prinsip kerja inkubator

Prinsip Kerja Inkubator Secara Umum

Inkubator adalah salah satu alat pengontrol inkubasi, baik itu untuk mengontrol temperatur, kelembapan, oksigen maupun karbondioksida di dalamnya. Alat ini seringkali digunakan untuk eksperimen kerja pada biologi dan mikrobiologi serta digunakan dalam kultur bakteri dan sel. Prinsip kerja inkubator secara sederhana ditunjukkan dalam sebuah kotak dengan pemanas serta pengontrol panas dengan suhu diatas 60 derajat celcius, namun ada pula inkubator dengan suhu yang lebih panas yakni diatas 100 derajat celcius.

Tak hanya itu, saat ini inkubator juga seringkali digunakan untuk bidang lainnya seperti bidang peternakan, contohnya untuk menetaskan telur unggas serta kesehatan, seperti inkubator bayi untuk bayi prematur. Pada umumnya, terdapat 4 prinsip kerja inkubator dasar yang dapat mempengaruhi hasil inkubasi yaitu temperatur, kelembaban, ventilasi dan kebersihan inkubator itu sendiri.

Jenis-jenis Inkubator di Pasaran

Pada dasarnya terdapat tiga macam inkubator yang beredar di pasaran sesuai dengan fungsinya yaitu inkubator bakteri dan mikrobiologi, inkubator unggas dan inkubator bayi.

Inkubator Bakteri dan Mikrobiologi

Pada inkubator bakteri dan mikrobiologi, suhu yang digunakan biasanya adalah sekitar 37 derajat celcius karena kebanyakan organisme sel mamalia dan bakteri akan tumbuh dengan baik pada suhu tersebut. Sedangkan, untuk organisme mikro yang digunakan untuk eksperimen di bidang biologi biasanya menggunakan suhu dengan temperatur 30 derajat celcius. Sedangkan, untuk proses kultivasi sel mamalia dengan kelembaban tinggi, biasanya digunakan inkubator dengan suhu rendah yang dapat mengontrol kelembaban serta karbon dioksida.

Prinsip kerja inkubator dalam bidang biologi adalah untuk menyediakan lingkungan yang tepat dalam proses pertumbuhan bakteri maupun mikroorganisme dalam kultur media tertentu. Temperatur yang digunakan dalam inkubator biologi biasanya konstan. Dalam kesehatan, inkubator biologi juga digunakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme penyebab penyakit pasien. Sebagian sampel darah, sekresi, lendir, dahak, maupun sampel lainnya akan diletakkan di dalam kultur media untuk selanjutnya di inkubasi.

Inkubator Ternak

Inkubator ternak digunakan untuk menyimpan telur agar tetap hangat sebelum siap untuk menetas. Inkubator ternak di masa lampau menggunakan lampu dalam proses pemanasan, sedangkan inkubator modern saat ini menggunakan aliran listrik dalam prosesnya. Prinsip kerja inkubator ternak yakni telur yang akan ditetaskan harus berada dalam temperatur yang tepat agar proses metabolik embrio dapat berlangsung dengan semestinya. Telur harus dibolak-balik selama beberapa periode tertentu sehingga nutrisi pada putih telur bisa diserap secara maksimal oleh embrio.

Setelah itu, telur akan kehilangan kadar air melalui pori-pori cangkang telur, sehingga kelembapan di sekitar telur harus dikontrol agar proses inkubasi bisa berjalan secara sempurna. Selain itu, diperlukan asupan oksigen karena telur akan “bernafas” sehingga karbon dioksida harus dikeluarkan dalam inkubator. Telur juga rentan akan infeksi sehingga inkubator harus dijaga agar senantiasa bersih dan bebas dari bakteri.

Inkubator Bayi

Prinsip kerja inkubator bayi adalah dengan menghantarkan panas dari bola lampu yang terdapat pada bagian bawah inkubator. Udara panas dihantarkan melalui container dengan kadar air tertentu sehingga kelembapan akan bertambah. Udara yang hangat dan lembab ini akan disalurkan ke kompartemen bayi dengan thermostat sebagai pengontrol suhu. Jika suhu terlalu panas, maka bola lampu akan mati secara otomatis. Bayi akan dapat terlihat melalui plexiglass yang dapat dibuka pada bagian atas inkubator.

Inkubator bayi pada umumnya memiliki alat spesial yang dapat mengontrol kadar oksigen di dalam inkubator. Hal ini sangat penting karena kadar oksigen tiap bayi prematur berbeda-beda dan tergantung kepada penyakit tertentu yang diderita oleh bayi tersebut. Selain pengontrol oksigen dan suhu, inkubator bayi juga biasanya dilengkapi dengan pengontrol kelembaban.

Itulah prinsip kerja inkubator secara umum. Anda bisa mendapatkan inkubator melalui website ibs.co.id dari Infiniti Bioanalituka Solusindo (IBS). IBS menyediakan CO2 inkubator galaxy yang dapat digunakan di laboratorium dengan kapasitas medium 48 liter dan desinfeksi suhu tinggi serta desain tanpa kipas. Ada pula inkubator The New Brunswick S41i yakni inkubator CO2 yang memiliki shaker Eppendorf sehingga dapat menyediakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan sel mamalia maupun kultur. Selain itu, Anda juga bisa membeli berbagai jenis inkubator New Brunswick yang tentunya dapat Anda pilih sesuai kebutuhan!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *