mikroalga

Tahapan Produksi Mikroalga

Jumlah populasi manusia yang kian meningkat sejalan dengan konsumsi pangan dan energi yang terus melonjak. Adapun, pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tanggga dan industri yang terkontrol. Salah satu, cara untuk mengatasi hal tersebut ialah menggunakan mikroalga.

Mikroalga

Mikroalga merupakan mikroorganisme unisel yang berukuran antara 3 – 30 µm, berklorofil, hidup di air tawar atau laut, membutuhkan karbondioksida. Bahkan, memerlukan pula nutrien dan cahaya untuk berfotosintesis.

Energi yang dihasilkan berupa energi kimiawi dalam bentuk biomasssa, misalnya karbohidrat, lemak, protein, dan lainnya, Pemanfaatan hasil dari microalga, yaitu biomassa yang besar dan tidak membutuhkan lahan yang luas untuk tahap kultivasi.

Kultivasi microalga sendiri, suatu teknik perbanyakan (budidaya) dalam lingkungan yang terkontrol dan bertujuan untuk meningkatkan sel. Sebab itu, diperolehnya biomassa sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pelbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroalga, di antaranya faktor abiotik (cahaya, temperatur, nutrisi, O2, Co2, pH, dan salinitas), biotik (jamur, bakteri, virus, dan lainnya) dan faktor teknik permanenan. Berikut tahapan kultivasi microalga.

  1. Isolasi, bertujuan untuk mendapatkan sel mikroalga yang diinginkan dan dikembangkan dalam skala massal.
  2. Skala semi massal, sebelum mikroalga diproduksi dalam jumlah besar. Mikroalga disiapkan dalam skala semi masal di rumah kaca atau menggunakan bioreaktor berukuran sedang untuk menghindari kontaminasi. Lalu, akan beradaptasi dengan lingkungan semi steril sebelum dijadikan skala komersial. Tahap ini, dilakukannya pengadukan kultur untuk menghindari pengendapan, penyebaran nutrien yang merata, dan pencahayaan yang seragam.
  3. Skala komersial, keberhasilan mikroalga bergantung pada cuaca, lingkungan dan kontaminan. beberapa metode kultivasi skala komersial yang umum digunakan adalah open pond raceways (sistem terbuka) dan photoboreactor (sistem tertutup).

Sistem terbuka, proses produksi di luar ruangan serta bergantung pada cahaya matahari dalam penyinarannya.  sistem tertutup, menggunakan fotobioreaktor sehingga dapat digunakan di dalam atau di luar ruangan.

Fotobioreaktor, yaitu bioreaktor yang digabungkan dengan sumber cahaya tertentu, lebih mudah dikontrol dan disesuaikan dengan lokasi pemasangan, mencegah kontaminasi, mencegah penguapan air serta CO, dan tidak memerlukan area yang luas. Sebab, setelah beberapa hari kultivasi kultur baru dapat dilakukan pemanenan.

Terdapat beberapa teknik microalga yang dapat dilakukan, seperti sentrifugasi, filtrasi, sedimentasi, flokulasi, folotasi, ultrasonic vibration, screening.

Aplikasi mikroalga

  • Kandungan klorofil mikroalga bermanfaat untuk bahan makanan dan kosmetik
  • Antioksidan dan antibiotik dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku bagi industri farmasi
  • Protein, vitamin, dan polisakarida mircoalga digunakan untuk suplement atau pakan tambahan
  • Lipid yang terkandung dalam mikroalga dapat diekstraksi menjadi sumber bahan bakar serta hasil sampingan dari prosesnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biometana, biofuel, bioethanol, dan biohidrogen.
  • Membantu penyerapan karbondioksida untuk proses fotosintesis sehingga memiliki dampak positif untuk lingkungan.
  • Beberapa jenis microalga pula, dapat menyerap nitrogen dan mengabsorpsi logam berat serta fosfor.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.