Fungsi Mikropipet Dan Bagian Yang Terdapat Didalamnya

Fungsi mikropipet sebenarnya memiliki fungsi yang sama seperti pipet biasa. Fungsi dari mikropipet ini adalah memindahkan larutan atau cairan pada satu tempat ke tempat lainnya. Pipet biasa pada dasarnya digunakan pada volume terkecil dari 1 mili liter, sedangkan mikropipet ini biasanya digunakan pada volume dibawah 1 mili liter.

Sejarah mikropipet

Mikropipet pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh seorang mahasiswa posdoktoral, yang bernama Heinrich Schnitger di universitas Marburg, Jerman. Saat itu, Heinrich Schnitger merasa frustasi dikarenakan berulang kali melakukan pemindahan cairan bervolume kecil memakai pipet. Karena rasa frustasinya tersebut, maka Heinrich mengembangkan sebuah prototipe mikropipet berupa pispon pegas, dan pada ujungnya dilengkapi tip berbahan plastik yang sangat mudah dilepas. Fungsi dari tip ini adalah untuk menampung cairan sementara, yang nantinya akan dipindahkan ke alat atau wadah gelas lainnya.

Mikropipet yang ada pada saat ini dikembangkan dari prototype, yang sebelumnya dibuat oleh Hendrich Schnitger. Yang perlu anda ketahui adalah, rancangan pipet tersebut telah dipatenkan pada tahun 1957. Desain mikropipet yang sering anda temui saat ini terlihat lebih elegan, efektif, dan sederhana. Desain tersebut adalah sebuah revolusi dalam penanganan cairan dengan volume kecil. Selain itu, penggunaan mikropipet sudah meluas dan telah digunakan pada berbagai bidang, mulai dari kedokteran, biokimia, molekuler, kedokteran, dan menjadi perangkat yang sudah banyak digunakan di dalam ilmu biologi.

Bagian-bagian dari mikropipet dan fungsinya

Mikropipet merupakan suatu alat yang dipakai untuk memindahkan larutan dalam jumlah yang kecil secara akurat. Bagian-bagian dan fungsi mikropipet adalah sebagai berikut:

  • Plunger button

Bagian yang satu ini bergerak ke atas pada saat dilepas, dan ke bawah pada saat ditekan. Fungsi dari plunger button adalah mengukur kuantitas udara yang telah ditarik, kemudian dihembuskan volume liquid, serta dikeluarkan oleh pipette tip.

  • Shaft

Fungsi shaft adalah sebagai tempat untuk melekat handle ejector arm, yang kemudian menghubungkan antara mikropipet dan plastic tip.

  • Volume adjustment knob

Untuk bagian ini berfungsi mengatur volume liquid yang hendak ditransfer.

  • Plastic tip

Fungsinya adalah untuk menampung liquid pada saat melakukan proses penarikan volume liquid hingga akan ditransfer. Besar kecilnya akan disesuaikan dengan volume liquid yang ditransfer dan kapasitas mikropipetnya.

  • Ejector arm

Bagian ini berfungsi untuk mendorong plastic tip supaya terlepas dari mikropipet.

  • Tip ejector button

Berfungsi untuk melepaskan atau meng”eject” plastic tip pada saat selesai digunakan atau sebagai pengganti ujung tip.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *