viskometer ostwald adalah

Keberadaan Viskometer Ostwald Adalah Penting Bagi Laboran. Apa Sebabnya?

Viskometer Ostwald adalah salah satu jenis viskometer yang banyak digunakan oleh laboratorium saat menjalankan penelitian di laboratorium. Viskometer Ostwald adalah alat ukur untuk menghitung viskositas larutan atau fluida yang digunakan dalam penelitian. Viskositas sendiri adalah ketebalan atau pergesekan internal pada suatu zat cair. Semakin rendah viskositas suatu fluida, semakin cepat pergerakan fluida tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi viskositas suatu fluida, semakin lambat pergerakannya. Berikut penjelasan lengkap tentang viskositas dan viskometer Ostwald!

Pengertian viskositas

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, viskositas adalah ketebalan atau pergesesekan internal dalam larutan atau fluida. Bisa dikatakan juga bahwa viskositas adalah kepekatan fluida yang bisa memperlihatkan besar kecilnya sentuhan dalam fluida. Jika tingkat viskositas yang dimiliki oleh suatu fluida relatif tinggi, maka fluida tersebut lebih susah bergerak karena pergesekan internalnya tinggi. Sebaliknya, jika tingkat viskositas suatu fluida cukup rendah, maka fluida tersebut lebih mudah bergerak karena pergesekan internalnya rendah.

Baca Juga : Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Viskometer cup dan bob?

Contoh mudah perbandingan tingkat viskositas dalam suatu fluida adalah air putih dan oli. Ketika Anda menuangkan air putih dari satu wadah ke wadah yang lain, itu hanya butuh beberapa detik saja. Namun jika dibandingkan dengan oli, Anda lebih butuh banyak waktu untuk memindahkannya dari satu wadah ke wadah lain. Itulah contoh perbedaan viskositas dalam suatu fluida. Tingkat viskositas air putih lebih rendah daripada oli sehingga pergerakannya lebih cepat. Sedangkan oli lebih tinggi tingkat viskositasnya.

Pengertian viskometer Ostwald

Setelah Anda mengetahui definisi viskositas dari penjelasan di atas, kini saatnya beralih ke definisi viskometer. Bisa dikatakan, viskometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat viskositas suatu zat cair. Dalam penelitian, mengetahui tingkat viskositas suatu zat cair adalah penting karena sangat berpengaruh pada proses dan hasil penelitian tersebut.

Viskometer sendiri ada banyak jenisnya. Satu yang sering digunakan adalah viskometer Ostwald. Viskometer Ostwald adalah viskometer yang menggunakan metode Ostwald. Penetapan viskositas dengan menggunakan viskometer Ostwald dilakukan dengan cara mengukur waktu yang diperlukan suatu fluida atau zat cair untuk mengalir di dalam pipa kapiler dari titik A ke titik B. Dengan mengetahui lama waktu yang dibutuhkan zat cair untuk mengalir dari garis A ke garis B, dapat ditentukan tingkat viskositas dua atau lebih zat yang sedang dibandingkan.

Cara kerja viskometer Ostwald

Dalam penelitian di laboratorium, setiap jenis viskometer memiliki cara kerja yang berbeda. Mengetahui cara kerja masing-masing viskometer penting agar Anda bisa mendapatkan hasil pengukuran viskositas yang valid. Jika Anda tidak memahami cara kerja tiap jenis viskometer, maka pengukuran viskositas bisa saja gagal.

Pengukuran viskositas dengan menggunakan viskometer Ostwald adalah sering dilakukan oleh laboran. Menghitung viskositas dengan viskometer Ostwald dilakukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan melewati dua tanda ketika mengalir karena gravitasi. Untuk mengkalibrasi viskometer Ostwald, bisa dilakukan dengan air yang sudah diketahui tingkat viskositasnya. Begini cara kerja dan penggunaan viskometer Ostwald saat di laboratorium:

  1. Pastikan bahwa viskometer Ostwald adalah sudah bersih sebelum digunakan.
  2. Masukkan cairan ke dalam pipet dan masukkan cairan tersebut melalui pipet ke viskometer Ostwald.
  3. Kemudian, hisap cairan dalam viskometer Ostwald dengan pushball sampai melewati dua batas.
  4. Siapkan timer atau Kendurkan cairan hingga batas pertama dan mulailah hitungan Anda.
  5. Sembari melakukan penghitungan, Anda bisa mencatat hasil di laporan yang terpisah dan hitung angka yang didapat dengan rumus viskositas.

Menggunakan viskometer Ostwald adalah hal yang biasa bagi laboran. Viskometer Ostwald sendiri sangat bermanfaat untuk mengetahui viskositas suatu zat cair. Jika Anda akan melakukan penelitian dengan viskometer, semoga informasi ini bisa membantu. Belum memiliki viskometer Ostwald? Kunjungi website IBS!

prinsip kerja viskometer bola jatuh

Inilah Prinsip Kerja Viskometer Bola Jatuh yang Wajib Diketahui

Dalam laboratorium, ada banyak sekali Anda temukan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian. Salah satunya adalah viskometer. Viskometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas suatu larutan cair. Viskositas larutan cair adalah kekentalan atau pergesekan internal di dalam zat cair tersebut. Semakin tinggi tingkat viskositas suatu zat cair, semaking sulit ia bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Sebaliknya, semakin rendah viskositas zat cair, semakin cepat ia bergerak dari satu titik ke titik lain.

Untuk menghitung berapa tingkat viskositas zat cair, alat yang digunakan adalah viskometer. Salah satunya adalah viskometer bola jatuh. Prinsip kerja viskometer bola jatuh adalah bagaimana viskositas dihitung dengan melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh bola berpindah dari satu titik ke titik lain. Begini penjelasan lengkapnya!

Mengetahui apa itu viskositas

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, viskositas adalah tingkat kekentalan atau gaya gesek internal di dalam larutan. Pada suatu larutan ataupun zat cair, ada yang namanya pergerakan di dalam zat cair itu sendiri. Pergerakan ini menghasilkan gesekan internal. Ketika gesekan internal dalam zat cair sangat tinggi, maka tingkat kekentalan zat cair pun menjadi tinggi. Sedangkan, ketika tingkat gesekan dalam zat cair rendah, maka tingkat kekentalannya menjadi rendah.

Baca Juga : Jenis-jenis dan Prinsip Kerja Viskometer

Lalu, apa pengaruh tingkat kekentalan atau tingkat viskositas pada zat cair? Tingkat viskositas akan berpengaruh pada kecepatan gerak suatu zat cair. Saat viskositasnya tinggi, zat cair lebih susah bergerak dan membutuhkan waktu lama untuk berpindah. Sebaliknya, saat viskositasnya rendah, zat cair lebih mudah bergerak dan membutuhkan sedikit waktu untuk berpindah.

Contoh mudahnya adalah air putih dan oli. Air memiliki viskositas renda sehingga cepat bergerak. Sedangkan, oli memiliki viskositas tinggi sehingga lebih sulit bergerak atau berpindah. Saat Anda memindahkan air putih dan oli dari satu wadah ke wadah yang lain secara terpisah, mana yang lebih cepat? Tentu saja air. Air akan lebih cepat berpindah dari satu wadah ke wadah lain dibandingkan oli. Inilah guna viskositas, untuk mengetahui tingkat kekentalan dan kecepatan zat cair berpindah.

Fungsi viskometer

Setelah Anda memahami tentang prinsip viskositas, kini saatnya memahami tentang alat pengukurnya. Viskositas zat cair dapat diukur dan diketahui dari alat yang dinamakan viskometer. Viskometer melihat kecepatan cairan mengalir melalui gelas kapiler. Biasanya ini terbuat dari pipa berbahan gelas dengan diameter kecil.

Viskometer akan melihat seberapa cepat zat cair mengalir. Anda bisa memasukkan sample zat cair yang ingin diketahui viskositasnya ke dalam viskometer. Saat viskometer sudah dijalankan dan ternyata larutan tersebut bergerak cepat, maka viskositasnya renda. Jika sebaliknya, maka viskositasnya tinggi. Saat ini ada banyak jenis viskometer. Termasuk salah satunya adalah viskometer bola jatuh.

Prinsip kerja viskometer bola jatuh

Viskometer bola jatuh adalah viskometer yang digunakan untuk mengukur viskositas cairan newton. Prinsip kerja viskometer bola jatuh adalah pada satu titik kecepatan geser. Mudahnya, prinsip kerja viskometer bola jatuh adalah dengan melihat berapa waktu yang dibutuhkan oleh bola untuk berpindah dari satu titik ke titik yang lain saat ia dimasukkan dalam larutan yang berbeda.

Viskometer bola jatuh terlebih dahulu akan diisi oleh suatu cairan atau larutan. Bentuk viskometer bola jatuh sendiri adalah tabung kecil transparan yang memudahkan Anda melihat apa yang terjadi di dalamnya. Kemudian, setelah larutan masuk, bola akan dimasukkan. Saat viskometer sudah dalam keadaan tegak lurus, viskometer akan dibalikkan 180 derajat sehingga bagian atas tabung menjadi bagian bawah dan bagian bawah tabung menjadi bagian atas.

Prinsip kerja viskometer bola jatuh adalah melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan bola untuk jatuh dari bagian bawah ke bagian atas setelah dibalik. Jika bola butuh beberapa saat untuk berbalik. Maka larutan tersebut termasuk kental dengan viskositas yang tinggi. Jika bola langsung jatuh (seperti pada larutan air) maka tingkat viskositas larutan tersebut rendah dengan viskositas yang sama rendahnya.

Bagaimana, apakah kini Anda sudah paham dengan prinsip kerja viskometer bola jatuh? Jika Anda membutuhkan viskometer bola jatuh untuk kebutuhan penelitian bisa hubungi Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS) karena kami menyediakan beragam peralatan laboratorium yang berguna untu Anda.

prinsip kerja viskositas

Bagaimana Prinsip Kerja Viskositas di Berbagai Larutan?

Prinsip kerja viskositas berbeda pada tiap larutan. Viskositas akan menentukan kekentalan atau gaya gesek internal di dalamnya. Beberapa larutan ada yang memiliki viskositas tinggi. Beberapa larutan yang lain memiliki viskositas yang rendah. Untuk mengetahui apakah viskositas sebuah larutan termasuk tinggi atau rendah, Anda bisa melakukan penelitian dan membandingkan hasilnya. Begini penjelasan lengkap mengenai prinsip kerja viskositas pada tiap larutan!

Definisi viskositas

Dalam ilmu kimia, ada istilah yang disebut dengan viskositas. Viskositas adalah istilah yang merujuk pada tegangan geser dengan kecepatan geser yang konstan. Biasanya penelitian mengenai viskositas berhubungan dengan zat cair. Viskositas menunjukkan kepekatan atau kekentalan suatu zat fluida atau cairan. Jika suatu zat cair termasuk kental dan pekat, maka viskositasnya tinggi. Jika zat cair sangat cair (air putih) maka viskositasnya rendah.

Baca Juga : 4 Faktor yang Memengaruhi Viskositas

Pengaruh viskositas pada zat cair adalah pada kecepatan zat cair bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya, Anda memiliki air putih di dalam satu wadah dan oli pada satu wadah lainnya. Kemudian, Anda memindahkan dua cairan tersebut ke wadah lain yang terpisah. Anda memindahkan air dari wadah B ke C dan oli dari wadah D ke E. Bandingkan waktu yang dibutuhkan oleh air dan oli untuk berpindah. Apakah oli butuh waktu lebih lama untuk berpindah dari satu wadah ke wadah yang lain? Tentu saja, karena viskositas oli lebih tinggi daripada air sehingga membuatnya butuh waktu lebih lama untuk berpindah.

Contoh penelitian viskositas

Biasanya, pada penelitian yang dilakukan di laboratorium, laboran membandingkan banyak zat cair untuk diukur dan diketahui viskositasnya. Mengetahui viskositas adalah penting karena akan memengaruhi proses dan hasil penelitian yang dilakukan. Tapi ada pula penelitian yang khusus dilakukan untuk mengetahui viskositas tiap jenis zat cair. Penelitian seperti ini biasanya digunakan untuk membandingkan tinggi rendahnya bermacam zat cair dan faktor apa saja yang memengaruhi viskositas.

Jika Anda melakukan penelitian dengan menggunakan beragam zat cair, maka bisa diketahui berapa viskositas masing-masing zat cair. Contohnya, viskositas air adalah 1,8×10-3 , viskositas darah adalah 4,0×10-3, viskositas pada oli mesin adalah 200×10-3, dan viskositas ethyl alkohol adalah 1,2×10-3 . Dari perbandingan ini, Anda bisa tahu bahwa tiap zat cair memiliki tingkat viskositas yang berbeda. Lalu, apa sebenarnya yang memengaruhi prinsip kerja viskositas pada setiap larutan?

Hal yang memengaruhi viskositas

Pada dasarnya, prinsip kerja viskositas dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti di bawah ini:

Konsentrasi larutan

Viskositas berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Oleh sebab itu, jika konsentrasi larutan tinggi, maka viskositas larutan akan tinggi. Sebaliknya, jika konsentrasi larutan rendah, maka viskositas rendah. Begitulah prinsip kerja viskositas pada larutan.

Kekuatan antar molekul

Viskositas zat cair akan naik seiring dengan pertambahan jumlah molekul lainnya. Misalnya saja, viskositas cairan akan naik jika hidrogen ditambahkan. Ini karena kekuatannya pun berubah.

Ukuran dan berat molekul

Sama dengan kekuatan antar molekul yang memengaruhi viskositas cairan, ukuran dan berat molekul pun berpengaruh pada prinsip kerja viskositas. Semakin berat molekul dalam zat cair, semakin tinggi viskositasnya.

Temperatur atau suhu

Temperatur atau suhu sangat berpengaruh pada tingkat viskositas zat cair. Viskositas zat cair akan naik ketika suhunya turun. Misalnya saja air panas yang memiliki viskositas rendah. Ketika suhunya diturunkan, hingga air menjadi hampir beku, maka viskositasnya akan semakin naik.

 

Itulah penjelasan tentang prinsip kerja viskositas pada setiap larutan. Pada intinya, viskositas zat cair berbeda satu dengan yang lain berdasar hal-hal yang memengaruhinya. Viskositas zat cair sendiri bisa diukur dengan menggunakan viskometer. Anda bisa mendapatkan viskometer di Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS)!

viskometer hoppler

Memahami Spesifikasi Fungsi Viskometer Hoppler

Viskometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan (viskositas) sebuah zat cair. Biasanya viskometer banyak ditemui di alat alat laboratorium untuk keperluan eksperimen. Kekentalan zat cair perlu diketahui untuk mengetahui cairan yang ideal. Cairan yang ideal seharusnya tidak kental, atau tidak memiliki viskositas. Salah satu jenis dari viskometer adalah viskometer hoppler.

Apa itu viskometer hoppler?

Viskometer hoppler berfungsi sama dengan viskometer lainnya, yaitu untuk mengukur kekentalan dalam zat cair. Cara kerja dari viskometer hoppler berbeda dengan viskometer lainnya. Keunikan dari viskometer hoppler adalah adanya pengukuran atas waktu yang dibutuhkan bola untuk melewati cairan yang memiliki tinggi tertentu.  Bola besi tersebut dapat melewati cairan karena adanya gaya gravitasi yang menarik bola tersebut sehingga jatuh ke dasar.

Baca Juga : Mengenal Viskometer, Alat Laboratorium untuk Mengukur Kekentalan Larutan

Viskometer hoppler sendiri berfungsi berdasarkan hukum stokes. Dikarenakan menerapkan hukum stokes ini, maka kekentalan diukur menggunakan benda yang dijatuhkan pada zat cair. Benda yang dijatuhkan pada alat viskometer hoppler untuk mengukur kekentalan harus memiliki ukuran yang sudah pasti. Pada viskometer hoppler, gaya gesek dan gaya gravitasi perlu dipertimbangkan untuk kepastian kekentalan zat cair yang diukur.

Apa saja spesifikasi dari viskometer hoppler?

Viskometer hoppler terdiri dari beberapa bagian yang berfungsi bersamaan untuk membantu  mengukur kekentalan zat cair. Berikut ini adalah beberapa bagian dari viskometer hoppler beserta fungsinya:

  • Steal ball: alat pengukur kekentalan di viskometer hoppler.
  • Glass tube: tempat untuk meletakan zat cair yang akan diukur dan steal ball yang akan dijatuhkan.
  • Light barrier: batasan untuk mengetahui di mana pengukuran akan dimulai dan diakhiri.
  • Pressure cell: bagian luar dari viskometer hoppler untuk melindungi zat cair yang akan diukur agar memiliki tekanan yang tetap.

Bagaimana cara kerja viskometer hoppler?

Untuk mengukur viskositas (kekentalan) zat cair menggunakan viskometer hoppler, ada beberapa prosedur yang harus diikuti dengan baik. Pertama-tama, ukurlah diameter bola yang akan digunakan, diikuti dengan menimbang massa bola tersebut. Selanjutnya, panjang tabung viskometer harus diukur dari batas light barrier yang atas hingga bawah. Sebelum memulai untuk mengukur kekentalan, tentukan masa jenis pada cairan-cairan tersebut. Pastikan temperatur dari viskometer hoppler terlebih dahulu, lalu isilah tabung viskometer hoppler menggunakan cairan yang akan diukur kekentalannya.

Langkah selanjutnya adalah menjatuhkan bola (steal ball) dari besi atau kaca tersebut. Akibat gaya gravitasi, bola tersebut dapat jatuh ke bawah. Jatuhnya  bola tersebut dapat dilihat sebagai fungsi dan harga dari zat cair yang sedang diuji kekentalannya. Mulai nyalakan stopwatch untuk mengukur durasi bola jatuh dari bagian atas light barrier hingga bagian bawah. Catatlah durasi waktu yang dibutuhkan dari bola di atas hingga di bawah light barrier.

Untuk memastikan akurasi dari hasil pengukuran,  maka ulangilah prosedur tersebut sebanyak 10 kali berturut-turut. Yang dibedakan dari 10 kali prosedur tersebut adalah temperatur dari zat cair. Untuk menemukan nilai viskositas dari sebuah zat cair, gunakan data yang telah dicatat dengan rumus:

F = 6.π.η.r.v

F = gaya stokes

v = kecepatan bola jatuh

r = jari –jari

η = viskositas

Apa kelebihan dan kekurangan dari viskometer hoppler?

Kelebihan dari viskometer hoppler adalah mudah diterapkan. Tidak memerlukan prosedur dan alat yang terlalu susah dan rumit untuk diterapkan. Sedangkan viskometer hoppler juga memiliki kekurangannya sendiri, yaitu sulit untuk digunakan mengukur kekentalan (viskositas) pada zat cair yang berwarna atau tidak jernih. Selain itu, pengukuran kekentalan masih membutuhkan perhitungan melalui rumus. Sampel zat cair yang dibutuhkan juga banyak karena prosedur harus diulang sebanyak 10 kali untuk memastikan akurasi.

 

Demikianlah spesifikasi fungsi dari viskometer hoppler. Apabila kamu sedang mencari viskometer hoppler atau viskometer jenis lainnya, kamu dapat menemukannya di Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). IBS siap memenuhi kebutuhanmu karena menjual berbagai macam alat laboratorium untuk menunjang kualitas eksperimenmu.

prinsip kerja viskometer

Jenis-jenis dan Prinsip Kerja Viskometer

Banyak alat alat laboratorium untuk membantu keberlangsungan sebuah eksperimen. Alat-alat yang digunakan disesuaikan dengan eksperimen yang dilakukan. Viskometer adalah alat yang sering ditemui di laboratorium. Kegunaan dari viskometer adalah untuk mengukur viskositas dari sebuah cairan. Viskositas sendiri merupakan kekentalan dari sebuah zat cair. Kekentalan zat cair sendiri diukur untuk mengetahui nilai perlawanan terhadap pergeseran benda.

Kegunaan mengukur viskositas sendiri berguna untuk mengetahui apakah zat cair itu ideal atau tidak. Seharusnya, zat cair yang ideal tidak memiliki kekentalan. Viskometer penting dimiliki di dalam laboratorium, karena kebanyakan eksperimen pasti menggunakan cairan sebagai zat yang diteliti. Oleh karena itu, viskositas penting untuk dimiliki dalam sebuah laboratorium, terutama untuk melakukan tes terhadap zat cair.

Bagaimana cara kerja viskometer?

Viskometer  pada intinya berguna untuk mengukur kekentalan sebuah cairan. Viskometer mengukur kekentalan cairan menggunakan sebuah pipa gelas, atau yang biasa disebut gelas kapiler. Cairan dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah (cair) apabila cairan dapat mengalir dengan cepat dalam pipa itu. Begitu juga sebaliknya, cairan dikatakan memiliki viskositas tinggi (kental) apabila cairan mengalir dengan lambat di dalam pipa. Viskometer mengukur viskositas dengan cara mengukur kecepatan cairan mengalir di dalam tabung silinder. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cairan yang mengalir lambat merupakan cairan kental dan cairan yang mengalir cepat merupakan zat cairan yang tidak kental.

Baca Juga : Mengenal Viskometer, Alat Laboratorium untuk Mengukur Kekentalan Larutan

Apa saja jenis viskometer?

Meski memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mengukur cairan, namun viskometer memiliki berbagai macam jenis yang berbeda. Mari simak beberapa jenis viskometer di bawah ini.

Viskometer Ostwald

Cara kerja dari viskometer ostwald adalah dengan cara mencari tahu waktu yang diperlukan cairan untuk melewati 2 tanda yang ada. Air dapat mengalir di viskometer ostwald karena adanya gaya gravitasi yang menyebabkan air bergerak. Kalibrasi harus dilakukan pada viskometer untuk dapat mempertahankan keakuratannya dalam mengukur kekentalan. Untuk melakukan kalibrasi terhadap viskometer ostwald, gunakan air yang sudah diketahui tingkat kekentalannya terlebih dahulu.

Viskometer Hoppler

Viskometer hoppler berfungsi sama dengan viskometer lainnya, namun memiliki cara kerja yang berbeda. Hukum stokes diterapkan pada viskometer hoppler untuk mengukur kekentalan cairan. Hukum stokes sendiri berarti bahwa kekentalan sebuah cairan diketahui dengan cara adanya benda yang dijatuhkan kepada zat cair. Benda yang digunakan untuk membantu mengukur kekentalan pada viskometer hoppler harus merupakan benda yang ukurannya sudah pasti. Selain itu, viskometer hoppler perlu mempertimbangkan adanya gaya gesek dan gaya gravitasi.

Viskometer Cup and Bob

Pada viskometer cup and bob, cara kerja mengukur viskositas dilakukan dengan cara memasukan cairan yang akan diukur pada ruang tertentu. Ruang ini terletak di antara dinding dalam mangkuk (cup) dan dinding luar (bob). Setelah memasukan cairan, langkah selanjutnya adalah memasang rotor. Terakhir, hidupkan alat dan nilai viskositas akan langsung terlihat pada skala.

Viskometer Cone and Plate

Viskometer clone and plate merupakan alat viskometer yang lebih canggih, karena dapat mengukur kekentalan cairan secara detail. Viskometer ini dapat mengukur cairan dengan volume yang kecil. Selain itu, hasil pengukuran dari viskometer cone dan plate memiliki akurasi yang tinggi.

 

Demikianlah cara kerja dan jenis-jenis dari viskometer. Laboratorium pasti membutuhkan viskometer, terutama untuk mengukur kekentalan dari zat-zat cair. Viskometer dapat menunjang hasil dari eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Jangan lupa untuk melakukan kalibrasi pada viskometer untuk memastikan akurasi dari pengukuran kekentalan sebuah cairan.

Apabila membutuhkan viskometer, kamu dapat mencari viskometer sesuai jenis kebutuhanmu melalui Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS). IBS merupakan distributor laboratorium di Indonesia, menjual berbagai macam alat laboratorium yang Anda perlukan untuk menunjang eksperimen yang anda lakukan. IBS siap memenuhi kebutuhan.