bioreaktor

Bioreaktor dan Perbedaannya dengan Fermentor

Perangkat yang digunakan untuk memfasilitasi berbagai jenis reaksi biokimia disebut dengan bioreaktor. Dalam penggunaannya bioreaktor merupakan wadah tempat dilangsungkannya proses suatu produk dari bahan baku hingga akhir kemudian prosesnya dikatalisis oleh enzim-enzim microbial.

Bahkan, bioreactor mengontrol beberapa parameter di dalamnya, antara lain suhu, pH, oksigen terlarut, bahan baku dan nutrisi. Karenanya, alat tersebut kerap digunakan pada produksi vaksin atau antibodi, dan produk farmasi lainnya.

Berikutnya, bioreaktor terbagi menjadi dua jenis, yakni bioreaktor dengan pertumbuhan yang ditangguhkan serta menghasilkan metabolit sekunder dan bioreaktor biofilm. Adapun, pelbagai macam bioreaktor berdasarkan kapasitas skala industrinya, seperti bioreactor laboratorium, pilot, dan industri akan berbeda.

Perbedaan bioreaktor dan fermentor

Bioreaktor dan fermentor kerap dianggap sebagai suatu perangkat yang berbeda. Nyatanya, fermentor adalah salah satu jenis bioreactor yang digunakan dalam produksi etanol dan asam laktat. Berikut persamaan bioreaktor dan fermentor.

  • Bioreaktor dan fermentor, kedua alat yang digunakan untuk memfasilitasi jenis reaksi biokimia tertentu.
  • Fungsi utama keduanya, untuk memberikan agitasi, aerasi, sterilitas, regulasi pada faktor-faktor misalnya, suhu, pH, tekanan, tingkat cairan, pemberian nutrisi. Selanjutnya, dapat digunakan pula untuk penarikan sel atau medium.
  • Kedua alat ini, biasanya berbentuk silinder dan terbuat dari stainless steel.
  • Beroperasi dalam sakala besar dengan sistem tertutup

Mesikpun demikian, adanya perbedaan utama antara kedua perangkat di atas, yaitu jenis reaksi biokimia yang dilakukan. Dalam prosesnya fermentor menggunakan sel jamur, bakteri untuk fermentasi yang mana saat fermentasi permukaan, fermentor menggunakan mikroogranisme dalam medium padat, kemudian fermentasi yang terendam dilakukan oleh mikroorganisme dalam media cair.

Selain itu, sistem yang digunakan keduanya pun berbeda. Sistem yang digunakan fermentor ialah pertumbuhan dan pemeliharaan cara yang terkendali berdasarkan populasi sel bakteri atau jamur. Berbeda dengan itu, sistem yang dipakai bioreactor untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel mamalia ataupun serangga.

Bahkan, saat proses sterilisasi, penggunaan kedua alat ini sangat berbeda. Saat sterilisasi fementor pelur disterilkan secara penuh sedangkan bioreactor perlu dikosongkan saja. Ukuran yang dimiliki keduanya pun berbeda, bioreactor biasanya memiliki ukuran lebih besar dan terdiri atas berbagai liter namun fermentor hanya berkapasitas hingga 2L. 

Infiniti Bioanalitika Solusindo menyediakan berbagai pilihan bioreactor yang dapat Anda gunakan di laboratorium Anda.

Sila hubungi kami di sales@ibs.co.id untuk informasi selengkapnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *