Jenis-Jenis dan Fungsi Spatula Laboratorium Yang Wajib Anda Ketahui

Fungsi spatula laboratorium sangatlah penting, terutama bagi Anda yang bekerja di dunia penelitian. Namun, sebelum membahas lebih dalam tentang fungsi-fungsi spatula laboratorium, terlebih dahulu ketahui definisinya. Secara umum, spatula adalah alat untuk mengambil sebuah objek.

Ada banyak jenis spatula, baik yang digunakan untuk penelitian di laboratorium maupun untuk kegiatan memasak. Nah, khusus untuk spatula laboratorium kimia maupun biologi, bentuknya kecil, pipih, dan bertangkai. Untuk lebih jelasnya, berikut ini uraian lengkap mengenai jenis-jenis sekaligus fungsi spatula laboratorium tersebut.

 

Bahan dan Bentuk Spatula Laboratorium

Ada banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat spatula, mulai dari bahan kayu, alumunium, hingga stainless steel. Pemilihan bahan ini pastinya sangat berhubungan dengan benda apa yang akan diambil dengan spatula tersebut. Jika benda yang diambil berisiko mengalami reaksi jika berhubungan alumunium, pastinya bahan spatula yang digunakan sebaiknya dari kayu atau stainless steel.

Selain bahan, bentuk spatula laboratorium sangat bergantung pada besarnya benda yang akan diambil. Sebagai contoh, spatula yang digunakan untuk mengambil sampel yang hanya mempunyai berat sekitar 5 gram, pastinya berbeda dengan bentuk spatula yang akan digunakan untuk mengambil sampel berukuran hingga 30 gram atau bahkan lebih.

 

Jenis-Jenis Spatula Laboratorium

Secara garis besar, ada tiga jenis spatula yang biasa digunakan untuk keperluan laboratorium. Berikut ini ulasan lebih lengkapnya:

  1. Spatula yang terbuat dari bahan stainless steel.
  2. Spatula politena atau spatula tanduk.
  3. Spatula nikel, yaitu spatula yang disepuh dengan menggunakan bahan nikel.

 

Fungsi Spatula Laboratorium

Dari ketiga jenis spatula laboratorium di atas, masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut ini lebih lengkapnya tentang fungsi spatula laboratorium berdasarkan jenis-jenisnya:

 

1. Spatula Stainless Steel

Spatula yang terbuat dari bahan yang diyakini anti karat ini biasanya digunakan untuk mengambil objek sangat kecil yang telah melalui proses pengirisan dan disiapkan untuk bahan penelitian melalui mikroskop.

 

2. Spatula Politena

Spatula yang juga sering disebut banyak orang spatula tanduk ini biasanya digunakan untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padat.

 

3. Spatula Nikel

Spatula ini berfungsi sebagai sendok kecil yang juga digunakan untuk mengambil bahan kimia. Hanya saja bedanya, alat ini juga bisa digunakan sebagai alat pengaduk saat membuat suatu larutan. Semua jenis larutan yang ingin dibuat, kecuali larutan asam, bisa menggunakan alat ini sebagai alat pengaduk. Meskipun merupakan hasil sepuhan nekel, namun pada dasarnya spatula ini berasal dari sebatang kaca yang mempunyai diameter 4 mm.

Batang kaca tersebut kemudian dipotong memanjang dan di kedua ujungnya dibuat membulat dengan menggunakan nyala bunsen. Untuk ukuran panjang, spatula digunakan untuk tabung reaksi biasanya mempunyai panjang 20 cm, sedangkan spatula yang digunakan pinggan atau gelas piala kecil biasanya mempunyai panjang 8–10 cm.

Itulah pembahasan mengenai pengertian, bahan, jenis-jenis, sekaligus fungsi spatula laboratorium. Bagi pekerja laboratorium, baik kimia maupun biologi, informasi ini sangatlah penting, mengingat dalam setiap percobaan, bahan kimia tidak sembarang bisa berinteraksi dengan semua bahan, termasuk bahan dari medianya.

Salah dalam menggunakan jenis spatula akan berakibat fatal pada hasil penelitian yang sedang dilakukan. Dengan kata lain, meskipun kecil, benda ini ternyata sangat penting perannya dalam dunia penelitian. Oleh karena itu, mengetahui tentang jenis-jenis sekaligus fungsi spatula laboratorium sangat penting untuk diketahui.

Jenis dan Fungsi Pipet Volume

Bagi anda yang sering berada di laboratorium pastinya sudah sangat kenal dengan pipet volume. Jika dulu di SMA gemar dengan pelajaran IPA pastinya juga sudah sangat akrab dengan benda ini. Fungsi Pipet Volume ternyata sangat beragam dan sangat berguna bagi orang yang melakukan uji coba. Walaupun alat ini terlihat sangat sederhana namun proses pembuatan benda ini dibutuhkan ketelitian. Selain ketelitian alat ini juga harus diukur dengan teknik teknik yang sangat presisi dan harus memenuhi tingkat ketepatan tertentu agar tercipta dengan baik.

 

Fungsi Pipet Volume

Fungi pipet volume adalah untuk memindahkan cairan-cairan yang digunakan dalam proses pengujian dengan jumlah mulai sangat kecil hingga ukuran lainnya yang diinginkan sang penguji. Caranya adalah dengan menyedot cairan yang akan dipindahkan dengan menggunakan mulut secara perlahan lahan. Sehingga sangat penting sekali untuk selalu ingat saat menggunakan alat ini harus cukup berhati hari terutama saat akan memindahkan berbagai jenis cairan yang berbahaya.

Pipet Volume sangat penting digunakan dalam pengujian pengujian biologi, seperti biologi molekular, dan juga pengujian pengujian kimia yang masuk dalam bagian kimia analitik. Tidak hanya disitu saja, namun berbagai praktek ilmu kedokteran juga membutuhkan pipet volume. Alat ini umumnya dibuat dengan bahan bahan yang transparan, dan sangat membantu dalam memindahkan berbagai macam jenis cairan dan zat cair lainnya.

 

Bentuk Pipet Volume

Pipet sendiri adalah sebuah alat yang mempunyai bentuk silinder dan cukup panjang. Jika diamati lebih lanjut bentuk pipet akan menyerupai bentuk sedotan minuman. Umumnya terbuat dari bahan gelas atau beling dan transparan. Umunya juga alat ini menggunakan satuan ukur mililiter atau ml. Sehingga dengan bentuk dan ukuran tersebut pipet sangat cocok dan sangat membantu proses pengujian tertentu yang membutuhkan tingkat keakuratan tinggi. Jenis pipet sebenarnya cukup bermacam macam oleh karena itu sangat penting untuk memahami jenis dan juga kegunaannya agar tidak salah pakai dan mengakibatkan kegagalan dalam proses pengujian.

 

Jenis Jenis Pipet beserta fungsinya

Pipet jenis yang berbeda tentunya akan memberikan manfaat yang berbeda pula, berikut ini adalah beberapa jenis pipet.

 

1. Pipet atau chemical dropper

Pipet ini berfungsi dan berguna sebagai alat untuk memindahkan sejumlah cairan. Pipet ini mempunyai tingkat presisi dan juga juga tingkat akurasi yang tinggi. Pipet ini terdiri dari dua jenis yaitu yang pertama adalah mikropipet yang mempunyai ukuran sangat kecil hingga kecil. Yang kedua adalah jenis makro dengan ukuran dan juga volume cairan yang lebih besar dari jenis yang pertama.

 

2. Pipet ukur

Pipet jenis ukur ini juga sering disebut dengan measuring pipet. Pipet ini mempunyai ukuran yang paling besar hingga mencapai 50 ml dan berguna juga untuk memindahkan berbagai jenis larutan dalam proses uji coba.

 

3. Pipet tetes

Pipet tetes ini sangat unik karena mampu memindahkan berbagai jenis cairan dengan cara setetes demi setetes dari satu wadah ke wadah lainnya.

 

4. Pipet Buret

Pipet buret ini mempunyai fungsi yang sangat baik dalam mengukur sebuah cairan yang dikeluarkan pada saat proses titrasi.

 

5. Pipet Volume

Pipet jenis volume ini mempunyai bentuk yang lain dari pada jenis pipet lainnya. Fungsi Pipet Volume sebenarnya hampir sama dengan pipet lainnya. Bagian tengah atau bagian menggembung berguna untuk memindahkan dan mengambil cairan atau larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label volume yang terdapat pada bagian yang menggembung. Dalam mengambil larutan bisa secara manual, namun juga bisa menggunakan alat penyedot yang disebut dengan pipet pump atau propipet.

 

Ini Dia Cara Kerja Hot Plate dan Tips Menggunakannya

Cara kerja hot plate sebenarnya tidaklah sulit. Siapa pun bisa melakukannya, asal sebelumnya mengetahui seluk-beluk dari salah satu alat laboratorium ini. Nah, berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian hot plate dan fungsinya, agar Anda lebih bisa memahami cara kerja hot plate hingga tips menggunakannya.

 

Pengertian dan Fungsi Hot Plate

Jika didefinisikan, hot plate merupakan salah satu alat laboratorium yang sering digunakan dalam sebuah penelitian. Adapun fungsi dari alat ini ada dua. Pertama, untuk memanaskan larutan yang mudah terbakar, dan kedua untuk menghomogenkan larutan. Jika alat ini digunakan untuk menghomogenkan larutan, diperlukan alat bantu stirrer bar untuk mengaduk. Namun, jika hanya digunakan untuk memanaskan larutan, cukup hot plate saja yang digunakan. Hanya saja, di jaman sekarang ini, para peneliti tetap lebih menyukai alat yang multifungsi meskipun belum tentu digunakan saat penelitian.

 

Cara Kerja Hot Plate

Cara kerja hot plate sangatlah sederhana. Berikut ini langkah demi langkah yang bisa Anda lakukan dalam menggunakan hot plate saat akan memanaskan sekaligus mengaduk larutan:

  1. Pastikan hot plate sudah tersambung pada sumber daya listrik.
  2. Timbang bahan kimia yang akan dilarutkan dengan menggunakan timbangan analitik.
  3. Masukkan bahan kimia tersebut ke dalam gelas kimia atau tabung erlenmeyer.
  4. Tambahkan sejumlah pelarut ke dalamnya, seperti aquades.
  5. Letakkan gelas kimia tersebut di atas hot plate.
  6. Nyalakan tombol ON pada hot plate dan atur suhunya agar bahan melarut.
  7. Masukkan batang pengaduk dan atur kecepatan adukan.

 

Tips Menggunakan Hot Plate

Agar proses pemanasan maupun pengadukan larutan berjalan lancar sesuai yang diinginkan, ada beberapa tips keselamatan yang harus dilakukan, yaitu:

 

1. Perhatikan Alat Gelas yang Digunakan

Karena hot plate digunakan untuk membuat larutan dengan cara dipanaskan dan diaduk, maka pastikan alat gelas yang menampung bahan larutan tersebut tahan terhadap panas sehingga tidak pecah saat proses pemanasan.

 

2. Perhatikan Luas Permukaan Hot Plate

Pastikan luas permukaan hot plate lebih luas daripada objek yang dipanaskan. Sebab, dengan begitu, panas yang dihasilkan hot plate dapat menyebar secara merata ke seluruh objek yang dipanaskan. Jika objek lebih luas dari permukaan hot plate, maka akan ada bagian objek yang tidak mendapat panas secara maksimal.

 

3. Gunakan Batu Didih

Agar proses pemanasan dapat dilakukan lebih cepat, masukkan batu didih ke dalam larutan yang sedang dididihkan. Selain itu, dengan adanya batu didih, letupan didihan bahan kimia yang ada di dalam gelas kimia dapat diredam sehingga tidak keluar dan membasahi hot plate.

 

4. Perhatikan Kelembaban Udara Ruangan

Berhati-hatilah saat larutan sudah mencapai panas yang tinggi, sedangkan kelembaban ruangan rendah. Sebab, hal ini akan menyebabkan keretakan pada gelas kimia. Oleh karena itu, usahakan kelembaban udara ruangan dan panas hot plate selalu stabil.

 

5. Perhatikan Titik Didih Larutan

Setiap bahan kimia mempunyai titik didih yang berbeda. Sesuaikan suhu yang digunakan untuk memanaskan bahan kimia melebihi titik didihnya. Sebab, hal tersebut akan menyebabkan wadah cepat kering dan berisiko retak.

 

6. Jauhkan dari Benda yang Mudah Terbakar

Pastikan di sekitar hot plate jauh dari bahan yang mudah menguap dan terbakar. Sebab, hal ini bisa memicu kebakaran saat hot plate digunakan.

 

7. Matikan Hot Plate Jika Sudah Selesai

Jangan lupa langsung mematikan mesin hot plate saat sudah selesai digunakan. Caranya cukup dengan menekan tombol OFF dan mencabut kabel yang menghubungkan dengan aluran listrik.

 

Fungsi Rak Tabung Reaksi dan Cara Penggunaan Tabung Reaksi

Apakah fungsi rak tabung reaksi? Rak tabung reaksi merupakan salah satu dari alat-alat laboratorium yang berupa non gelas terbuat dari kayu yang berbentuk seperti rak kecil, rak ini digunakan untuk menata atau menyimpang beberapa dari tabung reaksi. Terdapat beberapa lubang lubang di bagian atas rak yang berguna untuk menaruh tabung reaksi supaya bisa berdiri.

 

Fungsi Rak Tabung Reaksi

Fungsi rak tabung reaksi yaitu sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi yang berjumlah banyak. Rak tabung ini dibuat dari bahan dasar kayu yang berukuran 35 x 7 cm dan dapat menyimpan sebanyak 24 tabung reaksi.

Sedangkan tabung reaksi merupakan tabung yang dibuat dari plastik maupun kaca yang tahan akan perubahan temperatur maupun tahan dari segala reaksi kimia. Tabung reaksi disimpan di atas rak tabung baik tabung  yang ada tutup dan juga yang tanpa tutup.

Tabung reaksi dikenal dengan Culture Tube atau Test Tube. Culture tube merupakan sebuah tabung reaksi yang tidak ada bibir biasanya dipakai dan digunakan untuk pembiakan mikroorganisme dalam skala cair.

 

Tabung Reaksi

Tabung reaksi terbuat dari kaca bening berbentuk huruf-U yang besarnya kira-kira seukuran jari tangan orang dewasa dan  supaya dapat terlihat oleh para peneliti atau analis untuk melakukan proses reaksi kimia. Tabung ini juga tahan akan panas, hal tersebut dikarenakan proses untuk reaksi kimia dengan membutuhkan panas.

Biasanya reaksi kimia yang memakai tabung ini adalah reaksi oksidasi atau reaksi oksidasi. Ukuran tabung reaksi sangat bervariasi baik dari segi ukuran maupun dari diameternya atau segi panjangnya. Maka dari itu membutuhkan rak tabung reaksi dengan berbeda-beda lubangnya.

Sebelum membelinya Anda harus mengetahui secara pasti Fungsi rak tabung reaksi  maupun tujuannya. Terdapat beberapa versi dari panjang tabung reaksi antara lain: 23 ; 12 ; 14 ; 22 ; 15 ; 16 ; 11 ; cm, sementara untuk diameter tabung reaksi bervariasi dari 2.2 ; 1 ; 1.2 ; 1.9 ; 1.6 cm.

 

Fungsi Tabung Reaksi

Penggunaan tabung reaksi supaya dapat mempermudah pekerjaan di laboratorium biasanya menggunakan rak tabung dengan berbagai ukuran yang bervariasi dijual. Adapun fungsi tabung reaksi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagai sebuah wadah untuk menampung reaksi kimia dalam skala medium.
  • Untuk melakukan percobaan reaksi kimia dalam skala kecil.
  • Sebagai wadah untuk perkembangbiakan mikroorganisme dalam media cair.
  • Untuk mencampur, menampung, dan memanaskan bahan kimia dalam jumlah yang kecil.
  • Untuk pengujian kualitatif.

 

Penggunaan Tabung Reaksi

Penggunaan tabung reaksi biasanya diisi air ke dalam sebuah gelas beker yang diletakkan terbalik air yang terisi tersebut berguna untuk menangkap gas, tabung reaksi biasanya disimpan pada sebuah rak khusus, klem, dan tang.

Rak tabung tersebut didesain dengan berbagai posisi biasanya horizontal, supaya dapat memaksimalkan permukaan tabung reaksi dan perkembangbiakan di dalamnya. Pada umumnya dalam tahap pemanasan bahan kimia yang memakai tabung reaksi terdapat 2 cara.

Cara pertama, dipanaskan terlebih dahulu tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia yang sudah diisi air dan kemudian menggunakan kompor / heater pembakar spiritus untuk proses pemanasan. Cara yang terakhir agar selalu memegang tabung reaksi dengan menggunakan jepit oleh penjepit tabung.

Tidak boleh dengan tangan kosong, harus selalu memakai penjepit tabung reaksi maupun memakai sarung tangan yang tahan panas supaya tangan Anda tidak terkena dampak panas dari reaksi kimia kemudian untuk selanjutnya dibakar secara langsung di atas api.

Fungsi Corong dalam Dunia Penelitian dan Jenis-jenisnya

Fungsi corong yang sebenarnya, ternyata tidak semua orang mengetahuinya. Sebagian besar orang beranggapan bahwa corong ini hanya digunakan untuk memindahkan zat berbentuk cair dari satu tempat ke tempat yang lain. Padahal, lebih dari itu, dalam dunia penelitian, corong mempunyai beberapa fungsi. Berikut ini ulasan lengkap tentang fungsi corong, sekaligus jenis-jenis dan cara penggunaannya.

 

Bagian-Bagian dan Ukuran Corong

Secara garis besar, corong hanya mempunyai dua bagian, yaitu mulut dan batang corong. Jika dilihat dari bahannya, ada dua jenis corong, yaitu corong dengan bahan karet atau plastik dan corong dengan bahan gelas. Meskipun sama-sama digunakan untuk memindahkan cairan, namun jenis cairan inilah yang akan membedakan corong jenis mana yang akan digunakan.

Khusus untuk corong gelas, ada beberapa ukuran yang disediakan, dari terkecil hingga terbesar. Beberapa diameter corong yang tersedia antara lain 50, 75, 100, 150, dan 120 mm. Sedangkan, untuk panjangnya disesuaikan dengan besar diameter atasnya tersebut.

 

Jenis-Jenis Corong

Jika dilihat dari bentuk dan peruntukannya, terdapat beberapa jenis corong. Berikut ini beberapa di antaranya

 

1. Corong Gelas (Funnel Conical)

Corong inilah yang paling sering digunakan dalam dunia penelitian. Bentuknya sama seperti corong pada umumnya, hanya saja bahan yang digunakan dari gelas, karet, atau plastik. Biasanya, corong ini digunakan untuk memindahkan larutan dari satu tepat ke tempat lain atau bisa juga digunakan untuk proses penyaringan dengan terlebih dahulu melapisi bagian atasnya dengan kertas saring.

 

2. Corong Bucher

Corong jenis lain yang juga sering digunakan dalam penelitian adalah corong bucher. Corong tidak hanya digunakan untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain, namun sekaligus menyaring cairan yang dipindahkan tersebut. Tak heran jika benda ini biasanya lebih banyak digunakan untuk memindahkan suatu larutan yang membutuhkan penyaringan. Dalam penggunaannya, corong ini membutuhkan bantuan pompa vakum.

 

3. Corong Pisah (Separatory Funnel)

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, corong ini lebih spesifik lagi, baik bentuk maupun fungsinya. Dilihat dari bentuknya, corong yang terbuat dari kaca ini mempunyai bagian atas yang bulat dengan lubang pengisian berada di bagian atas, di mana bagian bawahnya terdapat katub. Sedangkan jika dilihat dari fungsinya, corong ini digunakan untuk memisahkan dua cairan yang mempunyai massa jenis berbeda pada proses ekstraksi.

 

Fungsi Corong

Seperti dijelaskan sebelumnya, corong mempunyai fungsi yang berbeda untuk setiap jenisnya. Hanya saja, secara garis besar fungsinya sama, yaitu memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain serta sebagai tempat untuk proses ekstraksi. Berikut lebih lengkapnya fungsi corong tersebut:

  1. Alat untuk memindahkan atau memasukkan cairan atau larutan dari satu tempat ke tempat yang lain yang mempunyai mulut kecil, seperti botol, labu ukur, atau buret.
  2. Alat untuk membantu dalam proses penyaringan suatu larutan, dengan terlebih dahulu melapisi bagian atasnya dengan kertas saring.
  3. Alat untuk membantu dalam proses ekstraksi suatu larutan hingga dua cairan dapat terpisah hanya dalam satu alat.

 

Cara Membersihkan Corong

Agar corong dapat awet, terawat, dan terhindar dari kontaminasi, harus dibersihkan setiap kali akan digunakan maupun setelah selesai penggunaan. Adapun cara membersihkannya cukup mudah. Anda tinggal mencuci dengan menggunakan air dan sabun, kemudian bilas dengan air bersih. Setelah itu, keringkan dengan lap yang lembut dan simpan di tempat yang aman.