pengertian evaporasi

Pengertian Evaporasi, Faktor, dan Prosesnya

Fenomena alam yang terjadi saling berkaitan antara satu kondisi lingkungan itu sendiri. Ada banyak faktor yang saling mempengaruhi proses terjadinya beberapa fenomena alam dan ini menarik untuk diketahui lebih jauh. Salah satunya yang selalu terjadi setiap hari adalah proses penguapan atau yang dikenal juga dengan istilah evaporasi. Fenomena alam yang rutin terjadi ini memengaruhi ekosistem serta bagaimana makhluk hidup beraktivitas dan hidup. Ini dia penjelasannya lebih lengkap dalam ulasan di bawah ini.

 

Pengertian evaporasi

Secara ilmiah, pengertian evaporasi sendiri merujuk pada sebuah proses di mana es mengalami perubahan menjadi gas atau uap air. Itu sebabnya juga evaporasi disebut penguapan. Susunan kimia dari air (H2O) ini terbagi secara alamiah dalam tiga wujud bentuk, yakni gas, cair, juga padat. Air adalah satu-satunya elemen di bumi yang tidak berubah susunan kimiawinya walau wujudnya berubah.

Air dapat mengalami perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuknya yang lain ini dengan pengaruh suhu. Molekul pada air ini sendiri dapat memenuhi ruang yang sama. Molekul air ini termasuk jenis molekul yang tidak punya energi yang cukup untuk dapat lepas dari susunannya. 

Faktor-faktor evaporasi

Terdapat faktor-faktor yang mendorong terjadinya evaporasi, ada faktor yang bersifat langsung, ada juga faktor tidak langsung. Faktor langsung ini merujuk pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses terjadinya penguapan itu sendiri. Faktor langsung yang pertama tentu saja temperatur.

Saat temperatur semakin tinggi, maka semakin besar pula evaporasi yang akan terjadi. Saat tekanan uap semakin tinggi pada uap air tersebut, evaporasi juga semakin tinggi. Selain temperatur, faktor langsung lainnya adalah kecepatan angin. Semakin cepat angin ini, semakin besar pula terjadinya penguapan atau evaporasi.

Faktor-faktor langsung lainnya termasuk juga kelembaban udara. Apabila kondisi kelembaban udara sedang tinggi, evaporasi yang terjadi akan semakin rendah. Intensitas sinar matahari juga banyak berpengaruh di sini. Semakin lama terpapar sinar matahari, evaporasi yang terjadi juga semakin tinggi.

Sementara faktor tidak langsung yang mempengaruhi proses evaporasi di sini adalah tata letak lintang, di mana lokasi evaporasi terjadi, ketinggian dari tempat tersebut sendiri, serta periode waktu evaporasi terjadi. Biasanya, dalam rentang bulan-bulan tertentu, intensitas evaporasi akan lebih tinggi daripada di bulan-bulan yang lain.

Proses evaporasi

Proses evaporasi dimulai dengan cairan pada molekul yang memperoleh energi yang cukup untuk melakukan perubahan wujud (menguap). Energi yang dimaksud ini adalah energi panas yang diperoleh dari lingkungan, yang akan mengubah molekul air menjadi uap.

Proses evaporasi kerap terjadi pada permukaan cairan, namun pada kenyataannya evaporasi juga dapat terjadi pada tubuh atau substansi yang bervolume. Saat penguapan sudah terjadi, maka tekanan uap ini akan jadi lebih rendah dari hasil tekanan atmosfer di sekitarnya. Ini dikenal dengan istilah kondensasi.

Kondensasi ini pada dasarnya adalah kebalikan dari proses terjadinya penguapan. Ini mungkin terjadi jika suhu uap berubah menjadi substansi dingin. Sehingga, proses menguap akan berganti menjadi mengembun, membuat substansi kembali ke bentuk asalnya, yakni berbentuk cair.

Jenis-jenis evaporasi

Dalam proses evaporasi sendiri ada perbedaan satu sama lain. Itu sebabnya terdapat jenis-jenis yang membedakan antara satu evaporasi dan evaporasi lainnya. Tentunya jenis ini adalah jenis evaporasi buatan yang prosesnya mengadaptasi proses evaporasi alamiah yang merupakan bagian dari fenomena alam.

 

Evaporasi yang pertama ini dikenal dengan istilah submerged combustion evaporator, di mana prosesnya adalah pemanasan dengan menggunakan api. Api ini menyala di bawah permukaan sebuah cairan. Gas panas dari api ini yang kemudian akan mengalir melewati cairan dan membentuk uap (evaporate).

 

Jenis evaporasi yang kedua ini dikenal dengan nama direct fired evaporator. Proses penguapan di sini terjadi dengan pengapian secara langsung. Api dan cairan terpisah dengan adanya dinding besi atau substansi lain untuk memanaskan. Cairan akan mendidih di sini dan menghasilkan uap.

 

Steam heated evaporator adalah jenis evaporasi lainnya yang dilakukan dengan pemanasan. Di sini akan terjadi proses kondensasi dari sumber panas. Uap terkondensasi pada satu sisi, sementara di sisi lain ada cairan mendidih, penguapan akan dilakukan dengan transmisi di sini melalui tabung-tabung. Ini paling umum ditemukan di pabrik industrial.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *