jenis jenis viskometer

Jenis jenis Viskometer Yang Harus Anda Ketahui

Setiap larutan yang ada di dunia ini memiliki suatu kekentalan atau viskositas. Kadar kekentalan ini dapat diukur menggunakan alat yang bernama viskometer. Beberapa model viskometer yang lazim ditemui adalah viskometer bola jatuh, sistem rotasi dan tabung pipa kapiler.

Viskometer rotasi pada umumnya dibuat dengan dua standar yakni menggunakan sistem Searle (silinder bagian dalam diam dan bagian luar berputar) dan sistem Couette (silinder bagian luar diam dan bagian dalam berputar). Sedangkan, ada dua tipe instrumen viskometer rotasi yaitu tipe Mac Michael dan Stormer. Lantas, apa sajakah jenis-jenis alat viskometer yang perlu Anda ketahui? Simak ulasannya dibawah ini.

Viskometer Ostwald

Viskometer ini memiliki prinsip kerja dengan mengukur kecepatan aliran suatu larutan. Jika aliran kecepatan larutan semakin lambat, maka nilai viskositas akan semakin besar. Spesifiknya, viskometer ini mengukur jumlah cairan yang dibutuhkan untuk melewati suatu tanda pengukur yang ada pada bagian atas pipa kapiler.

Viskometer ini bekerja dengan prinsip Hukum persamaan Poiseuille. Hukum ini menyatakan bahwa suatu cairan yang mengalir melalui suatu tabung memiliki ketergantungan dan berbanding langsung terhadap penurunan tekanan yang ada pada kedua ujung tabung dan jari-jari tabung. Hukum ini juga menyatakan bahwa laju aliran cairan bergantung dengan sifat fluida, dimensi pipa serta perbedaan pada kedua ujung pipa.

Viskometer Cup and Bob

Pada viskometer ini, cairan dimasukkan dalam suatu ruangan antara dinding luar (bob) dan dinding di dalam mangkuk (cup) yang diletakkan pas dengan rotor. Beberapa tipe viskometer ini memiliki cara kerja yang berbeda, ada viskometer cup and bob dengan rotor yang berputar maupun viskometer cup and bob dengan mangkuk yang berputar. Salah satu viskometer cup and bob dengan bagian rotor yang berputar disebut viscotester dengan dua tipe yakni VT-03 F dan VT-04 F.

Cairan yang memiliki viskositas tinggi dapat diukur dengan viscotester VT-03 sedangkan cairan dengan viskositas rendah dapat diukur dengan viscotester VT-04. Cara pengukuran pada viskometer cup and bob adalah dengan memasukkan cairan ke dalam mangkuk, memasang rotor kemudian menghidupkan alat. Kemudian, kadar viskositas larutan akan muncul pada skala. Akan tetapi, viskometer ini memiliki kekurangan yakni adanya penurunan konsentrasi akibat pergeseran antara bob dan cup. Hal ini membuat zat yang keluar ini memadat dan membentuk aliran sumbat.

Viskometer Hoppler

Viskometer ini bekerja dengan prinsip Hoppler berdasarkan periode waktu jatuhnya benda melalui medium zat cair. Pada viskometer ini, hukum Hoppler diaplikasikan dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan sebuah bola untuk melewati ketinggian atau jarak tertentu. Selain itu, viskometer ini juga bekerja dengan Hukum Stokes.

Baca Juga : Yuk Cari Tahu Prinsip Kerja Viskometer Kapiler!

Hukum stokes ini yakni gaya gesek yang ditimbulkan antara permukaan benda padat yang bergerak dalam suatu larutan akan sebanding dengan kecepatan gerak benda tersebut terhadap larutannya. Untuk menjalankan viskometer ini, larutan akan dimasukkan dalam tabung dan dimasukkan bola. Stopwatch akan dihidupkan saat bola diatas, dan dimatikan saat bola di bawah, kemudian waktu antara bola jatuh dari atas sampai kebawah dicatat.

Viskometer Brookfield

Viskometer ini juga disebut sebagai viskometer cone/plate dan merupakan viskometer yang paling canggih dan praktis. Pengukuran viskometer ini menggunakan pengukuran gaya punter sebuah rotor silinder yang dicelupkan kedalam fluida. Bahan fluida ini diletakkan di dalam wadah sembari poros yang direndam dalam fluida tersebut bergerak dan melakukan pengukuran viskositas.   Selain itu, ada pula jenis viskometer brookfield dengan sampel yang diletakkan diatas piringan papan dan disesuaikan dengan posisi kerucut dibawah rotor.

Rotor ini kemudian digerakkan dengan berbagai macam kecepatan. Sampel fluida tersebut kemudian digeser di dalam ruang sempit antara papan yang diam sembari rotor berputar. Beberapa hal yang mempengaruhi akurasi alat ini yaitu ukuran sampel, kebersihan alat, jenis bahan, serta waktu yang dibutuhkan untuk menstabilkan cairan sampel sebelum dapat terbaca oleh alat.

Itulah beberapa jenis viskometer yang wajib Anda ketahui. Setiap viskometer memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Anda bisa memilih viskometer yang sesuai dengan sampel fluida yang akan Anda ukur viskositasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *