Vaksin booster

Vaksin Booster, Apakah Perlu?

Melonjaknya kasus positif Covid-19 disebabkan oleh varian baru virus corona yang mengakibatkan penyebaran virus secara cepat. Pun, varian baru virus menjadi salah satu faktor utama efektivitas vaksin dalam tubuh kian menurun. Karena itu, urgensi akan vaksin booster terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Vaksin booster apa itu?

Vaksin booster adalah penguat vaksin yang diberikan setelah dosis vaksin utama ataupun dengan kata lain ialah penambahan dosis vaksin yang diterima. Konsep utama booster, yakni memperpanjang sistem kekebalan tubuh setelah adanya penurunan pelindungan dalam jangka waktu tertentu.

Di sisi lain, vaksinasi booster bukanlah hal baru dikarenakan vaksinasi ini telah dilakukan di beberapa penyakit lainnya, seperti cacar air, tetanus, difteri, gondok, campak, dan rubella. Dengan demikian, vaksin ini dapat memberikan pelindungan lebih lama.

Pemberian booster sendiri, dapat dilakukan setelah adanya jangka waktu beberapa bulan dari vaksin utama. Akan tetapi, penerima vaksin ini masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, lansia serta seseorang dengan gangguan kekebalan tubuh maupun komorbid.

Berikutnya, efek samping dari boosterpun hingga saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut. Meskipun demikian, peneliti menyatakan efek samping yang ada saat ini masih tergolong aman.

Ahli spesialis penyakit menular Yale Medicine, Albert Shaw menyatakan bahwa efek samping dari booster kurang lebih sama dengan dosis utama. Lalu, penggunaan pencampuran vaksin untuk booster masih dalam penelitian. Oleh sebab itu, vaksin yang digunakan saat vaksinasi booster disarankan tetap menggunakan vaksin sejenis dengan dosis utama.

Selanjutnya, hadirnya vaksin booster bukan berarti vaksin dosis utama tidak bekerja melainkan untuk memperkuat kembali sistem imun tubuh akibat efektivitas vaksin kian menurun dalam beberapa waktu ke depan. Karenanya, vaksinasi booster diperlukan segera.

 

Baca Juga: Tahapan Pembuatan Vaksin

 

Perdebatan vaksinasi booster

Vaksinasi booster untuk Covid-19 masih menjadi perdebatan antar peneliti. Hal ini dikarenakan, melangsungkan vaksinasi booster untuk masyarakat umum saat ini bukanlah hal utama.

Berbeda dengan itu, penelitian di Tel Aviv menunjukkan masyarakat yang melakukan vaksinasi di awal tahun 2021 berpotensi untuik terpapar virus corona saat ini, jika dibandingkan dengan masyarakat yang divaksinasi pertengahan tahun.

Selaras dengan itu, peneliti di Pfizer-BioNtech menjelaskan dosis ketiga vaksin atau vaksin booster perlu dilakukan. Sebab, vaksin terhadap penyakit simtomatik telah turun dari 96% menjadi 84% setelah enam bulan.

Di samping itu, peneliti lainnya memaparkan vaksinasi booster untuk masyarakat umum belum menjadi prioritas saat ini.  Hal ini disampaikan, mengingat pelbagai negara yang belum memvaksinasi seluruh warganya.

Akibat itu, pelaksanaan vaksinasi booster dalam waktu dekat bukanlah hal yang tepat. Perlu diingat pula, salah satu cara untuk segera mengakhiri pandemi ini, yaitu dengan memvaksinasi populasi sehingga dapat menurunkan tingkat infeksi dan penyebaran.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *