Cara Menggunakan Gelas Ukur Yang Harus Anda Ketahui

Semoga cara menggunakan gelas ukur berikut ini bisa menambah pengetahuan anda lebih jauh lagi mengenai gelas ukur. Namun, untuk anda yang belum mengetahui apa itu gelas ukur, berikut pembahasan selengkapnya.

 

Gelas ukur untuk laboratorium

Apakah anda merupakan seorang peneliti atau sering berkunjung ke laboratorium? Pastinya anda tidak akan asing lagi dengan benda yang bernama gelas ukur. Hal ini dikarenakan gelas ukur akan selalu anda temukan di dalam laboratorium, bahkan menjadi salah satu benda yang wajib ada di dalam laboratorium. Biasanya, gelas ukur yang berukuran besar terbuat dari bahan polypropylene yang juga dikenal dengan bahan transparan dan ringan. Walaupun terkenal kuat, ternyata gelas ukur ini begitu ringan, namun lebih rapuh jika dibandingkan dengan kaca. Untuk anda yang sangat sering berhubungan dengan alat kimia, tentunya anda sudah mengetahui bahwa gelas ukur tidak dapat digunakan untuk mengukur larutan atau cairan yang masih panas.

Selain itu, gelas ukur juga disebut dengan silinder pencampur. Hal ini dikarenakan gelas ukur adalah salah satu pengukur volume cairan, tetapi tidak diizinkan dipakai sebagai alat pada analisis volumetrik. Gelas ukur sendiri berfungsi untuk mengukur volume cairan yang memiliki akurasi rendah, misalnya saja pereaksi/reagen, yang digunakan untuk membuat larutan standar/sekunder, untuk analisa titrimetri/volumentri atau menganalisa bahan kimia kualitatif. Untuk model dan ukurannya sendiri ada yang 5 ml sampai 2 liter. Gelas ukur memiliki dua kelas akurasi. Kelas A mempunyai akurasi dua kali akurasi pada kelas B.

Selain itu, gelas ukur juga bisa memiliki skala tunggal maupun ganda. Untuk skala tunggal sendiri, memungkinkan anda membaca volume mulai dari atas ke bawah, sedangkan untuk skala ganda memungkinkan pembacaan pada pengisian dan penuangan. Kalibrasi untuk gelas ukur terdiri dari dua, yaitu:

Untuk menampung

Memperlihatkan volume cairan yang ada di dalam gelas ukur, ditandai sebagai “TC”.

untuk memindahkan

Memperlihatkan volume cairan yang dituang. Caranya adalah menghitung sisa cairan yang memang tertinggal pada silinder.

 

Cara menggunakan gelas ukur

Untuk menggunakan gelas ukur sebenarnya sangat mudah untuk anda lakukan. Caranya adalah untuk larutan yang tidak berwarna, maka anda hanya perlu melihat batas meniscus cekung pada bagian bawahnya. Pastikan bahwa gelas ukur tersebut berada pada bidang yang memiliki permukaan datar. Dengan begitu, meniscus bisa dibaca sejajar dengan mata anda.

Selain itu, gelas ukur dengan gelas kimia ternyata berbeda. Kebanyakan orang-orang masih menganggap bahwa keduanya sama, dikarenakan penggunaannya di dalam laboratorium sama-sama membantu. Gelas ukur adalah gelas yang tidak hanya digunakan sebagai wadah bahan kimia saja, tetapi juga sebagai alat ukur cairan. Sedangkan gelas kimia adalah gelas yang dipakai dalam menampung cairan kimia saja.

Membaca skala yang terdapat pada gelas ukur juga sangat mudah. Caranya adalah melihat ukuran yang sudah tertera pada gelas itu sendiri. Untuk anda yang membutuhkan keakurasian tinggi, maka selalu pastikan bahwa gelas ukur tersebut sudah diletakkan pada permukaan yang rata. Gelas ukur bukan hanya dapat mengukur benda cair saja, tetapi juga bisa digunakan untuk mengukur benda yang padat, misalnya saja seperti tepung hingga gula pasir.

Selain gelas ukur, masih banyak alat laboratorium lainnya yang digunakan untuk kebutuhan penelitian. Namun, pada pembahasan kali ini hanya dikhususkan untuk mengenal lebih dekat dengan gelas ukur, hingga cara menggunakan gelas ukur.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *