Keselamatan Kerja di Laboraturium Kimia

10 Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia yang Harus Anda Pahami

Prosedur keselamatan kerja merupakan hal paling penting yang harus ada dalam setiap pekerjaan berisiko tinggi. Pekerjaan dan tempat kerja berisiko tinggi tersebut di antaranya adalah laboratorium kimia. Oleh sebab itulah bagi Anda yang bekerja di laboratorium, ada prosedur keselamatan kerja di laboratorium yang harus dipatuhi. Berikut 10 prosedur keselamatan kerja di laboratorium yang perlu Anda ketahui, di antaranya.

Pakaian Laboratorium

Pakaian ketika bekerja di laboratorium adalah dengan menggunakan jas yang sudah seseuai peraturan keselamatan kerja di laboratorium, sarung tangan dan pelindung lainnya yang bersifat nyaman. Selain itu, bagi pria maupun wanita rambut harus diikat agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan. Begitu juga dengan alas kaki harus menggunakan sepatu safety dan hindari penggunaan perhiasan yang bisa rusak karena bahan kimia.

Pemindahan Bahan Kimia

Jika memindahkan bahan di laboratorium kimia Anda perlu membaca label untuk menghindari kesalahan pengambilan bahan. Lalu, pindahkanlah sesuai jumlah yang diperlukan dan jangan gunakan bahan kimia berlebihan. Sebaiknya, jangan pula mengembalikan bahan kimia ke tempat botol semula guna menghindari kontaminasi dan menerapkan prosedur keselamatan kerja.

Pemindahan Bahan Kimia Padat

Apabila Anda ingin memindahkan zat kimia yang bersifat padat, sebaiknya gunakan sendok atau alat lainnya yang bukan berasal dari bahan logam. Kemudian keluarkanlah secara perlahan dan jangan keluarkan bahan secara berlebihan. Agar lebih optimal Anda perlu memindahkan peralatan terbebas dari kontaminasi. Lalu, hindarilah satu sendok yang digunakan untuk berbagai macam zat kimia lainnya.

Pemanasan Larutan dalam Tabung Reaksi

Sementara itu bila Anda ingin melakukan pemanasan menggunakan tabung reaksi adalah isi tabung reaksi sebagian saja. Api pemanas harus berada di bagian bawah larutan. Kemudian goyangkan tabung reaksi agar pemanasn merata. Arahkan mulut tabung pada tempat yang aman agar percikannya tidak mengenai orang lain.

Pemanasan dalam Gelas Kimia

Untuk memanaskan larutan dalam sebuah gelas kimia prosedur yang harus dipenuhi adalah selalu gunakan alat berbentuk kaki tiga sebagai penopangnya. Batang gelas harus diletakkan pada gelas kimia guna menghindari pemanasan yang bersifat mendadak. Isikan air pada gelas dalam jumlah seperempatnya guna menghindari adanya tumpahan dari alat yang dapat menyebabkan bahaya ketika sedang melakukan praktikum.

Peralatan dan Cara Kerja

Beberapa peralatan dan cara kerja di laboratorium lainnya adalah ketika memegang botol reagen sebagai alat, harus dipegang pada bagian label pada telapak tangan. Hindarilah pecahan kaca dari alat dan bahan yang terbuat dari kaca. Sebaiknya Anda perlu menggunakan sarung tangan demi keamanan. Hindarilah cairan yang dapat menyebabkan kecelakaan ketika sedang melakukan praktikum.

Pembuangan Limbah

Limbah dari laboratorium dapat mencemari lingkungan, maka dari itu beberapa prosedurnya antara lain adalah jangan buang langsung ke lingkungan dan buanglah pada tempat khusus berdasarkan kriteria limbah. Segeralah buang limbah bahan kimia setelah digunakan. Limbah yang berbentuk cair dan tidak larut di dalam air serta beracun bisa dikumpukan pada suatu tempat dengan label yang sejelas-jelasnya.

Terkena Bahan Kimia

Ketika Anda terkena bahan kimia setelah terjadi kecelakaan di laboratorium, hal yang harus dilakukan adalah pertama, janganlah panik. Mintalah bantuan orang-orang terdekat dan bersihkan bagian tersebut dengan air hingga bersih. Jika mengenai kulit sebaiknya jangan digaruk lalu bawalah korban keluar dari laboratorium agar dapat menghirup banyak oksigen.

Bahan Kombinasi yang Perlu Dihindari

Bahan-bahan di laboratorium memiliki sifat berbeda-beda dan memiliki potensi kecelakaan kerja. Oleh sebab itu Anda perlu berhati-hati serta menghindari kombinasi bahan kimia berbahaya seperti:

  • Natrium atau Kalium dengan air
  • Amonium nitrat, serbuk seng dan air
  • Kalium nitrat dengan natrium asetat
  • Nitrat dengan ester
  • Peroksida dengan magnesium, seng atau aluminium
  • Benzena atau alkohol dengan api

Gas Berbahaya

Selain bahan kombinasi, beberapa gas di laboratorium kimia juga dapat menimbulkan bahaya dan kecelakaan bila tidak ditempatkan dengan baik. Contohnya saja adalah gas HCl, HF, nitrat dan nitrit, klorin, sulfur dioksida yang dapat membuat iritasi. Sebaiknya hindari kecelakaan akibat kebocoran gas monoksida yang mematikan, serta hidrogen sianida yang memiliki aroma dan gas yang sangat beracun bagi kesehatan.

Manfaat Penerapan Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya, “Apa pentingnya menerapkan prosedur keselamatan bekerja di laboratorium?”. Perlu Anda ketahui, keamanan dalam bekerja adalah hal terpenting yang harus kita perhatikan setiap kali kita bekerja, terlebih jika kita bekerja di laboratorium.

Keselamatan dalam bekerja adalah tanggung jawab semua karyawan dan perusahaan. Prosedur keselamatan dalam bekerja di laboratorium memiliki peran pentin untuk melindungi para pekerja, selain itu prosedur keamanan ini juga berguna untuk melindungi perusahaan dari resiko apapun yang bisa saja terjadi. Di bawah ini adalah manfaat menerapkan prosedur keselamatan kerja, terutama di laboratorium:

1. Melindungi Karyawan

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau manfaat prosedur keselamatan memiliki manfaat utama, yaitu melindungi para karyawan ketika sedang bekerja. Penerapan prosedur ini didalam perusahaan bertujuan untuk melindungi semua bentuk kesalahan proses kerja yang dapat mengakibatkan kerugian materil dan non materil.

2. Berguna untuk mematuhi Aturan dan Undang-Undang yang Berlaku

Sebuah perusahaan harus bisa beroperasi dengan aturan dan undang-undang yang sudah ditetapkan pemerintah dan berlaku di masyarakat. Perusahaan yang mematuhi undang-undang dan melaksanakan prosedur K3 akan lebih tertib dan memiliki citra yang baik di masyarakat.

3. Meningkatkan Tingkat Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan

Dengan menerapkan K3 di dalam perusahaannya, prosedur ini dapat meminimalisir terjadinya produksi barang yang rusak dan cacat. Dalam kata lain, perusahaan yang menerapkan prosedur K3, memiliki peluang untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan karena memiliki jaminan kualitas kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dengan meminimalisir kecelakaan dan bahaya di laboratium yang dapat menimbulkan bahaya.

Itulah 10 prosedur keselamatan kerja di laboratorium yang perlu untuk diperhatikan. Selain 10 prosedur tersebut, peralatan laboratorium haruslah selalu steril dan bersih dengan kondisi baik.

Baca Juga: Kriteria Distributor Alat Laboratorium Kimia dengan Layanan Terpercaya

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *