faktor yang mempengaruhi viskositas

[:id]4 Faktor yang Memengaruhi Viskositas[:]

[:id]Apabila Anda sering melakukan penelitian yang berhubungan dengan zat cair, istilah viskositas pasti terdengar tidak asing. Istilah ini merupakan salah satu istilah yang identik dengan zat cair, terutama jika menyangkut dengan tingkat kekentalannya. Apa sebenarnya viskositas itu? Untuk lebih memahami tentang viskositas simak ulasannya berikut.

Mengenal apa itu viskositas

Viskositas berasal dari kata “viscous” yang berarti memiliki konsistensi yang pekat atau kental, Jadi secara sederhana viskositas dapat dimaknai sebagai kekentalan. Apa yang dimaksud dengan kekentalan di sini? Kekentalan di sini merujuk pada zat cair. Viskositas dipahami sebagai suatu gerakan yang terjadi di dalam zat cair. Penyebab gerakan tersebut bisa sangat variatif, ada yang disebabkan oleh getaran atau bahkan perubahan suhu.

Lihat saja benda padat yang dilelehkan. Sebelum menjadi cair, benda tersebut akan berada pada kondisi “viscous” sehingga dapat mengalir. Pada kondisi tersebut bagian dalam (molekul) benda bergerak terus-menerus dan interaksi antar molekul melemah hingga akhirnya menjadi cair.

Konsep dasar viskositas

Konsep viskositas sebenarnya tidak hanya terbatas pada zat cair saja, melingkupi fluida juga, yang berarti gas pun termasuk di dalamnya. Namun, viskositas zat cair dengan gas tentu saja berbeda. Dilihat dari penyebabnya saja sudah berbeda. Viskositas zat cair disebabkan oleh adanya kohesi (gaya tarik-menarik antar molekul sejenis). Sedangkan pada gas, viskositas timbul karena adanya tabrakan antar molekul penyusun.

Semakin rendah tingkat viskositas suatu zat, maka kemampuannya untuk mengalir pun semakin tinggi. Sebaliknya, zat yang tingkat viskositasnya rendah cenderung lebih susah mengalir. Contoh mudahnya bisa Anda lihat saat mencoba mengalirkan air dan minyak. Air memiliki tingkat viskositas rendah (hampir nihil) sehingga lebih mudah mengalir. Sedangkan minyak tingkat viskositasnya lebih tinggi dari air sehingga lebih susah mengalir.

Meski viskositas ini berlaku untuk seluru fluida, namun konsep ini hanya berlaku pada fluida riil. Apa itu fluida riil? Fluida riil merupakan jenis fluida yang benar-benar dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya air dan minyak. Viskositas tidak berlaku pada fluida ideal yang pada kenyataannya tidak bisa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanyalah semacam sampel peraga untuk mengamati aliran fluida.

Faktor yang memengaruhi level viskositas

Tingkat viskositas suatu fluida tentu tidak dapat muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi level viskositas fluida, di antaranya:

1. Tekanan

Tingkat viskositas suatu zat cair akan naik jika terdapat tekanan. Sedangkan pada gas, tekanan tidak akan memengaruhi tingkat viskositas. Mengapa demikian? Ini karena tekanan ternyata memengaruhi ikatan molekul zat cair. Semakin tinggi tekanan maka semakin tinggi pula gaya kohesi yang terjadi pada molekul penyusun zat cair.

2. Temperatur

Di samping tekanan, tingkat viskositas fluida juga dipengaruhi tekanan. Pada zat cair, temperatur yang naik akan menyebabkan tingkat viskositas turun. Sedangkan pada gas, temperature yang naik justru akan meningkatkan viskositas. Ini karena pemanasan dapat membuat kohesi antar molekul melemah.

3. Ukuran serta berat molekul

Ukuran serta berat molekul ternyata juga dapat memengaruhi viskositas. Semakin berat massa molekul benda maka semakin tinggi pula viskositasnya. Sebagai contoh, minyak memiliki massa molekul yang lebih berat dibandingkan air, maka nilai viskositasnya pun lebih besar dibandingkan air.

4. Kekuatan kohesi

Seperti yang telah disebutkan pada bagian pembuka, viskositas dipengaruhi oleh gaya kohesi antar molekul sejenis dalam benda. Makin besar kekuatan gaya kohesi, semakin tinggi pula tingkat viskositasnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa setidaknya ada empat faktor yang memengaruhi viskositas benda. Anda dapat menjadikannya pertimbangan apabila sedang melakukan penelitian terkait dengan viskositas. Semoga bermanfaat.[:]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *