viskometer bola jatuh

Teori dan Penerapan pada Viskometer Bola Jatuh

Suatu proses produksi, lazimnya memerlukan beberapa alat laboratorium kimia yang berguna untuk membantu memudahkan proses tersebut. Selain untuk memudahkan proses produksi, alat juga bermanfaat untuk menjaga kualitas takaran dari suatu produk. Terlebih ketika Anda bergelut dengan material cair. Mengingat salah satu sifat benda cair adalah sangat mudah terpengaruh dengan suhu.

Maka suatu produksi yang menggunakan material cair tentunya membutuhkan sebuah alat yang dapat mengukur tingkat presisi cairan tersebut. Di antara banyak alat bantu untuk mengukur cairan, viskometer adalah yang paling utama.

Apa Itu Viskometer?

Viskometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas. Viskositas adalah resistensi pergerakan benda cair. Cairan viskositas yang tinggi akan mengalir jauh lebih lambat daripada cairan dengan viskositas rendah. Sebagai contoh adalah laju aliran minyak yang dibandingkan dengan laju aliran air ketika keduanya berada pada suhu ruangan yang sama.

Saat bekerja dengan benda cair dalam suatu produksi, mengetahui viskositasnya adalah hal yang sangat penting. Salah satu alasannya adalah sebagai kontrol kualitas dari cairan tersebut. Jika tidak ada kontrol viskositas maka suatu produk tidak dapat dijamin kualitasnya.

Anda mungkin akrab dengan cawan Zahn, yang ditemukan oleh General Electric pada tahun 1936. Cawan Zahn adalah sejenis viskometer efflux yang berbentuk seperti cangkir. Berikut adalah jenis-jenis Viskometer yang perlu Anda ketahui:

  • Viskometer lubang
  • Viskometer kapiler (tabung U)
  • Viskometer piston jatuh
  • Viskometer rotasi
  • Viskometer bola jatuh
  • Viskometer getaran

Kenapa Viskometer Penting?

Viskometer akan membantu Anda memastikan bahwa viskositas cairan Anda berada dalam takaran presisi sesuai dengan yang diperlukan. Viskometer akan membantu Anda mendapatkan hasil yang konsisten. Dalam suatu produksi, konsistensi adalah kunci dari kualitas produk yang baik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tanpa pengukuran viskositas Anda akan mengalami sejumlah masalah dalam takaran. Perlakuan pada viskositas yang tinggi akan berbeda dengan perlakuan viskositas yang rendah. Jika Anda tidak melakukan ini Anda mungkin mengalami masalah seperti perubahan warna yang tidak konsisten, limbah berlebih, penggunaan pelarut yang berlebihan, dan berbagai ketidaksempurnaan kualitas lainnya yang tak terduga.

Seorang pelanggan tentunya tidak akan senang dengan produk yang memiliki kualitas tidak konsisten. Itulah mengapa sangat penting untuk memantau viskositas dalam proses produksi Anda.

Viskometer Bola Jatuh dan Prinsip Kerjanya

Pada artikel kali ini, kita akan lebih fokus membahas viskometer bola jatuh. Pada tahun 1932, Fritz Höppler diberikan paten untuk temuannya, viskometer bola jatuh. Viskometer bola jatuh pertama di dunia ini dikembangkan oleh Fritz Höppler di Medingen, Jerman. Höppler mengaplikasikan prinsip untuk mengukur viskositas cairan sebagaimana Newtonian mengukur waktu yang dibutuhkan sebuah bola untuk jatuh ke bawah (gravitasi).

Höppler mengukur viskositas cairan melalui sebuah tabung dimiringkan pada derajat tertentu. Untuk menentukan nilai viskositas sebuah cairan, dilakukan tiga kali pengujian, rata-rata waktu pada tiga tes pengujian tersebut diolah menggunakan sebuah rumus sederhana sampai menjadi nilai viskositas.

Tabung viskometer bola jatuh dipasang pada bantalan poros yang dengan cepat memungkinkan rotasi tabung hingga 180 derajat. Ini memungkinkan beberapa kali pengujian dilakukan dalam waktu yang singkat.

Viscometer bola jatuh sangat cocok untuk mengukur viskositas fluida. Metode ini telah dinyatakan dalam standar internasional 4,5. Brizard et al. 6 mengembangkan viskometer bola jatuh mutlak. Metode ini mempertimbangkan efek edge, inersia, dll. Dan mengoreksi hasil pengukuran untuk mencapai ketidakpastian relatif pada urutan sampai 0,001.

Meskipun metode bola jatuh telah dikembangkan dengan baik dan dinyatakan dalam standar internasional, namun agak tidak nyaman untuk mengoperasikan jenis viskometer ini. Sebagai contoh, viskometer membutuhkan enam bola diameter berbeda untuk mengukur berbagai viskositas, dan pengguna harus melakukan tes untuk memilih bola yang cocok. Selain itu, sulit untuk menentukan di mana bola jatuh tiba pada kecepatan terminal, yaitu, apakah jarak antara garis catatan awal dan posisi awal jatuh cukup.

Terlepas dari itu semua, viskometer bola jatuh memiliki berbagai keunggulan, seperti bantalan poros yang memungkinkan rotasi tabung cepat dan mudah (ideal untuk pengujian berulang), koneksi ke bak sirkulasi untuk mengontrol suhu sampel sangat baik, set enam bola yang berguna untuk menguji berbagai sampel, lengkap dengan pemeriksaan suhu, dan akurasinya mencapai 0,5% hingga 2,0% tergantung pada bola yang digunakan.

Viskometer bola jatuh sangat cocok digunakan untuk kontrol kualitas di berbagai industri serta di institusi akademik yang membutuhkan pendekatan metode ilmiah.

Itu tadi penjelasan singkat tentang viskometer khususnya viskometer kapiler, yang tentunya sangat berguna untuk mengukur tingkat presisi dan menjaga kualitas produk Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas produk Anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *