Autoklaf untuk sterilisasi

[:en]Here are the parts of electrical autoclaves and their functions![:id]Inilah Bagian-Bagian Autoklaf Listrik dan Fungsinya![:]

[:en]Autoklaf was first discovered in 1879 by Charles Chamberland. Autoklaf is derived from the Greek language which means auto means self and clavis which means lock. Nevertheless, autoclaves now refer to the sterilisation apparatus. Especially in medical world, as well as other techniques. In the medical world itself as time goes on, electric autoclaves appear.

These electrical autoclaves have many advantages when compared to conventional autoclaves. Especially from hot energy sources are used. Conventional autoclaves still use fire or stove as heat producing power. While for an autoclaves the source is derived from the electric flow. What are some parts of the electric Autklaf? Here are some of them.

The autoclaves you should know

In electrical autoclaves, there are several important components or parts necessary to support autoclaved performance in good condition when used. These parts must be in prime condition so that the autoclaved test results can be accurate and can be read by both the doctor and the medical officer. Here are some of them you need to know.

1. Timer

The first part on electrical autoclaves is the timer. The function of this timer is to set the time for how long the medical sterilization process suits the needs. The difference is, for simple autoclaves do not have a timer, because it still uses the stove as a heater and not using electricity.

2. Steam valve

The two parts found in electrical autoclaves are steam valves. Although the size is quite small but this part is very important. Especially in removing moisture during the sterilization process.

3. Pressure gauge

There is also an autoclaving part of the pressure gauge. The function is none other than the vapor pressure in the autoclaves. Especially when you are doing the sterilization process. That way, you can find out how long it takes in the process to suit your needs. In addition, there is also a safety valve that can lock the autoclaved cover.

4. On/Off switch

The fourth and no less important is the on/off button. This will surely be found on all electrical autoclaves. If this button does not work properly or damaged, the autoclaves can not be worked properly. Even under certain conditions can cause short circuit when not handled.

5. Thermometer

Next is the thermometer. Sterilization will require a different temperature and depending on the sterilized object. The thermometer can know the temperature needed during the sterilization process.

6. Heat source

The presence of heat source plates can help the process of changing electrical energy into hot energy. This slab is usually made from wire and copper coil in channeling heat energy. Especially when used in sterilization process.

7. Safety Screw

The rest of the electrical autoclaves are safety couplages. The Fungsai of this safety screw can keep the steam pressure inside the machine. However, you need to ensure that the couplups are tightly mounted and well.

8. Goose Power

This goose power is important and is in electrical autoclaves. It functions to limit for water replenishment. Unlike ordinary autoclaves, there is no goose power but uses aluminum containers in the laying of the sterilised objects. The other part is the vacuum that can suck the air and steam from the sterilization chamber.

Autoclaving is a tool in medical laboratories that is useful for sterilisation in addition to the autoclaving of the sterilizer in the IBS product catalogue.

That’s a short explanation of some parts of the electrical autoclave you need to know. Especially in the process of streilization of medical objects in both hospitals and clinics.[:id]Autoklaf pertama kali ditemukan pada tahun 1879 oleh Charles Chamberland. Autoklaf berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah auto berarti diri dan clavis yang berarti kunci. Meski demikian, autoklaf kini merujuk pada alat sterilisasi. Khususnya dalam dunia medis, maupun teknik lainnya. Di dalam dunia medis sendiri seiring berjalannya waktu kini muncul autoklaf listrik.

Autoklaf listrik ini memiliki berbagai keunggulan bila dibandingkan dengan autoklaf konvensional. Khususnya dari sumber energi panas yang digunakan. Autoklaf konvensional masih menggunakan api atau kompor sebagai tenaga penghasil panas. Sementara untuk autoklaf listrik sumbernya berasal dari aliran listrik. Apa saja bagian dari autklaf listrik tersebut? Berikut beberapa di antaranya.

Bagian autoklaf yang perlu Anda ketahui

Dalam autoklaf listrik, terdapat beberapa komponen atau bagian penting yang diperlukan untuk menudukung kinerja autoklaf dalam kondisi baik ketika digunakan. Bagian-bagian tersebut harus dalam keadaan prima agar hasil tes autoklaf dapat akurat dan bisa terbaca oleh dokter maupun petugas medis. Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui.

1. Timer

Bagian pertama pada autoklaf listrik adalah timer. Fungsi dari timer ini adalah untuk mengatur waktu berapa lama proses sterilisasi medis sesuai dengan kebutuhan. Bedanya, untuk autoklaf sederhana tidak memiliki timer, sebab masih menggunakan kompor sebagai pemanasnya dan bukan menggunakan listrik.

2. Katup uap

Kedua bagian yang terdapat dalam autoklaf listrik adalah katup uap. Meski ukurannya cukup kecil namun bagian ini sangatlah penting. Khususnya dalam mengeluarkan uap air saat proses sterilisasi berlangsung.

3. Pengukur tekanan

Ada pula dalam autoklaf adalah bagian pengukur tekanan. Fungsinya tidak lain adalah untuk mengetahu berapa tekanan uap di dalam autoklaf. Terutama ketika Anda sedang melakukan proses sterilisasi. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan dalam proses tersebut sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, ada pula katup pengaman yang bisa mengunci penutup autoklaf.

4. Tombol on/off

Bagian keempat dan tidak kalah pentingnya adalah tombol on/off. Ini pasti akan Anda temukan pada semua autoklaf listrik. Bila tombol ini tidak berjalan dengan baik atau rusak, maka bisa dipastikan autoklaf tidak akan bekerja secara baik. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan korsleting bila tidak ditangani.

5. Termometer

Selanjutnya adalah termometer. Sterilisasi akan membutuhkan suhu yang berbeda-beda dan tergantung pada benda yang disterilkan. Dengan adanya termometer bisa mengetahui suhu yang dibutuhkan selama proses sterilisasi.

6. Sumber panas

Adanya lempeng sumber panas dapat membantu proses perubahan energi listrik menjadi energi panas. Lempengan ini biasanya terbuat dari lilitan kawat maupun tembaga dalam menyalurkan energi panas. Khususnya ketika digunakan dalam proses sterilisasi.

7. Skrup pengaman

Bagian lainnya pada autoklaf listrik ialah skrup pengaman. Fungsai dari skrup pengaman ini dapat menjaga tekanan uap di dalam mesin. Namun, Anda harus memastikan skrup tersebut terpasang secara rapat dan baik.

8. Daya angsa

Daya angsa ini memang penting dan ada di autoklaf listrik. Fungsinya untuk batas bagi penambahan air. Berbeda dengan autoklaf biasa, tidak ada daya angsa namun menggunakan alumunium container dalam meletakkan benda yang disterilkan. Bagian lainnya adalah vacum yang bisa menghisap udara dan uap dari ruang sterilisasi.

Autoklaf adalah alat dalam laboratorium medis yang berguna untuk sterilisasi selain autoklaf ketahui juga alat sterilisasi yang ada di katalog produk IBS.

Itulah penjelasan singkat mengenai beberapa bagian pada autoklaf listrik yang perlu Anda ketahui. Khususnya dalam proses streilisasi benda-benda medis baik di rumah sakit maupun klinik.

 

 [:]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *