Cara Menggunakan Buret Yang Benar

Cara menggunakan buret tentunya harus diketahui dengan baik. Maka dari itu, pada pembahasan kali ini akan dipaparkan langsung untuk anda bagaimana menggunakan buret dengan baik dan benar. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Cara membersihkan buret

Nah, sebelum anda menggunakan buret dalam pratikum, maka sebaiknya anda mencuci buret terlebih dahulu. Berikut ini adalah cara membersihkan buret yang harus anda ketahui.

  • Cucilah terlebih dahulu buret dengan air bersih
  • Lalu tambahkan sabun pada proses pencuciannya
  • Selanjutnya bilaslah kembali menggunakan air bersih
  • Jika sudah dilakukan, maka bilas dengan aquades
  • Ceklah apakah kran buret tersebut bocor atau tidak
  • Keringkan buret dengan dibalut, lalu disumbat dengan menggunakan tisu
  • Lakukan kalibrasi terhadap buret setahun sekali

 

Cara menggunakan buret dengan baik dan benar

Buret merupakan sebuah peralatan gelas laboratorium yang memiliki bentuk silinder dan memiliki garis ukur, serta memiliki sumbat keran di bagian bawahnya. Nah, di bawah ini akan dipaparkan cara menggunakan buret untuk anda dengan benar.

Dikarenakan presisi buret yang tinggi, maka sangat dibutuhkan kehati-hatian dalam pengukuran volume agar terhindar dari galat sistematik.

Saat membaca buret, maka mata anda haruslah tegak lurus sesuai dengan permukaan cairan. Hal ini bertujuan untuk menghindari galat paralaks.

Ketika mengisi buret, maka tutuplah stopcock (keran) pada bagian bawahnya, gunakanlah corong supaya terhindar dari tumpahan. Anda kemungkinan harus mengangkat corong sedikit, supaya memungkinkan larutan penitar mengalir bebas.

Selain itu, anda juga bisa mengisi buret dengan pipet transfer sekali pakai. Karena pipet ini bekerja sangat baik jika dibandingkan dengan corong, terlebih lagi untuk buret yang berkapasitas kecil.

Pastikan bahwa pipet transfer tersebut kering, selanjutnya dibilas menggunakan titran, dengan begitu konsentrasi larutannya tidak berubah.

Sebelum melakukan titrasi, maka yang harus diperhatikan adalah kondisi buretnya dengan larutan titran. Serta periksalah apakah buret tersebut mengalir bebas atau tidak.

Periksalah ujung buret apakah ada gelembung udara atau tidak. Jika ada, maka untuk menghilangkannya adalah dengan memukul sisi ujung buret, ketika larutan sedang mengalir. Ketika adanya gelembung udara selama titrasi, tentunya hal ini akan mempengaruhi keakuratan data yang akan diperoleh nantinya.

Pastikan bahwa dinding pada bagian dalam buret dengan kondisi yang kering. Anda bisa menggunakan bantuan kertas kering saat mengeringkan bagian dalam buret. Tujuannya adalah agar terhindar dari penambahan volume larutan sesudah diimpitkan.

Saat memberikan larutan pada labu titrasi, maka caranya adalah memutar stopcock (kran).

Titik akhir haruslah didekati secara perlahan-lahan, dengan cara menambahkan tetes demi tetes.

 

Jenis-jenis buret

Berdasarkan jenisnya, buret sendiri terbagi ke dalam dua bagian, yaitu buret schellbach (buret dinding yang pada bagian belakangnya dilengkapi garis biru, dan diatas dasar putih), dan yang kedua adalah buret yang tidak mempunyai alat bantu (polos). Sedangkan berdasarkan ukurannya, buret terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu:

  • Buret semimakro, yang memiliki volume 25 ml. Skala terkecil yang bisa dibaca hingga 0.050 ml
  • Buret makro yang memiliki kapasitas 50 ml. Skala terkecilnya yang bisa dibaca hingga 0.10 ml
  • Buret makro yang memiliki volume 10 ml. Untuk skala terkecilnya adalah 0.020 ml

Semoga beberapa pembahasan di atas bisa menambah pengetahuan anda bagaimana cara membersihkan, jenis-jenis buret, hingga cara menggunakan buret.

 

Apa Itu Pipet? Ini Dia Jawabannya!

Apa itu pipet? Mungkin, pertanyaan ini sering diajukan oleh beberapa orang, terutama yang baru pertama kali mempelajari dunia laboratorium. Nah, jika Anda termasuk salah satunya, atau paling tidak ingin menambah wawasan, berikut ini ulasan lengkap tentang salah satu peralatan laboratorium ini.

 

Pengertian Pipet

Jika ditanya, apa itu pipet, jawabannya cukup mudah. Pipet adalah salah satu alat laboratorium yang pada umumnya digunakan untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. Dengan alat ini, meskipun cairan yang diambil sangat sedikit, ukuran yang didapat sangat akurat.

Bentuk dari pipet ini pada umumnya tabung kecil dan panjang seperti pensil, dengan ujung bawahnya meruncing dan ujung atasnya tertutupi karet. Karet ini berfungsi untuk menyedot cairan yang akan diambil hingga masuk ke dalam pipet. Untuk bahannya, ada dua bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan pipet, yaitu kaca dan plastik.

 

Jenis-Jenis Pipet dan Fungsinya

Jika dilihat dari fungsinya, pipet dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini beberapa jenis pipet tersebut:

1. Pipet Tetes

Pipet tetes adalah pipet yang berfungsi untuk mengambil atau memindahkan cairan dalam ukuran sangat kecil, tetesan demi tetesan. Biasanya, pipet ini terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung bawah runcing dan ujung atas karet menggelembung. Adapun cara menggunakannya, Anda cukup memencet bagian karetnya sambil memasukkan ujung runcing pada cairan yang akan diambil. Setelah ada dalam larutan, lepaskan pencetan pada karet hingga cairan masuk ke dalam pipet. Angkat pipet, kemudian masukkan ujung runcing pipet ke wadah lain dan pencet karet kembali secara perlahan hingga cairan dalam pipet keluar sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

2. Pipet Ukur

Pipet ukur mempunyai fungsi yang sama, yaitu memindahkan atau mengambil cairan dari satu wadah ke wadah lainnya. Hanya saja, biasanya cairan yang diambil berupa zat kimia. Dalam pengambilan cairan ini, biasanya digunakan alat bantu lain berupa pipet filter. Pada pipet jenis ini juga terdapat skala untuk mengetahui berapa banyak cairan yang akan diambil. Menurut ukurannya ini, pipet ini dibedakan menjadi beberapa jenis dengan kode warnanya, yaitu:

  • Pipet ukuran 1 ml dengan skala minimal 0.01 ml mempunyai kode warna kuning.
  • Pipet ukuran 2 ml dengan skala minimal 0.02 ml mempunyai kode warna hitam.
  • Pipet ukuran 5 ml dengan skala minimal 0.05 ml mempunyai kode warna merah.
  • Pipet ukuran 10 ml dengan skala minimal 0.1 ml mempunyai kode warna orange.
  • Pipet ukuran 25 ml dengan skala minimal 0.1 ml mempunyai kode warna putih.

3. Pipet Volum

Dilihat dari bentuknya, pipet jenis ini sangat berbeda dengan pipet jenis lainnya. Sebab, pada bagian tengahnya terdapat gelembung. Keakuratan volumenya pun lebih tinggi pipet jenis ini. Biasanya, pipet volum digunakan untuk pengambilan cairan bersifat kuantitatif.

4. Pipet Buret

Pipet buret ini pada dasarnya sama saja dengan pipet lainnya, baik bentuk, fungsi, maupun cara menggunakannya. Hanya saja, pipet ini lebih dikhususkan untuk mengambil cairan hasil titrasi dengan ukuran tertentu.

5. Mikropipet

Keistimewaan dari mikropipet ini adalah keakurasiannya meskipun digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah sangat sedikit, bahkan hingga di bawah 1 ml sekalipun.

Itulah beberapa jenis pipet sekaligus fungsinya masing-masing. Dari uraian ini, kini Anda tidak perlu bingung lagi saat ada yang bertanya, apa itu pipet. Anda bisa menjelaskannya dengan gamblang.

 

Apa Fungsi Timbangan Analitik? Ini Dia Jawabannya!

Fungsi timbangan analitik bisa jadi tidak semua orang mengetahuinya secara jelas. Begitu juga cara menggunakannya. Hal ini tak lain karena bentuknya yang sedikit berbeda dengan timbangan pada umumnya. Dalam laboratorium, timbangan analitik biasanya digunakan untuk menimbang sejumlah bahan dengan ukuran sangat kecil. Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi timbangan analitik, berikut penjelasan lebih lengkapnya tentang alat ini.

 

Pengertian dan Jenis-Jenis Timbangan Analitik

Timbangan analitik atau juga sering disebut neraca analitik adalah salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk menimbang massa sejumlah bahan kimia hingga ukuran miligram. Maka, tak heran jika timbangan ini juga dikenal masyarakat dengan nama timbangan miligram. Selain digunakan dalam laboratorium, timbangan ini juga sering digunakan oleh para pemilik toko emas untuk menimbang berat emas.

Keunggulan dari timbangan ini adalah tingkat ketelitiannya yang sangat tinggi. Bahkan, timbangan ini mempunyai ketelitian hingga 3 atau 4 digit di belakang koma. Keakuratan timbangan ini sangat cocok digunakan dalam dunia farmasi. Sebab, saat meracik sebuah obat dibutuhkan ukuran yang akurat dan presisi berdasarkan dosis. Kelebihan atau kurang sedikit saja, bisa berakibat fatal bagi pengonsumsi obat tersebut.

Dilihat dari sumber daya yang digunakan, timbangan analitik ini dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, timbangan analitik digital yang cara pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan sumber daya listrik. Kedua, timbangan analitik analog yang cara pengoperasiannya dilakukan secara manual tanpa menggunakan sumber daya listrik. Masing-masing pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri.

 

Fungsi Timbangan Analitik

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, fungsi timbangan analitik adalah mengukur berat suatu zat atau bahan kimia dalam jumlah sangat kecil. Tidak hanya mampu menimbang hingga ukuran miligram, keakuratan yang tinggi hingga 4 angka di belakang koma juga menjadi keunggulan dari alat laboratorium ini. Bahkan, saking peka dan sensitifnya, embusan angin juga bisa mempengaruhi berat dari benda yang ditimbang. Oleh karena itu, biasanya timbangan analitik juga dilengkapi dengan lapisan kaca agar udara di sekitarnya tidak akan mempengaruhi gerak angka pada timbangan. Timbangan ini sangat cocok digunakan oleh para peneliti atau petugas farmasi dalam melaksanakan tugasnya.

 

Cara Kerja Timbangan Analitik

Bentuknya yang unik, pastinya mempunyai cara kerja yang berbeda dengan timbangan pada umumnya. Hanya saja, secara umum menggunakan timbangan analitik digital lebih mudah dibanding yang analog. Untuk mendapatkan ukuran yang akurat, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut ini dalam menggunakan timbangan analitik:

  1. Letakkan piringan di atas timbangan.
  2. Tekan tombol “tare” agar bobot piringan nol.
  3. Buka salah satu kaca pada timbangan.
  4. Letakkan bahan kimia akan diukur bobotnya di atas piringan tersebut. Gunakan alat bantu saat meletakkan bahan kimia tersebut karena meletakkan dengan tangan, debu yang ada pada tangan akan mempengaruhi berat bahan tersebut.
  5. Tekan tombol yang ada pada timbangan dan unggu angka yang tertera hingga 4 digit di belakang koma.
  6. Bersihkan timbangan dengan sikat pembersih agar sisa bahan kimia tidak tertinggal yang akan mempengaruhi keakuratannya saat melakukan timbangan berikutnya.

Itulah pembahasan tentang fungsi timbangan analitik sekaligus pengertian dan cara kerjanya. Untuk masalah harga, timbangan analitik ini mempunyai harga yang sangat terjangkau. Terlebih saat ini, di mana sudah banyak supplier yang menjual berbagai merek timbangan analitik secara bebas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

 

Selain Pipet, Ternyata Kita Juga Perlu Tau Fungsi Gelas Ukur yang Ada di Lab!

Setiap akan membuat larutan atau menambahkan suatu zat kimia tertentu pastinya ada ukuran yang harus dipatuhi dan itu adalah salah satu fungsi gelas ukur. Pemahaman ini tentunya sangat penting untuk diperhatikan dengan baik agar fungsinya tidak sampai disalahgunakan dan akhirnya mempengaruhi proses uji yang sedang dilakukan. Gelas ukur ini tentunya memiliki berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
 

Penggunaan Sesuai Fungsi Gelas Ukur

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid maka harus dilakukan pengukuran dengan cara yang tepat. Dengan pengaplikasian cara yang benar maka anda tidak akan terjadi kesalahan pengukuran meskipun hanya sedikit. Tidak bisa sembarangan dalam membaca angka yang tertera di badan gelas ukur ini agar fungsi gelas ukur bisa dioptimalkan sebaik mungkin.

Berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika menggunakan gelas ukur yaitu :

  1. Memastikan gelas ukur dalam keadaan bersih sudah dicuci dan kering sebelum digunakan untuk mengukur atau menyimpan larutan sebagai wadah
  2. Masukkan cairan sesuai kebutuhan yang diinginkan pada gelas ukur, anda bisa memperkirakan melalui angka yang ada di sana
  3. Gelas ukur harus diangkat dengan bagian ibu jari menghadap ke batas volume yang diinginkan
  4. Angkat gelas ukur sampai sejajar dengan mata dan melihat apakah cairan yang dituangkan sudah memenuhi kebutuhan yang diinginkan atau belum untuk disesuaikan kembali dengan aturan yang sudah dibuat sebelumnya.

Memang terkesan sebagai sesuatu yang mudah untuk dilakukan tetapi and aharus benar-benar jeli dan hati-hati. Apalagi jika semakin kecil ukuran gelas ukur yang digunakan, maka anda juga harus lebih teliti untuk bisa melakukan perkiraan atau perhitungan menggunakan salah satu alat lab ini tentunya.
 

Catatan Untuk Fungsi Gelas Ukur

Gelas yang digunakan untuk mengukur volume larutan ini memang memiliki beberapa hal khusus yang tidak bisa anda abaikan begitu saja karena nantinya akan terkait dengan keakuratan dari hasil pengukuran yang didapatkan. Berikut beberapa catatan khusus yang perlu diperhatikan dalam menggunakan gelas ukur yaitu :

  • Jika larutan atau cairan yang akan diukur berwarna maka anda harus benar-benar memperhatikan garis meniskus di bagian atasnya. Untuk membaca hasil pengukurannya maka anda harus membuat posisi gelas ukur benar-benar sejajar dengan mata saat membaca garis meniskus
  • Untuk larutan tidak berwarna yang diukur maka justru anda harus memperhatikan garis meniskus cekung yang ada di bagian bawah dengan aturan yang sama bahwa gelas ukur yang berada di tempat yang sejajar dan dibaca lurus dengan mata
  • Untuk pengukuran khusus air raksa maka garis batas yang diperhatikan adalah meniskus cembungnya melalui aturan yang sama yaitu sejajar lokasinya saat akan dibaca. Akan lebih enak jika anda meletakkannya di atas meja sehingga sudah pasti lokasinya datar dan memudahkan anda untuk membuatnya sejajar juga dengan mata saat membaca.

Dengan mengetahui beberapa catatan tersebut akan membantu anda untuk benar-benar mendapatkan hasil pengukuran akurat. Untuk setiap jenis cairan memang berbeda cara membaca atau bagian yang harus diperhatikan. Sehingga anda tidak bisa menyamaratakan cara membaca untuk setiap jenis cairan atau larutan yang berbeda. Memperhatikan berbagai hal secara lebih detail tentunya akan membantu anda untuk lebih mudah mendapatkan hasil tepat. Melakukan pengukuran menggunakan pemanfaatan fungsi gelas ukur ini memang cukup mudah diaplikasikan asal tetap dengan memperhatikan kejelian dalam membaca hasil pengukurannya.

 

Memahami Fungsi Alat-alat Laboratorium

Laboratorium merupakan sebuah tempat untuk segala kegiatan ilmiah yang mencakup riset, pengukuran dan eksperimen. Jenis laboratorium terdiri dari laboratorium kimia, laboratorium fisika dan laboratorium biologi dan sebagainya.
 

Fungsi Alat-Alat Laboratorium

Fungsi alat-alat laboratorium pada umumnya dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu alat ukur, alat tampung, dan alat pendukung. Alat ukur berguna dalam menetapkan jumlah zat cair secara pasti. Sedangkan alat tampung berguna sebagai wadah untuk menampung  bahan kimia, bukan untuk mengukur kuantitas zat kimia.

Supaya sebuah riset maupun eksperimen berjalan dengan lancar maka memerlukan alat-alat laboratorium yang berstandar dan lengkap. Adapun fungsi alat-alat laboratorium adalah sebagai berikut:
 

1. Gelas Ukur

Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan mulai dari 10 mL sampai 2 L. Gelas ukur ini pada umumnya berbentuk seperti pipa yang dibuat dari plastik dengan bagian bawah yang lebar yang merupakan kaki untuk menjaga keseimbangan gelas ukur.
 

2. Labu Ukur

Labu ukur merupakan alat kimia yang sering digunakan dalam menakar larutan hingga mencapai volume tertentu. Selain itu labu ukur sering juga dipakai untuk menyisakan larutan kimia analitik dalam konsentrasi yang berakurasi tinggi.Pada bagian leher labu ukur memiliki sebuah lingkaran gradasi, kelas gelas, volume, dan suhu kalibrasi.

Terdapat juga pada lehernya sebuah tanda batas yang menunjukkan ukuran volume, dari 1 mL hingga 2 L.Biasanya, labu ukur memiliki warna yang transparan dan ada juga yang berwarna gelap yang terbuat dari bahan polietilen yang tahan terhadap reaksi kimia.
 

3. Gelas Beaker atau Gelas Piala

Gelas beaker digunakan sebagai tempat untuk menyimpan maupun membuat larutan kimia. Gelas ini mempunyai takaran akan tetapi tidak digunakan untuk mengukur volume zat cair.
 

4. Corong Gelas

Corong gelas terdiri dari dua jenis, yaitu corong yang menggunakan gelas dan corong yang menggunakan plastik. Fungsi corong gelas berguna untuk memindahkan larutan kimia dari suatu tempat ke tempat lain. Selain itu juga digunakan untuk melakukan penyaringan yang sudah diberi kertas saring.
 

5. Buret

Buret berfungsi untuk titrasi, akan tetapi pada keadaan tertentu juga sering digunakan untuk mengukur suatu volume larutan kimia.
 

6. Filler (karet Penghisap)

Berfungsi untuk menghisap larutan kimia dari sebuah botol larutan. Untuk larutan selain jenis air sebaiknya dianjurkan untuk menggunakan filler yang sudah disambungkan pada pipet ukur.
 

7. Gelas Arloji

Gelas arloji berfungsi untuk menutup saat melakukan proses pemanasan larutan kimia, untuk menimbang atau menakar bahan kimia, dan untuk mengeringkan bahan kimia dalam desikator.
 

8. Kaki Tiga

Kaki tiga sebagai tempat untuk penyangga saat melakukan proses pemanasan dengan pembakar spiritus.
 

9. Mortal dan Pastle

Sebagai wadah untuk menghaluskan bahan kimia yang sifatnya padat berbentuk kristal.

10. Kacamata Pengaman

Kacamata pengaman berfungsi untuk melindungi mata dari bahan yang berbahaya atau bahan yang dapat menyebabkan iritasi mata. Selain itu untuk perlindungan dari percikan uap logam, api, serbuk debu, kabut hingga zat-zat kimia yang meletup saat proses pemanasan.
 

11. Ring

Ring digunakan untuk penjepit corong pemisah saat proses pemisahan serta untuk meletakkan corong saat melakukan penyaringan.
 

12. Klem dan Statif

Berfungsi untuk menjepit soklet pada saat ekstraksi, menjepit buret dalam proses titrasi, dan menjepit kondensor saat proses destilasi.
 

13. Krusibel

Krusibel dibuat dari bahan porselen yang sifatnya inert, yang berguna untuk memanaskan logam.
 

14. Kawat Kasa

Kawat kasa berguna untuk menahan labu maupun gelas beaker pada proses pemanasan yang menggunakan pemanas spiritus.
 

15. Kertas Saring

Kertas saring berguna untuk menyaring larutan kimia.

Demikianlah beberapa peralatan laboratorium serta fungsi alat-alat laboratorium yang sering digunakan pada sebuah laboratorium kimia yang perlu untuk diketahui.