Cara Kerja Inkubator Laboratorium

Cara Kerja Inkubator Laboratorium Dan Cara Memilih inkubator

Pada Era Teknologi Modern

Cara kerja inkubator laboratorium – Laboratorium adalah tempat atau ruangan khusus yang digunakan untuk melakukan berbagai macam percobaan. Baik itu percobaan atau penelitian kimia, biologi, fisika, maupun lainnya.

Dalam lingkungan yang terkontrol, dan dilengkapi dengan berbagai macam perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, salah satunya adalah inkubator.

Inkubator biasanya lebih banyak digunakan untuk kegiatan di laboratorium biologi seprti inkubator mikrobiologi. Karena fungsinya yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme atau kultur jaringan dalam  lingkungan yang lebih terkontrol dan terisolasi.

 

Prinsip dan cara kerja inkubator

Cara kerja inkubator laboratorium adalah dengan menjaga kondisi dan tingkat kelembaban, suhu di dalam alat, dan kondisi-kondisi lainnya. Serta termasuk tingkat gas di dalamnya seperti oksigen, karbonmonoksida, karbondioksida, dan sebagainya.

Sehingga mikroorganisme di dalamnya bisa tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang ideal dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. Selain digunakan untuk kebutuhan laboratorium biologi, inkubator juga digunakan pada peternakan untuk mengerami telur pengganti induknya.

Juga ada inkubator yang digunakan di rumah sakit untuk menyimpan bayi yang membutuhkan perawatan khusus setelah lahir.

Pada umumnya inkubator laboratorium memiliki fungsi dasar untuk mengatur suhu di dalam ruang isolasi yang dilengkapi dengan timer agar pengguna bisa mengatur waktu sesuai dengan masa inkubasi yang dibutuhkan.

Kemudian muncul berbagai macam jenis inkubator dengan tambahan fungsi dan fitur lainnya. Misalnya fitur untuk mengontrol tingkat kelembaban, mengontrol kadar gas tertentu di dalam ruang inkubasi.

Bahkan ada juga inkubator shaker yang berguna untuk mencampur kultur, dan fitur-fitur lainnya. Inkubator modern sudah lebih mudah untuk digunakan hanya tinggal dengan mengatur kondisi inkubasi yang diinginkan menggunakan tombol atau knob yang tersedia pada alat.

 

Memilih inkubator laboratorium yang tepat

Selain mengetahui cara kerja inkubator laboratorium yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan di lab, ukuran dan kapasitas alatnya juga jadi faktor penting ketika ingin beli inkubator.

Hitung seberapa banyak sampel yang biasanya dikerjakan dalam satu periode waktu di lab. Dan kemudian pilih inkubator yang memiliki kapasitas ruang yang cukup untuk memasukkan sampel-sampel tersebut.

Kemudian tentukan cakupan pengaturan suhu, kelembaban, dan juga gas. Yang biasanya jadi wilayah kerja Anda karena setiap inkubator punya cakupan yang berbeda.

Ada inkubator yang lebih cocok untuk mengisolasi kultur dengan suhu yang lebih rendah ada juga yang butuh kelembaban lebih tinggi.

Untuk memastikan suhu yang diatur tersebar dengan sempurna ke seluruh sampel, ada beberapa teknik yang digunakan inkubator untuk menyebarkan panas. Yaiut ada yang menggunakan sistem pemanasan langsung, ada menggunakan air atau udara sebagai konduktornya.

Inkubator dengan air sebagai konduktor panas memiliki cara kerja inkubator laboratorium yang lebih menguntungkan. Jika terjadi putus listrik karena air masih menyimpan suhu panas. Dan masih bisa berlangsung hingga 5x lebih lama dibandingkan dengan pemanasan langsung.

Inkubasi dengan sistem pemanasan langsung dapat menjaga agar suhu didalam inkubator tersebar dengan sempurna ke seluruh sampel yang ada, karena pemanasan dilakukan dari seluruh dinding inkubator.

Fitur lainnya yang bisa Anda pertimbangkan untuk memilih inkubator laboratorium adalah sistem. Sistem yang bisa mengurangi resiko kontaminasi pada sampel kultur di dalam inkubator. Adanya sistem penyaring udara HEPA, penggunaan bahan tembaga yang antimikroba di dalam mesin, hingga pintu yang menggu

nakan kaca transparan. Tujuannya agar peneliti bisa melihat kondisi kultur tanpa harus membuka tutup alat inkubator.Anda juga bisa mendapatkan inkubator yang dilengkapi dengan display dengan teknologi layar sentuh, tidak hanya timer tapi juga alarm, rak-rak yang bisa dipindahkan, hingga USB port untuk kepentingan penyimpanan data. Itu dia penjelasan mengenai cara kerja inkubator laboratorium modern.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *