rumus viskositas

Ketahui Lebih Banyak Manfaat Rumus Viskositas

Viskositas atau kekentalan zat adalah tingkat daya tahan yang dimiliki oleh suatu fluida atau zat cair dan dihasilkan dari tegangan geser antara molekul air yang terkandung dalam zat cair tersebut. Besaran energi laju aliran dari suatu zat cair dapat ditentukan melalui materi viskositas atau kekentalan zat cair. Dibawah ini kamu akan temukan lebih lanjut mengenai rumus viskositas dan manfaatnya.

Terdapat dua macam viskositas fluida yakni viskositas untuk fluida newton dan non-newtonian. Pada viskositas newton, cairan Newtonian memiliki viskositas yang konstan karena adanya hambatan yang besar saat meningkatkan gaya. Cairan Newtonian akan tetap bertindak seperti cairan dan tidak bergantung pada berapa banyak gaya yang dimasukkan. Sedangkan, cairan non-newtonian memiliki viskositas yang tidak konstan dan bergantung kepada gaya yang diterima lapisan fluida tersebut. Contoh dari cairan viskositas non-newtonian adalah slime dan pasir magnet yang konsistensinya dapat berubah-ubah.

Pengertian Viskositas

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pengertian viskositas merupakan suatu tingkat daya tahan yang dimiliki oleh suatu fluida atau zat cair. Viskositas sendiri dapat dihasilkan dari tegangan geser antara molekul air yang terkandung dalam zat cair tersebut. Dari pengertian viskositas tersebut, kita juga mengetahui bahwa saat ini terdapat dua jenis viskositas fluida. Setelah membahas mengenai pengertian viskositas, kita akan membahas mengenai kedua jenis viskonitas tersebut di bawah ini:

Viskositas atau Kekentalan Zat Cair Fluida Newton (Dinamis/Mutlak / Absolut)

Viskositas zat cair atau kekentalan zat cair absolut (koefisien viskositas mutlak) ini merupakan sebuah ukuran resistensi ineternal. Viskositas dinamis ini ialah gaya tangensial per satuan luas yang dibutuhkan supaya bisa atau dapat memindahkan suatu bidang horisontal itu ke sebuah bidang lainnya, di dalam unit velositas (velocity), pada saat mempertahankan jarak di dalam sebuah cairan.

Hukum Newton berbunyi:, bahwa tegangan geser di dalam suatu cairan sebanding yakni dengan laju perubahan kecepatan normal aliran, laju kecepatan tersebut disebut yakni sebagai gradien kecepatan.

Rumus Viskositas Dinamis :

T = µ (dc / dy)

Keterangan :

T = Tegangan geser (N/m2)

µ = Viskositas dinamis (Ns/m2)

dc = satuan kecepatan (m/s)

dy = satuan jarak antara (m).

Rumus tersebut ini juga sering disebut sebagai hukum Newton.

Di dalam sistem SI satuan viskositas dinamis satuannya yaitu (Ns/m2, Pa s atau kg/(ms), yang mana :

1Pa s = 1Ns/m2 = 1kg/(ms)

Apabila dinyatakan kedalam satuan metrik sistem CGS (centimeter, gram, seconds / detik) yaitu : g/(cm s), dyne s/cm2 atau centipoise (cP), maka:

1 centipoise=1dyne s/cm2=1g/(cm s)=1/10 Pa s=1/10 Ns/m2

Untuk pemakaian poise di viskostatis maka kemudian akan menghasilkan angka yang terlalu besar sehingga kemudian sering dibagi dengan angka 100 yakni di dalam centipoise (cP), ini menjadi:

1P = 100cP

1cP=0,01 poise=0,01g/(cm s)=0,001Pascal=1miliPascal=0,001Ns/m2

Rumus Viskositas & Fluida Viskositas Fisika

Rumus Viskositas Fisika

Koefisien viskositas atau kekentalan tersebut di lambangkan dengan η. Viskositas atau kekentalan tersebut ialah suatu fungsi dari besaran turunan dari percepatan (V) serta tekanan (P) dan juga panjang diameter (D). Selain dari itu supaya hubungan fungsi serta variabelnya tersebut nampak jelas maka kemudian haruslah terdapat Konstanta (k). Jadi rumus viskositas atau kekentalan itu diantaranya :

η = k x p x D /V

Keterangan:

η : Koefisien Viskositas

k : Konstanta

P : Tekanan

D : Diameter

V : Kecepatan

Rumus Fluida Viskositas

F = η A x v /L

Keterangan:

F : Gaya (N)

A : Luas Keping yang bersentuhan yakni dengan Fluida (m²)

v : Kelajuan Fluida

L : Jarak antar Keping

η : Koefisien Viskositas (Kg)

Besarnya gaya (F) yang kemudian dibutuhkan untuk dapat atau bisa menggerakan suatu lapisan fluida tersebut ditentukan oleh kelajuan tetap (v) yakni untuk luas keping yang telah atau sudah bersentuhan dengan fluida (A) serta berjarak (L) dari keping yang diam. Selain dari itu, nilai koefisien viskositas tersebut dapat atau bisa berubah sesuai dengan perubahan temperatur serta juga apabila temperatur atau juga suhu naik maka viskositas di dalam zat cair akan turun serta di dalam gas itu akan naik serta begitu sebaliknya.

Faktor yang Mempengaruhi Viskositas

Contoh faktor yang mempengaruhi viskositas, diantaranya yakni tekanan. Zat cair viskositas akan naik seiring dengan kenaikan tekanan dari zat cair viskositas tersebut. Suhu juga dapat mempengaruhi viskositas atau tekanan pada zat cair, karena jika suhu naik maka viskositas cairan akan turun. Sebaliknya, gas viskositas akan naik jika suhu juga naik. Kehadiran zat lain juga dapat mempengaruhi viskositas suatu zat, seperti penambahan suspensi.

Baca Juga : Viskositas: Definisi, Pengaruh, dan Contohnya

Kekuatan antar molekul zat cair juga dapat mempengaruhi viskositas cairan, karena viskositas zat cair akan naik seiring dengan naiknya ikatan hidrogen pada cairan tersebut. Berat molekul, ukuran dan konsentrasi larutan juga dapat mempengaruhi viskositas dinamis. Semakin tinggi berat molekul, semakin tinggi pula viskositasnya. Begitu pula dengan konsentrasi larutan, karena secara kuantitatif partikel yang larut, maka gesekan antar partikel akan semakin tinggi sehingga viskositas juga akan naik, itulah contoh soal viskositas.

Manfaat Rumus Viskositas dalam Kehidupan

1. Proses Produksi Makanan

Rumus viskositas sangat berarti dalam produksi makanan karena viskositas digunakan hampir di setiap proses produksi. Ketika temperature ditambah, maka kekentalan makanan pun akan meningkat, begitupun sebaliknya dan hal tersebut mengacu kepada zat tepung serta glukosa yang ada dalam makanan tersebut.

Viskositas antara saus, mayones dan sup tentu berbeda, sehingga pengkuran temperature viskositas sangat diperlukan untuk menghasilkan konsistensi makanan yang tepat. Viskositas juga bermanfaat dalam proses quality control, karena viskositas dapat memisahkan antara zat makanan yang berkualitas maupun tidak.

2. Pelumasan Kendaraan

Rumus viskositas juga sangat berguna dalam proses pelumasan kendaraan, karena viskositas oli dapat mempengaruhi suhu silinder, gear dan mesin kendaraan Anda serta mempengaruhi gesekan di dalam mesin. Viskositas pada pelumas kendaraan dihitung dengan satuan viskositas kinematik yang dihitung melalui perbandingan antara waktu tempuh dan jarak yang ditempuh dalam tabung viskometer kapiler.

Itulah mengapa, beberapa minyak pelumas dapat meluncur lebih lancar saat temperature panas, dan ada pula minyak pelumas yang bekerja lebih baik saat kondisi cuaca dingin. Ada pula minyak pelumas dengan kemampuan resistance (viscosity index) yang tinggi karena tahan dari perubahan temperature. Minyak pelumas dengan viscosity index yang tinggi akan lebih hemat dalam penggunaan oli serta dapat menghemat konsumsi dari bahan bakar kendaraan tersebut untuk kecepatan terminal.

3. Kesehatan

Dalam dunia kesehatan, rumus viskositas sangat diperlukan untuk mengukur kekentalan darah yang dipengaruhi oleh viskositas plasma dan hematrocrit. Kekentalan darah dapat mendeteksi beragam penyakit. Misalnya, pada pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular akut seperti stroke dan serangan jantung, viskositas plasma akan lebih tinggi. Selain itu, anemia, epidemi postmenopause, serta penyakit lainnya juga dapat dideteksi dengan viskositas.

4. Infustri Manufaktur

Dalam industri manufaktur, viskositas sangat berperan dalam pengukuran kekentalan pelumas yang akan digunakan dalam mesin. Jika pelumas memiliki viskositas yang terlalu tinggi, maka pelumas bisa menyumbat mesin sehingga menghambat proses manufaktur. Sedangkan, jika pelumas memiliki viskositas yang terlalu rendah, maka komponen manufaktur malah akan mendapatkan perlindungan yang terlalu sedikit saat bergerak.

Itulah manfaat dari viskositas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengukuran viskositas, Anda bisa menggunakan viscometer yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu zat cair dengan instan. Infiniti Bioanalitika Solusindo (IBS) menyediakan viscometer automatic yang bisa Anda gunakan untuk mengukur viskositas dengan akurat. Anda bisa mengunjungi website ibs.co.id untuk keterangan lebih lanjut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *