Teknik fertilisasi In vitro

Proses Teknik Fertilisasi In Vitro Perlu Kamu Ketahui!

Teknik in vitro fertilization (IVF) kian berkembang selaras dengan perkembangan teknologi. Teknik ini, kerap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tiap pasangan yang memiliki kesulitan dalam mendapatkan keturunan. Karena itu, teknik fertilisasi in vitro marak dilakukan.

Teknik Fertilisasi In Vitro Bayi Tabung

 

In vitro fertilization  (IVF) atau teknik fertilisasi in vitro merupakan suatu teknologi yang dilakukan untuk mendukung program kehamilan (reproduksi) atau dikenal dengan istilah bayi tabung. Umumnya, proses reproduksi alami sel telur akan dibuahi oleh sperma di dalam tubuh wanita namun akibat berbagai hal mengakibatkan proses pembuahan dilakukan di luar tubuh.

Salah satu, alat yang digunakan dalam proses ini, yaitu mikromanipulator. Yang dimaksud dengan fertilisasi in vitro ialah proses pengambilan sel telur dari wanita dan sperma dari pria, kemudian digabungkan di cawan laboratorium.

Setelah itu, terbentuklah proses pembuahan yang mana terbentuknya embrio yang siap dipindahkan ke rahim untuk tumbuh dan berkembang membentuk janin. berikut tahapan proses fertilisasi in vitro (bayi tabung).

 

  • Merangsang produksi telur, dalam proses perangsangan produksi telur kerap kali dokter memberikan obat kesuburan. Produksi telur yang dibutuhkan , yakni dalam jumlah banyak sebab adanya kemungkinan beberapa telur tidak akan berkembang atau mampu dibuahi setelah diambil. Pemeriksaan ovarium dan tes darah untuk mengukur kadar hormon menggunakan alat ultrasonografi transvaginal.

 

  • Mengambil sel telur dari rahim, pengambilan telur dilakukand engn menggunakan prosedur bedah kecil kemudian digunakan pencitraan ultrasonografi untuk memnadu jarum berlubang melalui rongga panggul, sehingga telur baru dapat diambil.  Pada tahap ini, diberikannya obat untuk mengurangi dan menghilangkan potensi rasa ketidaknyamanan.

 

  • Pengambilan sampel sperma,  langkah selanjutnya setelah mengambil sel telur yang berpotensi untuk dibuahi dan pengambilan sampel sperma. Sperma disiapkan sebelum menggabukannya dengan sel telur.

 

  • Proses pembuahan menjadi embrio, sperma dan sel telur dicampurkan bersama dan disimpan  untuk mendorong pembuahan atau disebut inseminasi. Beberapa kasus, kerap terjadi kemungkinan pembuahan sangat rendah sehingga sperma disuntikan secara langsung ke dalam sel telur untuk mencapai pembuahan. Sel telur akan dipantau untuk memastikan terjadinya pembuahan dan pembelahan langsung secara sempurna. Telur yang telah dibuahi dan berkembang dengan baik dianggap sebagai embrio.

 

  • Embrio dpindahkan ke rahim, setelah tiga hingga lima hari ermbrio yang berada di laboratorium biasanya dapat dipindahkan ke dalam rahim wanita. Cara memasukkannya dengan menggunakan kateter atau tabung kecil ke dalam rahim untuk mentransfer embrio.

 

Jika prosedur tersebut berhasil, implantasi terjadi dalam enam hingga sepuluh hari setelah pengambilan sel telur. Rasa sakit yang diakibatkan proses ini cenderung kram ringan.

Proses pengerjaan teknik ini dapat berlangsung sekitar empat sampai enam minggu. Selain itu, proses teknik fertilisasi in vitro membutuhkan peralatan pendukung yang tepat dalam melakukan proses fertilisasi in vitro. Sila cek di sini untuk menemukan peralatan teknik fertilisasi in vitro.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *