pengertian sterilisasi

Pengertian Sterilisasi dan Pernan Dalam Mikrobiologi

Proses sterilisasi sendiri bukan istilah yang benar-benar asing, bahkan bagi orang awam sekalipun. Paling tidak pernah sekali bersinggungan dengan istilah ini, baik itu saat sedang melakukan pemeriksaan medis atau mendengar istilah ini saat di bangku pendidikan. Sterilisasi sendiri punya peran penting terutama dalam mikrobiologi, berikut ulasan selengkapnya.

Pengertian sterilisasi

Pengertian sterilisasi ini pada umumnya diartikan sebagai proses pemanasan yang mana dilakukan untuk mematikan segala bentuk organisme. Satu benda dikatakan steril jika dipandang dari sudut pandang mikrobiologi ini berarti benda tersebut sudah bebas dari mikroorganisme hidup yang tidak diinginkan. Inilah pengertian sterilisasi secara singkat.

Benda atau substansi tertentu hanya dapat disebut steril atau tidak steril, tidak pernah terjadi dalam proses sterilisasi terjadi kondisi setengah steril atau hampir steril. Pengertian sterilisasi jadi jelas di sini, di mana proses ini berarti membunuh semua jasad renik yang ada, hingga pada akhirnya tidak ada lagi jasad-jasad renik pada medium atau substansi tertentu yang dapat berkembang biak.

Peranan sterilisasi dalam mikrobiologi

Pada bidang mikrobiologi khususnya, sterilisasi ini memiliki peranannya sendiri. Peranan ini adalah untuk mencegah terjadinya pencemaran organisme luar, termasuk mempertahankan kondisi substansi yang aseptis. Sementara sterilisasi memiliki peran di bidang lain, seperti pembuatan makanan dan obat-obatan. Sterilisasi ini punya peran untuk menjamin tidak terjadinya pencemaran atau kontaminasi oleh mikroorganisme.

Dalam mikrobiologi sendiri, pengertian sterilisasi ini bisa diartikan sebagai proses untuk mematikan semua organisme yang ada pada suatu benda atau terdapat di dalam benda tersebut. Saat melakukan proses pemindah-biakan bakteri dengan cara aseptik terutama, sterilisasi ini akan berperan sangat besar.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Media Mikrobiologi

Maka jelas bahwa proses sterilisasi sendiri jadi bagian penting dalam bidang mikrobiologi, bahkan bisa dikategorikan sebagai aspek wajib untuk dipelajari dan dipahami. Baik itu berbicara tentang alatnya atau mediumnya. Sterilisasi menjadi begitu penting saat alat-alat atau media terbukti tidak steril. Akan terjadi kesulitan dalam menentukan status mikroba sebagai hasil atau kontaminan dalam sebuah percobaan.

Apalagi bila mengingat bahwa risiko bekerja di laboratorium mikrobiologi ini cukup tinggi, sehingga seorang laboran harus selalu skeptis dan berasumsi bahwa pada setiap mikroorganisme terdapat potensi patogen. Itu sebabnya diperlukan kewaspadaan agar tidak terjadi infeksi oleh bakteri. Di sinilah peran penting dari sterilisasi itu sendiri. Pada akhirnya, sterilisasi dapat menjamin keamanan dan keselamatan selama bekerja di laboratorium mikrobiologi.

Cara melakukan sterilisasi

Ada banyak cara untuk melakukan sterilisasi yang efektif. Beberapa cara juga didukung dengan alat-alat yang dapat membuat proses sterilisasi jadi lebih optimal. Ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan dalam skala rumahan dengan memanfaatkan metode-metode sederhana dengan prinsip serupa.

Cara pertama ini dilakukan dengan menggunakan oven dengan uap yang sangat tinggi. Biasanya digunakan untuk mensterilkan benda-benda yang terbuat dari bahan logam. Oven dengan fungsi sterilisasi ini biasanya digunakan di laboratorium penelitian ilmiah atau di rumah sakit untuk mensterilkan alat-alat operasi dan sejenisnya. Dengan memanfaatkan uap panas, Anda bisa mematikan mikroorganisme yang terdapat pada alat-alat tersebut agar barang jadi steril sebelum siap untuk digunakan kemudian.

Cara kedua untuk melakukan sterilisasi adalah dengan menggunakan lampu yang memancarkan sinar UV. Lampu sinar UV ini biasanya dipasang pada suatu ruang atau bilik untuk melakukan sterilisasi secara menyeluruh pada obyek-obyek yang ukurannya juga cukup besar. Penggunaannya juga disarankan tidak lebih dari lima belas menit, jadi tidak begitu lama agar tidak membahayakan.

Cara berikutnya menggunakan autoclave kering, yakni alat sterilisasi yang menggunakan uap bertekanan sangat tinggi dalam ruangan tertutup. Sementara autoclave basah biasanya menggunakan air mendidih untuk mensterilkan substansi-substansi tertentu dalam beberapa menit. Cara yang terakhir ini juga yang paling banyak ditiru untuk melakukan proses sterilisasi mandiri di rumah dengan barang-barang tertentu.

Ini karena caranya yang cukup mudah, hanya dengan merebus substansi tertentu dalam air yang sedang mendidih selama 15-20 menit untuk mensterilkan benda tersebut. Cara ini mampu memastikan tidak ada lagi bakteri dan kuman atau mikroorganisme lain pada benda tersebut, sehingga benar-benar bersih dan dapat digunakan kembali.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *