jenis vaksin

6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia!

Penanganan pandemi Covid-19 telah memasuki tahapan vaksinasi. Enam jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Masing-masing jenis vaksin memiliki karakter yang berbeda dari jumlah dosis dan interval pemberiannya, selain itu teknologi pembuatannya pun berbeda-beda.

jenis vaksin covid

Jenis vaksin Covid-19

 

Vaksin-vaksin tersebut terbuat dari pengembangan inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein. 

  1. Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac merupakan vaksin Covid-19 jenis pertama yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diproduksi oleh Sinovac/China National Pharmaceutical Group. Platform yang digunakan vaksin sinovac adalah inactivated virus atau virus yang tidak aktif, jadi bahan dasar pembuatan vaksin nya adalah virus corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan. Partikel yang dimatikan akan mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Efektivitas pemberian vaksin Sinovac sebesar 56-65%. Jumlah dosis yang diberikan sebanyak 2 kali, dapat diberikan untuk rentang usia 18-59 tahun. Vaksin Sinovac aman diberikan kepada ibu hamil. Penyimpanan vaksin Sinovac harus disimpan pada suhu 2-8 agar kualitas dan kandungan nya tidak rusak. Vaksin Sinovac dapat disimpan hingga 3 tahun jika disimpan dalam lemari pendingin.

  1. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca diproduksi oleh perusahaan AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris. Vaksin ini menggunakan platform yang berbeda dari vaksin sinovac yakni menggunakan vektor adenovirus yang telah direkayasa genetik yaitu menggunakan virus flu biasa yang menyebar antar sinpanse. Vaksin AstraZeneca 62-75% efektif melawan infeksi Covid-19. Vaksin ini dapat diberika untuk rentang usia 18-64 tahun. Vaksin AstraZeneca dapat disimpan di suhu 2-8 C selama 6 bulan untuk menjaga kualitas dan kandungan yang masih baik. 

  1. Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm merupakan vaksin yang di produksi oleh perusahaan Cina, secara umum sama dengan vaksin Sinovac, yaitu platfrom yang digunakan adalah inactivated virus yaitu menggunakan virus Covid-19 yang di non aktifkan virulensi nya tetapi memiliki efektivitas yang baik untuk merespon sistem kekebalan tubuh. Efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78% dan dapat digunakan untuk usia 18 tahun keatas. Berbeda dengan vaksin Sinovac, vaksin Sinophram masih belum ada data yang cukup penggunaannya untuk ibu hamil. Vaksin Sinopharm diberikan dalam 2 tahap dengan jarak pemberian 3-4 minggu. 

  1. Vaksin Moderna

Vaksin COVID-19 Moderna atau mRNA-1273 adalah sebuah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh NIAID, BARDA, dan Moderna. Vaksin Moderna berbeda dari vaksin sebelumnya, vaksin ini menggunakan platform teknologi mRNA atau messenger RNA, yakni sebuah teknologi yang mengirimkan sedikit kode genetik ke sel dasar nya, protein yang dibuat dari instruksi mRNA akan mengaktifkan sistem kekebalan. Vaksin ini memberikan efektivitas sebesar 94.1% dalam pencegahan COVID-19 pada 2 minggu setelah pemberian dosis kedua. Pemberian vaksin moderna direkomendasikan untuk usia 18 tahun ke atas. 

  1. Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer di produksi oleh perusahaan Amerika Serikat dan mitranya BioNTech asal Jerman. Vaksin ini dikembangkan dengan platform yang sama seperti Moderna, yakni menggunakan messenger RNA (mRNA). Efektivitas penggunaan vaksin ini seekitar 95% dalam mengatasi Covid-19 dan dapat digunakan untuk usia 12 tahun keatas. Penggunaan material dasar berupa RNA, menjadikan penyimpanan vaksin yang ekstra untuk menjaga kualitasnya nya. Vaksin ini harus disimpan di suhu kisaran -60 C hingga -90 C karena RNA memiliki sensitifitas tinggi terhadap suhu. 

  1. Vaksin Novavax

NVX-CoV 2372 atau Vaksin Novavax, merupakan vaksin yang mengandung protein subunit, dibuat penyerupai protein alami pada Virus Corona. Vaksin Novavax memiliki kandungan matrix-M untuk meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh serta kadar antibodi. Protein yang terkandung dalam vaksin Novavax akan memicu tubuh untuk menghasilkan antibodi melawan virus Covid-19. Efikasi vaksin ini sebesar 89,3%.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *