penggunaan air

Penggunaan Air yang Tepat di Laboratorium dengan Water Still

Pekerjaan di laboratorium kerap kali membutuhkan penggunaan air dengan tingkat kemurnian yang berbeda-beda. Sebab itu, dibutuhkannya water still untuk pemurnian air secara modern.

Penggunaan air di laboratorium

Tingkat kemurnian air untuk penggunaan di laboratorium perlu disesuaikan dengan aplikasinya. Contoh aplikasi  kemurnian air di laboratorium ialah pada campuran pembuatan media kultur sel dan membuat PCR mastermix akan berbeda dengan air yang digunakan untuk mencuci peralatan laboratorium.

Karena itu, air yang berasal dari sumber mata air, air tanah atau pegunungan tidak dapat langsung dipakai di dalam laboratorium. Hal ini disebabkan, adanya kandungan ion-ion pelarut dalam jenis air tersebut.

Salah satu, cara untuk memurnikan air melalui proses distilasi. Distilasi sendiri, berarti metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan suatu zat menguap (volatilitas) pada suhu tertentu. Biasanya, proses distilasi terdiri atas penguapan campuran kemudian proses pendinginan dan pengembunan. Prinsip utama pemisahan secara distilasi adalah perbedaan titik didih cairan pada tekanan tertentu.

Prinsip kerja water still

Proses distilasi pada water still berjalan dalam satu rangkaian alur air, yaitu yang digunakan untuk bahan baku. Selanjutnya, air tersebut digunakan sebagai pendingin untuk kondensor.

Prinsip dari proses ini,  air yang dimurnikan dimasukkan dalam water still kemudian diuapkan. Uap yang terbentuk mengalir ke atas dan terkondensasi pada kondensor membentuk cairan kembali lalu ditampung sebagai destilat (air suling).

Air hasil penyulingan disebut Aquadest dengan tingkat kemurnian kira-kira 99.5%. Nilai pH destilat yang dihasilkan sedikit berubah asam ketika karbondioksida dari udara lingkungan larut dalam distilat. Karenanya, air murni perku dihabiskan secara cepat atau disimpan dalam kondisi kedap udara.

Aplikasi water still

Sistem water still tidak hanya menghilangkan ion bermuatan namun menyaring mikroba untuk meminimalisasi risiko kontaminasi. Lalu, digunakan pula agar senyawa organik tidak mudah menguap, termasuk sebagian besar mineral, dan bahan kimia yang terkandung.  Berikut penggunaan air hasil distilasi.

  • Penelitian dan pengembangan, misalnya untuk preparasi sampel, persiapan bakteriologis, dan medis.
  • Persiapan sel dan kultur jaringan
  • Digunakan untuk proses pembersihan dan sterilisasi.
  • Larutan buffer
  • Aplikasi mikrobiologi dan analitis, seperti HPLC

Perawatan water still dilakukan dengan sederhana hanya membutuhkan pembersihan teratur. Hal ini menjadi keuntungan, jika dibandingkan dengan sistem manual. Pemilihan water still perlu disesuaikan dengan kebutuhan di laboratorium.

Hal ini dikarenakan, adanya pilhan bergantung banyaknya air yang dapat dimurnikan dalam satu waktu. Dengan demikian, dibutuhkannya water still yang baik dan tepat untuk melakukan satu proses penyulingan ataupun dua kali proses.

 

Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS) memiliki berbagai pilihan water still yang tepat untuk tiap proses distilasi laboratorium Anda. Jika Anda berminat sila hubungi kami di sales@ibs.co.id

 

Reference

gfl.de

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *