Fungsi Erlenmeyer Yang Perlu Anda Ketahui

Mengenal lebih dekat dengan erlenmeyer

Erlenmeyer atau yang dikenal juga dengan termos titrasi atau termos yang berbentuk kerucut (BrE) merupakan sejenis labu laboratorium yang mempunyai dasar datar, leher berbentuk silinder dan badan yang berbentuk kerucut. Labu ini dinamai oleh Emil Erlenmeyer yang merupakan seorang ahli kimia Jerman (1825-1909). Memiliki dasar yang lebar, dan sisi yang melengkung ke atas, tentunya labu ini bisa dibangun dari plastik atau kaca, dalam berbagai volume. Mulut labu erlenmeyer dapat mempunyai bibir manik-manik yang dapat dihentikan menggunakan selembar kapas, karet bug atau gabus atau jenis stopper lainya. Sebagai alternatif, leher erlenmeyer ini dilengkapi kaca ground atau konektor lainnya yang digunakan dengan sumbat khusus.

Leher yang sempit dan sisi yang meruncing pada labu ini akan memungkinkan isi labu dicampur dengan cara diputar-putar, tanpa takut tertumpah, dengan begitu sangat cocok untuk titrasi. Fitur seperti ini juga membuat labu sesuai digunakan untuk cairan mendidih. Uap panas yang mengembun pada bagian atas labu, akan mengurangi kehilangan pelarut. Pada dasarnya labu erlenmeyer ini digunakan sebagai alat untuk mengukur, menyimpan, dan mencampur cairan. Alat laboratorium yang satu ini merupakan salah satu alat paling umum yang digunakan di dalam laboratorium kimia. Ukuran paling umum dari erlenmeyer ini adalah 250 ml hingga 500 ml, tetapi juga ada yang berukuran 50 ml, 125 ml, 250 ml, hingga 1000 ml.

Mengetahui fungsi labu erlenmeyer

Nah, setelah anda mengetahui apa itu erlenmeyer, maka sudah saatnya anda mengetahui apa-apa saja fungsi dari erlenmeyer ini. Secara umum, labu Erlenmeyer ini banyak digunakan karena memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Berfungsi untuk mengukur serta mencampur bahan-bahan analisa
  • Tempat untuk melakukan titrasi bahan
  • Sebagai wadah untuk menampung larutan, bahan yang padat maupun cairan
  • Meracik dan melarutkan (menghomogenkan) bahan-bahan komposisi media
  • Erlenmeyer tanpa tutup asah yang digunakan untuk titrasi dengan pengocokan lemah hingga sedang
  • Erlenmeyer dengan tutup asah yang digunakan untuk titrasi dengan pengocokan kuat, yang dihubungkan dengan alat destilasi, alat ekstraksi, dan sebagainya

Selain itu, labu erlenmeyer juga dapat digunakan di dalam mikroba, yang digunakan untuk persiapan kultur mikroba. Erlenmeyer yang digunakan pada kultur sel disterilkan dan kemungkinan mempunyai penutup yang tertutup guna meningkatkan pertukaran gas selama terjadinya inkubasi dan bergetar. Volume cairan yang digunakan minimal, biasanya tidak lebih seperlima dari volume labu total. Pada intinya adalah labu erlenmeyer ini digunakan sebagai tempat atau wadah penyimpanan media atau larutan. Dan juga dapat digunakan dalam mencampur larutan kimia yang nantinya digunakan untuk uji laboratorium.

Eppendorf CCC Clinic

Aturan bagaimana cara menggunakan erlenmeyer untuk kebutuhan laboratorium

Labu Erlenmeyer adalah salah satu perangkat dari uji laboratorium berbentuk seperti botol. Dan tahukah anda seperti apakah cara menggunakan labu erlenmeyer ini untuk kebutuhan laboratorium? Ada banyak alat laboratorium yang memang terbuat dari bahan pyrex (bahan sejenis mika, namun bukan kaca). Untuk anda yang ingin sekali belajar sains laboratorium, maka anda akan cepat akrab dengan pemakaian alat semacam ini. Namun, pemakaian alat lab yang berbahan pyrex ini tidak boleh dilakukan secara asal. Karena terdapat kaidah yang perlu dipegang dengan tertib. Walaupun terlihat sepele, namun cara memegang alat pyrex tentunya sangat mempengaruhi ergonomisitas kerja yang anda lakukan selama melakukan uji.

Perhatikan Cara Pegang Anda

Hamir setiap peralatan labor tidak hanya labu erlenmeyer saja, ada juga labu ukur, gelas ukur, pipet titer, tabung reaksi, dan sebagainya. Tentunya alat-alat ini memiliki cara pegang yang juga berbeda-beda. Perlu diperhatikan bagaimana cara menggunakan labu erlenmeyer yaitu dengan memegang leher botol. Hal ini tentunya sangat penting untuk anda ketahui, karena ada banyak orang yang beranggapan jika memegang labu erlenmeyer adalah dengan cara memegang perut botol dan menyangganya. Selain itu, labu Erlenmeyer seringkali digunakan untuk menyimpan media tanam yang padat-cair, misalnya saja seperti Potato Dextrose Agar (PDA) serta Natrium Agar (NA) yang perlu dipanaskan terlebih dahulu sampai mencair.

Tentunya larutan ini memiliki suhu panas + 90 derajat Celcius. Maka dari itu, sangat tidak memungkinkan jika anda memegangnya dengan tangan telanjang. Sehingga, memegang labu Erlenmeyer pada leher botol dilakukan semata-mata untuk alasan keamanan. Pada saat mencampur larutan, maka cara menggunakan labu erlenmeyer ini adalah dengan cara tetap memegang pada leher botol. Dan pencampuran dilakukan adalah memegang leher botol dengan menggunakan satu tangan, selanjutnya digoyangkan secara berputar dengan perlahan-lahan sampai larutan bisa menyatu.

Sedangkan tangan lain bisa tetap santai dan tenang. Sedangkan pandangan mata anda tertuju kepada larutan. Untuk keamanan, maka ada beberapa laboratorium yang memberlakukan aturan yang ketat penggunaan sarung tangan, jas lab, dan kacamata pengaman. Selain itu, karena pada labu erlenmeyer memiliki takaran volume larutan, maka sebisa mungkin saat anda mengisi larutan ke dalam labu erlenmeyer, maka jangan sampai melebihi batas dari tulisan volume. Hal ini dilakukan juga karena alasan keamanan. Karena ada beberapa larutan yang mungkin saja reaktif terhadap suhu dan nantinya akan memuai.

Semoga berbagai pembahasan yang telah dipaparkan di atas bisa bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda. Demikianlah berbagai paparan mengenai fungsi erlenmeyer.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *