelas kimia atau tabung erlenmeyer.
  4. Tambahkan sejumlah pelarut ke dalamnya, seperti aquades.
  5. Letakkan gelas kimia tersebut di atas hot plate.
  6. Nyalakan tombol ON pada hot plate dan atur suhunya agar bahan melarut.
  7. Masukkan batang pengaduk dan atur kecepatan adukan.

 

Tips Menggunakan Hot Plate

Agar proses pemanasan maupun pengadukan larutan berjalan lancar sesuai yang diinginkan, ada beberapa tips keselamatan yang harus dilakukan, yaitu:

 

1. Perhatikan Alat Gelas yang Digunakan

Karena hot plate digunakan untuk membuat larutan dengan cara dipanaskan dan diaduk, maka pastikan alat gelas yang menampung bahan larutan tersebut tahan terhadap panas sehingga tidak pecah saat proses pemanasan.

 

2. Perhatikan Luas Permukaan Hot Plate

Pastikan luas permukaan hot plate lebih luas daripada objek yang dipanaskan. Sebab, dengan begitu, panas yang dihasilkan hot plate dapat menyebar secara merata ke seluruh objek yang dipanaskan. Jika objek lebih luas dari permukaan hot plate, maka akan ada bagian objek yang tidak mendapat panas secara maksimal.

 

3. Gunakan Batu Didih

Agar proses pemanasan dapat dilakukan lebih cepat, masukkan batu didih ke dalam larutan yang sedang dididihkan. Selain itu, dengan adanya batu didih, letupan didihan bahan kimia yang ada di dalam gelas kimia dapat diredam sehingga tidak keluar dan membasahi hot plate.

 

4. Perhatikan Kelembaban Udara Ruangan

Berhati-hatilah saat larutan sudah mencapai panas yang tinggi, sedangkan kelembaban ruangan rendah. Sebab, hal ini akan menyebabkan keretakan pada gelas kimia. Oleh karena itu, usahakan kelembaban udara ruangan dan panas hot plate selalu stabil.

 

5. Perhatikan Titik Didih Larutan

Setiap bahan kimia mempunyai titik didih yang berbeda. Sesuaikan suhu yang digunakan untuk memanaskan bahan kimia melebihi titik didihnya. Sebab, hal tersebut akan menyebabkan wadah cepat kering dan berisiko retak.

 

6. Jauhkan dari Benda yang Mudah Terbakar

Pastikan di sekitar hot plate jauh dari bahan yang mudah menguap dan terbakar. Sebab, hal ini bisa memicu kebakaran saat hot plate digunakan.

 

7. Matikan Hot Plate Jika Sudah Selesai

Jangan lupa langsung mematikan mesin hot plate saat sudah selesai digunakan. Caranya cukup dengan menekan tombol OFF dan mencabut kabel yang menghubungkan dengan aluran listrik.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *