Apa Fungsi Timbangan Analitik

Apa Fungsi Timbangan Analitik? Ini Dia Jawabannya!

Fungsi timbangan analitik bisa jadi tidak semua orang mengetahuinya secara jelas. Begitu juga cara menggunakannya. Hal ini tak lain karena bentuknya yang sedikit berbeda dengan timbangan pada umumnya. Dalam laboratorium, timbangan analitik biasanya digunakan untuk menimbang sejumlah bahan dengan ukuran sangat kecil. Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi timbangan analitik, berikut penjelasan lebih lengkapnya tentang alat ini.

 

Pengertian dan Jenis-Jenis Timbangan Analitik

Timbangan analitik atau juga sering disebut neraca analitik adalah salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk menimbang massa sejumlah bahan kimia hingga ukuran miligram. Maka, tak heran jika timbangan ini juga dikenal masyarakat dengan nama timbangan miligram. Selain digunakan dalam laboratorium, timbangan ini juga sering digunakan oleh para pemilik toko emas untuk menimbang berat emas.

Keunggulan dari timbangan ini adalah tingkat ketelitiannya yang sangat tinggi. Bahkan, timbangan ini mempunyai ketelitian hingga 3 atau 4 digit di belakang koma. Keakuratan timbangan ini sangat cocok digunakan dalam dunia farmasi. Sebab, saat meracik sebuah obat dibutuhkan ukuran yang akurat dan presisi berdasarkan dosis. Kelebihan atau kurang sedikit saja, bisa berakibat fatal bagi pengonsumsi obat tersebut.

Dilihat dari sumber daya yang digunakan, timbangan analitik ini dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, timbangan analitik digital yang cara pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan sumber daya listrik. Kedua, timbangan analitik analog yang cara pengoperasiannya dilakukan secara manual tanpa menggunakan sumber daya listrik. Masing-masing pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri.

 

Fungsi Timbangan Analitik

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, fungsi timbangan analitik adalah mengukur berat suatu zat atau bahan kimia dalam jumlah sangat kecil. Tidak hanya mampu menimbang hingga ukuran miligram, keakuratan yang tinggi hingga 4 angka di belakang koma juga menjadi keunggulan dari alat laboratorium ini. Bahkan, saking peka dan sensitifnya, embusan angin juga bisa mempengaruhi berat dari benda yang ditimbang. Oleh karena itu, biasanya timbangan analitik juga dilengkapi dengan lapisan kaca agar udara di sekitarnya tidak akan mempengaruhi gerak angka pada timbangan. Timbangan ini sangat cocok digunakan oleh para peneliti atau petugas farmasi dalam melaksanakan tugasnya.

 

Cara Kerja Timbangan Analitik

Bentuknya yang unik, pastinya mempunyai cara kerja yang berbeda dengan timbangan pada umumnya. Hanya saja, secara umum menggunakan timbangan analitik digital lebih mudah dibanding yang analog. Untuk mendapatkan ukuran yang akurat, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut ini dalam menggunakan timbangan analitik:

  1. Letakkan piringan di atas timbangan.
  2. Tekan tombol “tare” agar bobot piringan nol.
  3. Buka salah satu kaca pada timbangan.
  4. Letakkan bahan kimia akan diukur bobotnya di atas piringan tersebut. Gunakan alat bantu saat meletakkan bahan kimia tersebut karena meletakkan dengan tangan, debu yang ada pada tangan akan mempengaruhi berat bahan tersebut.
  5. Tekan tombol yang ada pada timbangan dan unggu angka yang tertera hingga 4 digit di belakang koma.
  6. Bersihkan timbangan dengan sikat pembersih agar sisa bahan kimia tidak tertinggal yang akan mempengaruhi keakuratannya saat melakukan timbangan berikutnya.

Itulah pembahasan tentang fungsi timbangan analitik sekaligus pengertian dan cara kerjanya. Untuk masalah harga, timbangan analitik ini mempunyai harga yang sangat terjangkau. Terlebih saat ini, di mana sudah banyak supplier yang menjual berbagai merek timbangan analitik secara bebas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *