Macam Macam Pipet Laboratorium

Macam macam pipet ditentukan berdasarkan tujuan pengunaannya dengan tingkat ketelitian berbeda. Pipet digunakan untuk memindahkan cairan dengan volume tertentu saat melakukan penelitian di laboratorium. Berbeda dengan pipet pada umumnya, pipet laboratorium memiliki tingkat keakuratan tertentu dalam menjalankan fungsinya untuk memindahkan cairan ke dalam tabung reaksi.

Berdasarkan bahan dan cara penggunaannya, pipet dibagi menjadi 2 macam yaitu pipet gelas dan pipet pison. Pipet gelas adalah jenis pipet yang terbuat dari bahan gelas yang dalam penggunaannya membutuhkan alat bantu hisap untuk menghisap dan mengeluarkan cairan. Alat bantu hisap yang dimaksudkan berupa bola karet (filter) dengan kemampuan hisap rata-rata di atas 1 ml. Sedangkan pipet piston merupakan pipet yang dilengkapi degan piston dan terbuat dari bahan non gelas. Piston tersebut digunakan untuk menghisap dan mengeluarkan cairan dengan kemampuan hisap di bawah 1 ml.

Berikut ini macam-macam pipet yang perlu Anda ketahui berdasarkan volume ukur dan fungsinya.

macam macam pipet

IBS Distributor Micropippete Eppendorf Original Cek Disini!

Macam – Macam Pipet Serta Fungsinya

Pipet ukur

Pipet ukur merupakan alat gelas laboratorium dengan bentuk silinder panjang dan lancip pada ujung bawahnya. Jenis pipet ini memiliki fungsi utama untuk memindahkan cairan kimia dari satu wadah ke wadah lainnya. Dibutuhkan alat bantu berupa pipet filler atau ball pipet untuk mengambil larutan. Pipet ukur memiliki skala ukur per mili dan tidak memiliki gembung pada bagian tengahnya. Pipet ukur dibedakan dalam beberapa macam ukuran dengan kode warna tertentu. Warna kuning digunakan pipet ukur bervolume 1 ml dengan skala 0,01 ml.

Warna hitam untuk pipet volume 2 ml dengan skala 0,02 ml. Untuk warna merah pipet volume 5 ml dengan skala 0,05. Sedangkan warna orange pipet volume 10 ml degan skala 0,1 ml. Warna putih untuk pipet volume 25 ml dengan skala 0,1 ml. Skala yang dimaksudkan adalah skala terkecil.

Pipet tetes

Pipet tetes terbuat dari plastik atau kaca dengan bentuk ujung bawah runcing dan ditutupi karet pada bagian atasnya. Dan pipet ini berfungsi untuk memindahkan cairan dengan jumlah yang sangat sedikit. Peneliti akan memindahkan cairan tetes demi tetes dengan menggunakan pipet ini. Cara menggunakannya cukup mudah, bola karet yang ada pada bagian atas ditekan dan ditahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang memiliki cairan.

Saat pipet sudah masuk ke dalam wadah berisi cairan, lepas karet yang ditahan kemudian pindahkan pipet pada wadah lainnya. Untuk kembali memindahkan cairan, hanya perlu melakukan langkah yang sama secara berulang-ulang hingga jumlah tetesan cairan terpenuhi.

Pipet volume

Berbeda dengan dua jenis pipet sebelumnya, pipet volume memiliki gelembung  pada bagian tengahnya. Jenis pipet ini memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik dibanding pipet ukur. Pipet volume biasanya digunakan untuk mengambil larutan ataupun cairan dengan pengukuran yang sifatnya kuantitatif. Sama dengan pipet ukur, pipet volume terdiri dari berbagai macam ukuran yang dibedakan menggunakan kode warna.

Biru tua digunakan untuk pipet volum yang memiliki volume 1 ml dan 25 ml. Sedangkan Orange digunakan untuk pipet yang memiliki volume 2 ml dan 10 ml. Dan warna putih untuk pipet yang memiliki volume 5 ml dan warna merah digunakan untuk pipet dengan volume 50 ml.

Pipet buret

Pipet buret digunakan untuk mengukur volume cairan hasil tirasi. Berbentuk silinder, pipet buret memiliki garis ukur dan sumbat keran di bagian bawahnya. Fungsi utama pipet ini adalah untuk meneteskan reagen cairan dalam jumlah tertentu pada kegiatan eksperimen yang membutuhkan presisi. Hasil pengukuran buret sangatlah akurat. Berdasarkan ukurannya, pipet buret dibagi dalam beberapa ukuran yaitu buret makro, buret semimakro dan buret makro berkapasitas 10 ml.

Sedangkan berdasar peruntukannya, buret dibagi ke dalam 4 jenis. Buret asam digunakan untuk larutan kimia yang bersifat asam. Buret basa digunakan untuk larutan yang bersifat basa, buret amberglas digunakan untuk jenis larutan yang mudah teroksidasi cahaya matahari dan buret universal digunakan untuk cairan baik yang bersifat asam maupun basa.

Mikropipet

Jenis pipet ini biasanya digunakan untuk memindahkan larutan yang volumenya berada di bawah 1 ml secara akurat. Jenis pipet lainnya seperti pipet ukur dan pipet gelas tidak memiliki tingkat akurasi yang cukup untuk memindahkan cairan di bawah 1 ml. Oleh karena itu, untuk memindahkan cairan dengan volume di bawah 1 ml, orang akan cenderung menggunakan mikropipet atau yang sering djuga disebut sebagai pipet otomatis.

Mikropipet dapat diset dengan ukuran berapapun selama berada dalam range pipet. Meskipun mikropipet telah dirancang secara akurat dan juga presisi oleh pabrik, alat ini tetap perlu dikalibrasi jika digunakan untuk laboratorium yang sudah terakreditasi.

Mikropipet terdiri dari dua bagian berupa pippete tip dan automatic pippetor. Automatic pippetor memiliki fungsi untuk memompa larutan yang akan dipindah dengan jumlah volume yang sudah ditentukan sebelumnya. Sedangkan pippete tip memiliki fungsi untuk menampung cairan yang sudah dipompa.

Di laboratorium, pipet banyak digunakan untuk kegiatan pengujian biologi molekuler, kedokteran dan juga kimia analitik. Pipet memang sengaja dibuat dengan berbagai macam fungsi dan tingkat akurasi tertentu. Kalibrasi pipet merupakan hal yang penting dilakukan untuk memelihara baku mutu alat yang digunakan laboratorium. Dengan melakukan kalibrasi, pipet maupun alat laboratorium lainnya dapat bekerja dengan benar sesuai dengan kaidah aturan yang berlaku dan sesuai pengharapan. Anda yang sering berada di laboratorium perlu mengenal macam macam pipet.

Baca Juga: Mengetahui Cara Menggunakan Centrifuge dan Macam – Macamnya

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *