Selain Pipet, Ternyata Kita Juga Perlu Tau Fungsi Gelas Ukur yang Ada di Lab!

Setiap akan membuat larutan atau menambahkan suatu zat kimia tertentu pastinya ada ukuran yang harus dipatuhi dan itu adalah salah satu fungsi gelas ukur. Pemahaman ini tentunya sangat penting untuk diperhatikan dengan baik agar fungsinya tidak sampai disalahgunakan dan akhirnya mempengaruhi proses uji yang sedang dilakukan. Gelas ukur ini tentunya memiliki berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
 

Penggunaan Sesuai Fungsi Gelas Ukur

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid maka harus dilakukan pengukuran dengan cara yang tepat. Dengan pengaplikasian cara yang benar maka anda tidak akan terjadi kesalahan pengukuran meskipun hanya sedikit. Tidak bisa sembarangan dalam membaca angka yang tertera di badan gelas ukur ini agar fungsi gelas ukur bisa dioptimalkan sebaik mungkin.

Berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika menggunakan gelas ukur yaitu :

  1. Memastikan gelas ukur dalam keadaan bersih sudah dicuci dan kering sebelum digunakan untuk mengukur atau menyimpan larutan sebagai wadah
  2. Masukkan cairan sesuai kebutuhan yang diinginkan pada gelas ukur, anda bisa memperkirakan melalui angka yang ada di sana
  3. Gelas ukur harus diangkat dengan bagian ibu jari menghadap ke batas volume yang diinginkan
  4. Angkat gelas ukur sampai sejajar dengan mata dan melihat apakah cairan yang dituangkan sudah memenuhi kebutuhan yang diinginkan atau belum untuk disesuaikan kembali dengan aturan yang sudah dibuat sebelumnya.

Memang terkesan sebagai sesuatu yang mudah untuk dilakukan tetapi and aharus benar-benar jeli dan hati-hati. Apalagi jika semakin kecil ukuran gelas ukur yang digunakan, maka anda juga harus lebih teliti untuk bisa melakukan perkiraan atau perhitungan menggunakan salah satu alat lab ini tentunya.
 

Catatan Untuk Fungsi Gelas Ukur

Gelas yang digunakan untuk mengukur volume larutan ini memang memiliki beberapa hal khusus yang tidak bisa anda abaikan begitu saja karena nantinya akan terkait dengan keakuratan dari hasil pengukuran yang didapatkan. Berikut beberapa catatan khusus yang perlu diperhatikan dalam menggunakan gelas ukur yaitu :

  • Jika larutan atau cairan yang akan diukur berwarna maka anda harus benar-benar memperhatikan garis meniskus di bagian atasnya. Untuk membaca hasil pengukurannya maka anda harus membuat posisi gelas ukur benar-benar sejajar dengan mata saat membaca garis meniskus
  • Untuk larutan tidak berwarna yang diukur maka justru anda harus memperhatikan garis meniskus cekung yang ada di bagian bawah dengan aturan yang sama bahwa gelas ukur yang berada di tempat yang sejajar dan dibaca lurus dengan mata
  • Untuk pengukuran khusus air raksa maka garis batas yang diperhatikan adalah meniskus cembungnya melalui aturan yang sama yaitu sejajar lokasinya saat akan dibaca. Akan lebih enak jika anda meletakkannya di atas meja sehingga sudah pasti lokasinya datar dan memudahkan anda untuk membuatnya sejajar juga dengan mata saat membaca.

Dengan mengetahui beberapa catatan tersebut akan membantu anda untuk benar-benar mendapatkan hasil pengukuran akurat. Untuk setiap jenis cairan memang berbeda cara membaca atau bagian yang harus diperhatikan. Sehingga anda tidak bisa menyamaratakan cara membaca untuk setiap jenis cairan atau larutan yang berbeda. Memperhatikan berbagai hal secara lebih detail tentunya akan membantu anda untuk lebih mudah mendapatkan hasil tepat. Melakukan pengukuran menggunakan pemanfaatan fungsi gelas ukur ini memang cukup mudah diaplikasikan asal tetap dengan memperhatikan kejelian dalam membaca hasil pengukurannya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *