Mikropipet Adalah Pipet Super Canggih, Ini Pengertiannya & Penjelasannya!

Mikropipet adalah salah satu alat laboratorium yang juga sering disebut banyak orang dengan istilah pipet otomatis Keakuratannya yang bisa mengukur cairan hingga satuan mikroliter, membuat alat ini lebih banyak digunakan dalam penelitian di laboratorium biologi atau kedokteran. Eppendorf Research plusmerupakan salah satu mikropipet yang sangat ringanyangmemenuhi kebutuhan tertinggi dalam presisi dan akurasi. Mikropipet ini adalah salah satu pipet yang paling umum digunakan di dunia. Selain keamanan dan kekokohan, fokus utama desainnya terletak pada ergonomis. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai mikropipet, berikut uraian tentang fungsi, bagian-bagian serta cara penggunaan mikropipet :

# Fungsi Mikropipet

Meskipun mempunyai fungsi mikropipet sama, yaitu sebagai alat untuk mengambil atau memindahkan cairan dari satu alat ke alat lain, namun mikropipet adalah jenis pipet yang mempunyai keakuratan paling tinggi. Ini artinya, hanya orang-orang yang berkaitan dengan pengukuran sangatkecil saja yang akan berhubungan dengan alat ini, seperti para peneliti. Sebab, pada umumnya, untuk membuat suatu larutan tertentu, terkadang ukuran cairan yang digunakan sangat kecil. Itulah mengapa, pipet ini digunakan.

# Bagian-Bagian Mikropipet

Sebelum menggunakannya, Anda harus mengenal lebih jauh tentang bagian-bagian mikropipet. Berikut ini bagian-bagian penting dalam mikropipet:

  1. Tombol penekan (plunger button), berfungsi untuk memompa cairan dengan cara ditekan.
  2. Tombol ejek (tips ejector button), berfungsi untuk melepaskan tips saat sudah selesai digunakan.
  3. Skala volume (volume scale), berfungsi sebagai penunjuk angka pengambilan cairan.
  4. Batang ujung mikropipet (shaft), berfungsi sebagai penghubung antara tips dengan mikropipet.
  5. Tips (pipette tips), berfungsi sebagai penampung cairan yang ada di dalam pipet.

# Cara Menggunakan Mikropipet

Tidak seperti jenis pipet lainnya, cara menggunakan mikropipet tidak boleh sembarangan. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Atur Volume Sesuai Kebutuhan

Anda bisa mengatur volume dengan memutar-mutar pengatur volume yang ada di bagian kepala pipet. Perhatikan angka yang tercantum di bagian tengah mikropipet hingga sesuai yang Anda inginkan.

  1. Memasang Tips

Pastikan tips sudah terpasang dengan benar. Kemudian, tancapkan ujung mikropipet dengan tips yang sesuai. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan, gunakan tips yang sesuai dengan pipet yang akan digunakan.

  1. Mengambil dan Mengeluarkan Cairan
  • Tekan tombol knop sekitar setengah tekanan (hambatan pertama).
  • Masukkan mikropipetke dalam cairan.
  • Lepaskan tombol knop secara perlahan hingga cairan masuk ke dalam mikropipet. Usahakan jangan sampai ada gelembung udara yang ikut masuk ke dalam mikropipet.
  • Angkat mikropipet, kemudian masukkan ke dalam wadah yang lain.
  • Tekan tombol knop hingga tekanannya penuh (hambatan kedua).
  • Lepaskan tips dengan menekan tips ejector button.

# Tips Merawat Maupun Menggunakan Mikropipet

Karena istimewa, cara perawatannya pun harus istimewa. Jangan biarkan mikropipet begitu saja setelah selesai digunakan. Lakukan beberapa hal berikut ini agar mikropipet selalu terawat dan terjaga:

  1. Pastikan pipet yang akan digunakan bersih dari kontaminasi.
  2. Gunakan alat autoclave untuk mensterilkan mikropipet.
  3. Gunakan selalu tips pada saat menggunakan mikropipet.
  4. Gunakan tips yang berbeda untuk setiap cairan yang berbeda untuk menghindari kontaminasi.
  5. Gunakan mikropipet sesuai ukuran yang dimiliki alat ini, jangan lebih, sebab akan menyebabkan tingkat keakuratan menjadi turun.
  6. Saat melepas tombol penekan, lakukan secara perlahan, jangan tiba-tiba karena membuat ukuran menjadi tidak akurat.
  7. Rajin mengecek kondisi mikropipet.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *