Apa Saja Fungsi Pipet Untuk Kebutuhan Lab?

Pipet menjadi salah satu peralatan laboratorium yang harus dikenali dengan baik karena sering digunakan, mengenai fungsi pipet pada dasarnya memang sama hanya saja jenisnya yang berbeda. Maka anda perlu menyesuaikan antara jenis dengan kegunaannya masing-masing, sehingga akan lebih tepat guna dalam mengaplikasikan pipet untuk kebutuhan lab tersebut. Jangan sampai salah karena tentunya akan mengurangi kegunaan optimalnya.
&bnsp;

Fungsi Pipet Sesuai Jenisnya

Pada dasarnya fungsi pipet yang digunakan di laboratorium adalah untuk memindahkan cairan dengan volume tidak terlalu besar. Pipet ini juga memiliki ukurannya masing-masing yang bisa anda gunakan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan mengenal jenisnya maka akan memudahkan anda untuk bisa memaksimalkan fungsi tersebut secara tepat untuk kebutuhan laboratorium.

Berikut beberapa jenis pipet yang biasa digunakan dan perlu untuk anda ketahui :

  • Pipet buret biasanya digunakan untuk mengukur seberapa banyak cairan dari keluaran ketika melakukan titrasi secara lebih mudah
  • Pipet volume biasanya memiliki bentuk gelembung di bagian tengahnya untuk memudahkan anda melihat volume secara lebih tepat dari label yang ada di bagian gelembung tersebut
  • Pipet ukur digunakan untuk memindahkan larutan dengan volume tertentu yang dibutuhkan dengan ukuran terbesar yang bisa anda gunakan adalah 50 ml
  • Pipet tetes adalah yang paling kecil karena digunakan untuk memindahkan cairan dengan kebutuhan ukuran sangat kecil sehingga anda harus memindahkannya setetes demi setetes

Biasanya di setiap lab tentu ada berbagai jenis pipet yang lengkap untuk digunakan sesuai kebutuhan masing-masing. Sehingga tidak perlu bingung lagi jika anda sudah mengenal dengan baik jenisnya dan mengetahui mana jenis pipet yang dibutuhkan agar tidak sampai salah menggunakan jumlah cairan.
 

Tips Menggunakan Pipet Dengan Benar

Saat anda akan mengaplikasikan pipet dalam berbagai kegiatan di lab maka harus diperhatikan dengan baik bagaimana cara untuk menggunakannya dengan cara yang tepat. Sehingga anda bisa mendapatkan ukuran cairan yang pas untuk dipindahkan dari suatu wadah ke wadah lainnya menggunakan pipet tersebut.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan penggunaan pipet yaitu :

  • Pastikan anda menggunakan pipet yang memang sesuai dengan kebutuhan pemindahan cairan yang akan dilakukan sehingga jumlahnya sudah pasti pas
  • Cek ulang berapa volume cairan yang akan dipindahkan dan disesuaikan dengan volume yang ada pada masing-masing ukuran pipet anda
  • Cek anda menggunakan tip pipet yang tepat yaitu bersih dari debu, ada jaminan kualitas dari pipet tersebut dengan adanya nomor identifikasi dan kelengkapan lainnya, tahan bahan kimia, transparan dan bagian kerahnya harus rapi serta halus
  • Pastikan anda memasang tip pipet dengan cara yang benar dan tepat, sehingga tidak akan terjadi kesalahan saat menggunakannya
  • Berhati-hatilah dengan adanya resiko kontaminasi baik dari sampel cairan ke pipet, antar sampel atau dari pipet ke sampel
  • Melakukan perawatan secara rutin dan kalibrasi berkala akan membuat pipet tersebut tetap valid saat digunakan untuk memindahkan cairan sesuai volume yang dibutuhkan

Mengaplikasikan pipet dengan baik dan benar adalah salah satu syarat yang harus anda perhatikan dengan baik. Jangan sampai kesalahan kecil yang dilakukan akan membuat adanya kesalahan besar pada hasil lab yang dilakukan. Jadi memahami fungsi pipet secara lebih mendalam akan membantu anda untuk bisa menggunakannya dengan baik sesuai bagiannya masing-masing agar tidak sampai tertukar untuk kebutuhan volume yang akan digunakan pada pipet.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *