Cara Menghitung Kompresi dengan Buret

Bagaimana Cara Menghitung Kompresi dengan Buret?

Pemeriksaan sampel di dalam laboratorium membutuhkan sejumlah peralatan penting, termasuk buret. Buret sendiri berfungsi untuk memudahkan cairan menetes selama proses uji sampel berlangsung.  Alat berupa gelas berbentuk silinder lengkap dengan garis ukur dan penutup keran di bagian bawah ini dapat membantu Anda menghitung kompresi. Nah, penasaran bagaimana cara menghitung kompresi dengan buret? Berikut penjelasan selengkapnya untuk Anda.

Bersihkan buret sebelum digunakan

Satu hal penting yang harus diperhatikan, bahwa sebelum digunakan untuk pengujian, sampel buret harus berada dalam keadaan bersih dan kering. Cara membersihkan buret pun cukup mudah. Anda hanya perlu mencuci buret dengan air bersih yang mengalir. Tambahkan sabun secukupnya dan bilas hingga buret bersih sempurna. Selanjutnya, bilas kembali buret dengan menggunakan air suling untuk mengecek ada atau tidaknya kebocoran pada bagian keran. Apabila tidak ada kebocoran, maka buret harus dikeringkan kembali dengan menggunakan lap.

Cara menggunakan buret

Setelah buret bersih dan siap digunakan kembali, Anda pun harus mempelajari cara menggunakan buret dengan benar. Terlebih buret memiliki presisi yang tinggi, sehingga penggunanya harus berhati-hati dalam mengukur volume untuk menghindari kekeliruan sistematik. Selama proses pengisian buret dengan cairan sampel, Anda wajib menutup keran di bagian bawah. Gunakan pipet transfer kering sekali pakai untuk memudahkan Anda memasukkan cairan sampel dalam buret.

Tidak berhenti sampai di sini saja, Anda juga harus memeriksa ujung buret secara kontinu untuk menghindari adanya gelembung udara. Meski terlihat sepele, gelembung udara di dalam buret sangat berpengaruh pada tingkat akurasi data yang akan diperoleh. Jadi, apabila Anda menemukan gelembung udara, hilangkan dengan cara mengetuk ujung buret saat cairan sampel sedang mengalir. Agar tidak melebih volume yang diinginkan, Anda perlu meneteskan sedikit demi sedikit secara perlahan saat menjelang titik akhir batas volume.

Menghitung kompresi dengan buret

Buret mungkin sering digunakan pada uji laboratorium medis, namun alat ini ternyata juga dapat membantu Anda mengukur kompresi kendaraan bermotor di dunia balap. Dengan menggunakan buret, Anda dapat menghitung perbandingan atau rasio silinder blok dan kubah head. Melalui hasil perhitungan yang presisi, maka mesin motor pun dapat bekerja secara maksimal. Lantas, bagaimana cara menghitung kompresi dengan buret?

Ada dua alternatif cara yang bisa Anda lakukan dalam menghitung kompresi dengan metode buret, yaitu dilakukan saat piston berada pada posisi TMA (Titik Mati Atas) maupun saat piston di posisi TMB (Titik Mati Bawah). Kedua perhitungan tersebut bahkan memiliki hasil yang berbeda, meski sama-sama menggunakan cairan berupa campuran bensin dan oli. Simak penjelasan cara menghitung kompresi dengan buret, sebagai berikut:

  1. Perhitungan saat piston di posisi TMA

Cara menghitung kompresi dengan buret pada posisi piston TMA dimulai dengan membuka kepala silinder untuk memastikan piston benar-benar berada di posisi puncak. Kemudian, gunakan grease sebagai pelapis bagian linner dengan celah piston. Langkah ini wajib dilakukan agar cairan dalam buret tetap berada di ruang bakar dan tidak mengalir ke bagian crankcase.

Selanjutnya, pasang kembali silinder ke posisi semula dan teteskan cairan di dalam buret secara perlahan melalui derat lubang busi di bagian atas silinder. Setelah itu, Anda bisa menghitung berapa volume cairan yang dibutuhkan untuk mengisi penuh ruang bakar tersebut.  Hasil yang didapat kemudian dikurangi volume derat busi itu sendiri. Terakhir, tambahkan hasil yang didapat dengan kapasitas mesin.

rumus cara menghitung kompresi buret

  1. Perhitungan saat piston di posisi TMB

Cara menghitung kompresi dengan buret ketika piston berada di posisi TMB juga bisa Anda lakukan dengan rumusan yang sama. Namun demikian, hasil yang didapatkan akan berbeda. Biasanya, hasil perhitungan rasio kompresi pada pengukuran TMB lebih rendah sekitar 0,1 atau 0,2 saja.

Bagaimana, kini Anda sudah bisa memahami cara menghitung kompresi dengan buret secara tepat, bukan? Sebelum mencoba pengukuran sendiri, pastikan seluruh perlengkapan uji coba sudah lengkap. Apabila masih ada perlengkapan yang belum tersedia, Anda bisa mengunjungi toko online Infiniti Bioanalitika Solusindo yang menyediakan peralatan laboratorium lengkap di sini. Semoga bermanfaat, ya!

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *