pencemaran mikroplastik

Solusi Pencemaran Mikroplastik: Water Still

Plastik adalah mineral yang kerap kali digunakan manusia. Aplikasi plastikpun, telah merambah hampir seluruh industri ataupun aktivitas hari-hari. Karenanya, beberapa waktu terakhir limbah plastik yang dibuang ke lingkungan mengakibatkan adanya pencemaran mikroplastik di wilayah perairan.

Pencemaran Mikroplastik

Mikroplastik adalah partikel plastik dengan diameter kurang dari 5 mm dan terbagi menjadi beberapa kategori ukuran. Ukuran tersebut, di antaranya besar (1 – 5 mm) dan kecil (<1 mm).

Adapun, batas bawah ukuran partikel yang tergolong dalam kelompok mikroplastik, yakni 300 μm kubik. Mikroplastik terdapat berbagai macam kelompok yang bervariasi, misalnya ukuran, warna, bentuk, komposisi, dan massa jenis.

Sumber pencemaran mikroplastik sendiri, terbagi atas dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Pencemaran mikroplastik primer, butiran plastik murni yanng mencapai wilayah perairan akibat kelalaian penanganan.

Lalu, mikroplastik sekunder merupakan hasil dari akibat fragmentasi plastik lebih besar. Sumber plastik primer mencakup potongan hasil pemutusan rantai plastik lebih besar yang terja1di sebelum mikroplastik masuk ke dalam lingkungan.

Potongan tersebut, berasal dari kantong plastik, bahan baku industri, alat rumah tangga, serat sintetis limbah rumah tangga, dan pelapukan produk plastik. Berbeda dengan itu, sumber mikroplastik sekunder berasal dari pencucian pakaian yang terbuat dari poiester, akrilik, dan poliamida.

Hampir 95% total sampah plastik terakumulasi sepanjang garis pantai, permukaaan, dan dasar laut. Hal ini menyebabkan, ditemukannya sampah plastik berukuran mikro hingga makroskopik.

Pencemaran mikroplastik tidak dapat terbentuk hingga menjangkau lokasi terpencil, misalnya Arktik, Laut Selatan, dan laut dalam tidak terbebas dari kontaminasi ini.  Beragamnya ukuran sampah plastik tersebut, menyebabkan hewan dan organisme perairan terbelit.

Selain itu, ukuran sampah plastik yang lebih kecil mengakibatkan organisme perairan mengalami penyumbatan usus serta potensi keracunan bahan kimia. Bahkan sampah mikroplastik yang dapat dicerna oleh organisme lebih kecil di suatu habiarar menimbulkan masalah yang lebih serius dan belum diketahui secara pasti.

Adapun, beberapa faktor yang menyebabkan pencemaran mikroplastik kian meluas, di antaranya perbandingan antara populasi manusia dan sumber air, letak pusat perkotaan, waktu tinggal air, ukuran sumber air, jenis pengolahan limbah, dan saluran pembuangan.

Dampak mikroplastik

Pencemaran mikroplastik di wilayah perairan, menyebabkan hewan laut, seperti organisme bentik dan pelagis. Organisme tersebut, memiliki variasi strategi makan dan menempati tingkat trofik yang berbeda,

Di tingkat trofik yang lebih tinggi, seiring berjalannya waktu burung laut ikut menelan mikroplastik melalui ikan yang telah menelan mikroplastik. Berikutnya, tingkat trofik lebih tinggi lagi, anjing laut serta singa laut ikut menelan mikroplastik bahkan di lokasi terpencil.

Organisme laut yang menelan limbah plastik berukuran besar dapat mengalami luka eksternal maupun internal, penyumbatan saluran pencernaan, kelaparan, tersedak, dan meninggal. Meskipun demikian, dampak dari organisme yang menelan mikroplastik belum dapat diketahui namun ditunjukkan adanya dampak fisik.

Water Distilation

Pencemaran mikroplastik di wilayah perairan mengakibatkan dibutuhkannya suatu perangkat yang dapat menjernihkan air. Hal ini dilakukan, untuk menghindari adanya kandungan mikroplastik pada air.

Alat yang dimaksud ialah, GFL water still. Perangkat tersebut, digunakan untuk proses distilasi air agar mendapatkan air murni sesuai kebutuhan. Teknik distilasi sendiri, merupakan teknik memanaskan air hingga menggapai titik didih.

Uap air yang dihasilkan tadi, dikondensasi hingga mengembun menjadi cairan kembali (destilat). Proses tersebut, akan membersihkan air dari berbagai zat kotor, tetapi zat kotor yang memiliki titik didih yang sama bahkan lebih rendah dari air akan tetap terbawa ke dalam destilat.

Prinsip destilasi water still laboratorium, yakni penguapan air dengan elemen pemanas di dalam tabung kaca. Uap air yang telah terbentuk melewati kondesor (pendingin) agar mengalami proses pengembunan menjadi bentuk cair kembali kemudian, ditampung kembali untuk digunakan.

 

 

Reference

gfl.de

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.