cara kerja vortex mixer

Cara Kerja Vortex Mixer Pada Laboratorium Biologi

Peralatan yang terdapat dalam laboratorium biologi tentu berbeda dengan peralatan yang ada di dalam laboratorium fisika maupun kimia. Pada laboratorium biologi, biasanya akan ditemukan berbagai macam peralatan berbahan dasar kaca seperti beaker glass, gelas ukur hingga pipet dan tabung reaksi. Salah satu alat yang efektif dan lazim ditemui yaitu vortex mixer atau vortexer, yakni alat yang bisa digunakan untuk mencampur cairan dalam jumlah skala kecil agar menjadi homogen.

Vortex Mixer ini diciptakan oleh Jack A. Kraft dan Harold D. Kraft yang merupakan karyawan Scientific Industries, salah satu produsen peralatan laboratorium dunia. Mereka mengajukan paten alat ini pada 1959. Inovasi yang diciptakan Kraft bersaudara ini sangat bermanfaat bagi dunia biokimia dan bahkan masih dipakai hingga saat ini. Pilihan lain dari vortex mixer yaitu finger vortex. Berbeda dari vortex mixer yang berjalan secara otomatis, finger vortex dilakukan secara manual dengan menutup tabung dengan ibu jari.

Tabung ditutup dengan ibu jari kemudian digerakkan keatas dan kebawah secara berulang-ulang. Biasanya finger vortex dapat dilakukan untuk prosedur pencampuran secara sederhana. Lalu, bagaimana cara kerja vortex mixer pada laboratorium biologi? Simak ulasannya berikut ini.

Vortex Mixer Pada Laboratorium Biologi

Pada laboratorium biologi, biasanya alat ini digunakan untuk mencampurkan sel dalam proses kultur sel. Selain itu, vortex mixer juga bisa digunakan untuk mencampurkan antara enzim, buffer dan substrat serta mengetes reagen enzim sebelum diinkubasi di waterbath. Waterbath ini merupakan wadah berisi air yang digunakan untuk mempertahankan suhu pada kondisi tertentu dan dalam periode tertentu. Alat ini juga dapat digunakan untuk mencampurkan beberapa senyawa untuk dijadikan sampel sebelum percobaan.

Vortex Mixer ini digunakan untuk memproses beberapa senyawa atau cairan dalam volume yang kecil dan terbatas karena bentuknya yang hanya bisa menampung tabung kecil. Contoh tabung yang bisa digunakan dalam proses vortex mixer yaitu tabung sentrifugal,Eppendorf MixMate, falkon serta tabung reaksi. Sedangkan, komponen utama alat ini adalah mesin motor dan batang penggerak.

Didalam alat ini terdapat sebuah karet kecil yang terkait didalam mesin untuk mengocok sample. Ada pula batang penggerak yang nantinya akan bergerak secara vertikal jika mesin dinyalakan. Selain itu, karet pengait ini nantinya akan bergerak memutar dengan cepat sehingga tabung yang ditempelkan di atasnya akan terkocok secara sempurna dan menimbulkan suatu pusaran hingga menyatu.

Bagian-Bagian Vortex Mixer

Kepala vortex yang merupakan bagian utama digunakan untuk meletakkan sampel. Diatasnya, ada adapter yang bisa dilepas dan disesuaikan dengan ukuran wadah tabung yang akan digunakan. Tabung yang digunakan umumnya yaitu tabung mikro dengan berbagai ukuran. Bagian selanjutnya yaitu badan alat. Terdapat tombol power dan knob pengatur kecepatan di bagian badan alat ini. Ada pula jenis vortex mixer yang memiliki pengatur waktu getar yang bisa diatur sesuai bahan sampel agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Kemudian, bagian bawah yaitu kaki penumpu alat yang berguna untuk menopang badan vortex mixer. Kaki penumpu ini tahan terhadap getaran dan mampu menstabilkan vortex mixer.

Jenis Vortex Mixer

Selain vortex mixer biasa, ada pula vortex mixer yang memiliki fitur sensor infrared. Sensor ini bisa mendeteksi pergerakan secara otomatis. Anda tidak perlu repot-repot menekan alat untuk mengaktifkan homogenisasi sampel. Ada pula jenis vortex mixer lainnya yaitu micro mixer yang bisa digunakan untuk mencampurkan larutan dengan skala kecil di dalam e-tube.

Cara Penggunaan Vortex Mixer

Nyalakan vortex mixer dengan memindahkan tombol ke posisi on. Masukkan wadah berisi sampel yang akan dicampurkan ke dalam alat vortex dan letakkan dengan posisi yang sesuai di karet penjepit dengan tetap memegang tabung selama proses berlangsung. Tabung yang digunakan biasanya adalah tabung mikrosentrifugal atau tabung reaksi.

Kemudian, atur kecepatan vortex dengan cara memutar knop berwarna hitam sesuai dengan instruksi yang terdapat pada mesin vortex mixer. Jika sampel percobaan sudah tidak berputar, itu artinya proses pencampuran sudah selesai. Kembalikan knop ke posisi semula, matikan mesin vortex serta cabut dari aliran arus listrik.

Begitulah cara kerja vortex mixer pada laboratorium biologi. Alat ini merupakan salah satu alat terpenting dan merupakan inovasi yang sangat bermanfaat bagi berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama pada biokimia.

bagian bagian vortex mixer

Bagian Vortex Mixer yang Wajib Diketahui

Kehidupan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan berbagai macam alat, benda, atau barang yang berguna untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk bisa mendapatkan benda yang tepat itu, tentu saja bisa dipenuhi dengan baik oleh berbagai macam industri yang ada. Namun di dalam perjalanannya, harus ada penelitian yang dilakukan sebelum bisa menciptakan benda yang tepat tersebut. Salah satunya adalah melalui penelitian di laboratorium.

Laboratorium biasanya memiliki berbagai macam alat yang berguna sebagai penunjang proses penelitian. Jika tidak ada alat-alat tersebut, tentu saja hasil yang ingin didapatkan akan sulit tercipta. Salah satu alat yang biasanya berada di laboratorium adalah vortex mixer, alat ini terutama berada pada laboratorium mikrobiologi ataupun laboratorium biokimia. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu vortex mixer, kegunaan alat ini untuk mencampur cairan dalam wadah kecil. Selain itu, fungsi dari vortex mixer bisa untuk menghomogenkan cairan di tabung reaksi, mencampur sampel eksperimental dengan pencairan, ataupun untuk menyingkirkan sel yang tidak dibutuhkan, dan bisa untuk menghasilkan pencampuran secara maksimal sekaligus menyeluruh di larutan (homogen) yang ada.

Sebagai satu alat laboratorium, tentu saja ada berbagai macam bagian vortex mixer yang masing-masing memiliki kegunaannya tersendiri. Bagian vortex mixer ini wajib diketahui juga oleh Anda agar bisa tahu kegunaan dari masing-masing bagiannya. Apalagi keberadaan vortex mixer di dalam laboratorium menjadi satu bagian penting.

Apa saja bagian-bagian vortex mixer yang ada? Berikut ulasan lengkapnnya.

 

Rubber Cup

Bagian vortex mixer yang pertama adalah rubber cup. Sesuai namanya, rubber cup adalah depresi cangkir yang berguna untuk menyangga bagian bawah tabung reaksi dari vortex mixer. Jumlah rubber cup di dalam vortex mixer biasanya satu, tapi bisa juga lebih dari satu sesuai dengan ukuran dan kegunaan vortex mixer tersebut.

Motion Mode

Selain rubber cup, ada juga motion mode sebagai salah satu bagian dari vortex mixer.  Sebagai suatu alat yang menggunakan listrik di dalam menyalakannya, vortex mixer memiliki satu tombol motion mode. Ketika tombol tersebut ditekan, maka vortex mixer mulai bergerak di bagian bawah tabung. Gerakan itu akan membentuk gerakan gyratory atau memutar. Dengan gerakan gyratory ini, maka akan menghasilkan pencampuran menyeluruh dari larutan (homogen) tersebut.

Speed Control Knob

Selanjutnya ada juga speed control knob. Kegunaan utama dari speed control knob adalah untuk mengatur sekaligus mengontrol kecepatan putaran sekaligus pergerakan dari vortex mixer. Tentu saja di dalam penggunaan vortex mixer, ada kecepatan yang berbeda-beda, tergantung kegunaan yang dibutuhkan pada saat itu. Dengan speed control knob inilah, kecepatan mixer bisa diatur sedemikian rupa.

 

Baca Juga : Bagaimana Prinsip Kerja Vortex Mixer?

 

Dari ketiga bagian vortex mixer di atas, tidak boleh satupun yang luput di dalam alat ini. Jika salah satu bagian tersebut tidak ada, maka vortex mixer tidak akan bekerja dengan sempurna dan optimal. Apalagi di dalam penggunaannya di laboratorium, vortex mixer menjadi satu bagian penting yang tidak mungkin dihilangkan dalam proses penelitian. Kegunaan utamanya dalam mencampur cairan yang nantinya dipakai dalam penelitian, menjadi suatu hal yang sangat penting. Jika tidak ada keberadaan vortex mixer di dalam laboratorium tersebut, maka proses penelitian bisa gagal dan tidak bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Untuk itulah pentingnya vortex mixer di setiap laboratorium yang ada. Jika Anda sedang mencari instrumen lab terutama vortex mixer, IBS menyediakan berbagai pilihan vortex mixer yang dapat menunjang kegiatan lab Anda.

prinsip kerja vortex

Bagaimana Prinsip Kerja Vortex Mixer?

Dalam setiap laboratorium biokimia, tentu terdapat berbagai macam instrumen atau alat-alat untuk mengaduk, mencampur atau mengocok senyawa dengan kekuatan dan kelebihan masing-masing. Salah satu alat yang efektif dan lazim ditemui yaitu vortex mixer atau vortexer, yakni alat yang bisa digunakan untuk mencampur cairan dalam jumlah skala kecil. Vortex Mixer ini diciptakan oleh Jack A. Kraft dan Harold D. Kraft yang merupakan karyawan Scientific Industries, salah satu produsen peralatan laboratorium dunia.

Mereka mematenkan alat ini pada tahun 1962. Inovasi yang diciptakan Kraft bersaudara ini sangat bermanfaat bagi dunia biokimia dan bahkan masih dipakai hingga saat ini. Pada laboratorium kultur sel dan mikrobiologi, alat ini biasa digunakan untuk memisahkan sel. Sedangkan, pada laboratorium biokimia atau kimia analitik, alat ini biasa digunakan untuk mencampurkan senyawa dilutan dan membuat campuran sampel.

Alternatif lain dari vortex mixer yaitu finger vortex. Berbeda dari vortex mixer yang berjalan secara otomatis, finger vortex dilakukan secara manual dengan menutup tabung dengan ibu jari.  Tabung ditutup dengan jari tangan dan digerakkan keatas dan kebawah secara berulang-ulang. Biasanya finger vortex akan dilakukan untuk prosedur pencampuran secara manual secara sederhana. Lalu, bagaimana cara kerja vortex mixer? Simak ulasannya berikut ini.

Prinsip kerja Vortex Mixer

Vortex Mixer pada umumnya digunakan dalam proses homogenisasi suatu cairan. Akan tetapi, besaran volume yang bisa diproses cukup kecil jika dibandingkan dengan alat pencampur homogen lainnya. Hal ini karena vortex mixer hanya bisa menampung tabung kecil seperti tabung sentrifugal, falkon, eppendorf, tabung reaksi, dan tabung kecil lainnya. Komponen penyusun alat ini yaitu mesin motor dan batang penggerak.

Baca Juga : Cara Kerja Vortex Mixer Pada Laboratorium Biologi

Batang penggerak ini akan bergerak secara vertikal ketika mesin dinyalakan. Terdapat sebuah karet kecil yang dikaitkan didalam mesin untuk membawa sampel yang akan dicampurkan. Karet ini kemudian akan bergerak memutar dengan sangat cepat dan sejalan dengan mesin dan batang penggeraknya. Gerakan yang berulang ini akan menimbulkan suatu pusaran pada sampel larutan dan mencampurkan semua senyawa di dalamnya hingga menyatu.

Bagian-Bagian Vortex Mixer

Bagian pertama yakni kepala vortex digunakan untuk meletakkan sampel. Terdapat banyak macam adapter yang bisa dipakai dan disesuaikan dengan ukuran wadah tabung yang akan digunakan. Tabung yang digunakan umumnya yaitu tabung mikro dengan berbagai ukuran.

Bagian kedua yaitu badan alat. Pada badan alat, terdapat tombol power dan knob pengatur kecepatan. Ada jenis vortex mixer yang memiliki pengatur waktu getar yang bisa diatur sesuai bahan sampel agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Bagian ketiga yaitu kaki penumpu alat yang berguna untuk menopang badan vortex mixer. Bagian kaki ini tahan terdapat getaran dan mampu menstabilkan vortex mixer.

Cara Penggunaan Vortex Mixer

Nyalakan vortex mixer dengan memindahkan tombol ke posisi ON. Masukkan wadah berisi sampel yang akan dicampurkan ke dalam alat vortex dan letakkan dengan posisi yang sesuai di karet penjepit dengan tetap memegang tabung selama proses berlangsung. Tabung yang digunakan biasanya adalah tabung mikrosentrifugal atau tabung reaksi.

Kemudian, atur kecepatan vortex dengan cara memutar knop berwarna hitam sesuai dengan instruksi yang terdapat pada mesin vortex mixer. Jika sampel percobaan sudah tidak berputar, itu artinya proses pencampuran sudah selesai. Kembalikan knop ke posisi semula, matikan mesin vortex serta cabut dari aliran arus listrik.

Jenis Vortex Mixer

Selain vortex mixer biasa, ada pula vortex mixer yang memiliki fitur sensor infrared. Sensor ini bisa mendeteksi pergerakan secara otomatis. Anda tidak perlu repot-repot menekan alat untuk mengaktifkan homogenisasi sampel. Ada pula jenis vortex mixer lainnya yaitu micro mixer yang bisa digunakan untuk mencampurkan larutan dengan skala kecil di dalam e-tube.

Fungsi Vortex Mixer

Vortex Mixer ini bisa Anda temui di seluruh laboratorium biokimia. Biasanya, alat ini akan digunakan untuk mengocok enzim dan mengetes aktivitas reagen enzim. Prosedurnya yaitu dengan memasukkan buffer, substrat dan enzim kemudian dicampur menjadi satu sebelum diinkubasi di Waterbath.

Itulah ulasan vortex mixer yang merupakan alat terpenting pada setiap laboratorium. Alat yang merupakan produk dari Kraft bersaudara ini merupakan inovasi yang sangat berguna bagi dunia biokimia hingga saat ini.

alat sentrifugasi

Alat Sentrifugasi Beserta Jenisnya

Sentrifugasi adalah proses untuk memisahkan partikel fluida atau memisahkan komponen sel, organel dan molekul. Pemisahan komponen ini dilakukan mengacu pada perbedaan massa jenis. Alat untuk memisahkan komponen ini biasa disebut alat sentrifugasi dan disusun atas rotor dan alat pemutarnya berupa motor yang bisa memutar rotor pada kecepatan tertentu. Terdapat lubang di permukaan rotor ini yang digunakan untuk meletakkan wadah tabung berisi sampel yang nantinya akan diuji.

Prosedur sentrifugasi ini memanfaatkan gaya sentrifugasi, yakni lawan dari gaya sentrifugal pada fisika. Gaya ini merupakan efek semu yang akan muncul saat satu benda bergerak menjauhi poros pusat putaran secara melingkar. Pada umumnya, teknik sentrifugasi digunakan untuk memisahkan cairan yang terdiri atas beberapa senyawa yang teremulsi. Contohnya yaitu proses biokimia seperti pemisahan molekul darah, pemisahan makromolekul serta koloid dari cairan lain. Ingin tahu lebih lanjut tentang alat sentrifugasi? Simak ulasannya dibawah ini!

Pembagian Alat Sentrifugasi Berdasarkan Hasil

Berdasarkan hasil yang didapatkan, ada dua jenis alat sentrifugasi yakni alat sentrifugasi filtrasi (pengendapan) dan  penjernih (decanter dan clarifier). Alat sentrifugasi filtrasi digunakan untuk memisahkan antara campuran padatan dan cairan dengan volume padatan yang lebih banyak dibanding cairannya. Prosedur pemisahan alat ini yaitu dengan memasukkan cairan ke dalam sebuah tromol dengan dinding saring di dalamnya.

Alat sentrifugal berfungsi untuk menyaring cairan. Saat alat digunakan dan tromol mulai berputar, zat cair akan keluar dan meninggalkan padatan dan mengendap di dalam dinding tromol. Contoh alat sentrifugasi sederhana yaitu saringan keranjang ayak yang dilapisi media filter yaitu kain saringan. Keranjang ayak ini bisa diputar secara hidraulik atau listrik.

Baca Juga : Penjelasan Tentang Sentrifugasi Darah, Lengkap dan Informatif!

Sedangkan, alat sentrifugasi filter digunakan untuk memisahkan cairan dengan sedikit endapan yang tidak saling larut serta memiliki perbedaan densitas (jumlah zat yang terkandung pada volume tertentu). Tromol dan rotor pada alat sentrifugasi filter akan dibuat bermantel penuh. Pada alat ini, terjadi pemisahan secara radial sehingga partikel ringan akan berada di dalam dan partikel berat akan membentuk lapisan terluar.

Jenis Alat sentrifugasi

Terdapat empat jenis alat sentrifugasi yang lazim ditemui di pasaran, diantaranya yaitu General Purpose , Micro Centrifuge, Speciality  serta Kecepatan Tinggi. Masing-masing alat sentrifugasi memiliki kelebihan dan kekurangan serta tujuan masing-masing.

General Purpose biasanya didesain untuk diletakkan diatas meja (table top) dengan kecepatan rotasi 0-3000 putaran per menit dan bisa menampung sampel sebanyak 5-100 ml. Alat ini tidak memiliki sistem regulasi temperatur dan biasa digunakan untuk memisahkan sel darah, sel ragi atau sampel urin.

Alat berikutnya yaitu microcentrifuge yang hanya mampu menampung larutan dengan ukuran yang mini yakni 0,5 hingga 2 ml dalam microtubes yang berkecepatan tinggi.  Kecepatan maksimum rotasi dari alat ini yakni 25000 putaran per menit dan mampu memproduksi hingga 90000g gaya sentrifugal. Alat ini ada yang dilengkapi dengan kulkas atau pemanas. Alat ini digunakan untuk memisahkan sel mikroorganisme atau memisahkan preparat hasil dari reaksi kimia. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk memisahkan partikel penyusun organel yakni mitokondria, lisosom dan nukleus.

Speciality sentrifugasi biasanya dirancang sesuai kebutuhan tertentu dan spesifik seperti microhematocrit sentrifugasi dan blood bank sentrifugasi. Mikrohematokrit memiliki kemiripan dengan microcentrifuge dan digunakan untuk menampung contoh sampel kecil untuk mengukur volume hematokrit pack cell. Sedangkan blood bank sentrifugasi digunakan untuk memisahkan sampel serologis.

Jenis sentrifugasi terakhir yaitu sentrifugasi kecepatan tinggi yang terdiri dari 2 macam, yakni ultracentrifuge dan refrigerator sentrifugasi. Ultracentrifuge biasanya memiliki kecepatan diatas 50.000 putaran per menit serta dilengkapi dengan sistem pendinginan agar sampel terjaga suhunya. Sedangkan, refrigerator sentrifugasi memiliki kecepatan 0-20.000 putaran per menit dan mampu untuk menjaga suhu sampel agar tetap dingin selama proses berlangsung.

jenis jenis viskometer

Jenis-jenis Viskometer Yang Harus Anda Ketahui

Setiap larutan yang ada di dunia ini memiliki suatu kekentalan atau viskositas. Kadar kekentalan ini dapat diukur menggunakan alat yang bernama viskometer. Beberapa model viskometer yang lazim ditemui adalah viskometer bola jatuh, sistem rotasi dan tabung pipa kapiler.Viskometer rotasi pada umumnya dibuat dengan dua standar yakni menggunakan sistem Searle (silinder bagian dalam diam dan bagian luar berputar) dan sistem Couette (silinder bagian luar diam dan bagian dalam berputar). Sedangkan, ada dua tipe instrumen viskometer rotasi yaitu tipe Mac Michael dan Stormer. Lantas, apa sajakah jenis-jenis viskometer yang perlu Anda ketahui? Simak ulasannya dibawah ini.

Jenis-jenis viskometer

Viskometer Ostwald

Viskometer ini memiliki prinsip kerja dengan mengukur kecepatan aliran suatu larutan. Jika aliran kecepatan larutan semakin lambat, maka nilai viskositas akan semakin besar. Spesifiknya, viskometer ini mengukur jumlah cairan yang dibutuhkan untuk melewati suatu tanda pengukur yang ada pada bagian atas pipa kapiler.

Viskometer ini bekerja dengan prinsip Hukum persamaan Poiseuille. Hukum ini menyatakan bahwa suatu cairan yang mengalir melalui suatu tabung memiliki ketergantungan dan berbanding langsung terhadap penurunan tekanan yang ada pada kedua ujung tabung dan jari-jari tabung. Hukum ini juga menyatakan bahwa laju aliran cairan bergantung dengan sifat fluida, dimensi pipa serta perbedaan pada kedua ujung pipa.

Viskometer Cup and Bob

Pada viskometer ini, cairan dimasukkan dalam suatu ruangan antara dinding luar (bob) dan dinding di dalam mangkuk (cup) yang diletakkan pas dengan rotor. Beberapa tipe viskometer ini memiliki cara kerja yang berbeda, ada viskometer cup and bob dengan rotor yang berputar maupun viskometer cup and bob dengan mangkuk yang berputar. Salah satu viskometer cup and bob dengan bagian rotor yang berputar disebut viscotester dengan dua tipe yakni VT-03 F dan VT-04 F.

Cairan yang memiliki viskositas tinggi dapat diukur dengan viscotester VT-03 sedangkan cairan dengan viskositas rendah dapat diukur dengan viscotester VT-04. Cara pengukuran pada viskometer cup and bob adalah dengan memasukkan cairan ke dalam mangkuk, memasang rotor kemudian menghidupkan alat. Kemudian, kadar viskositas larutan akan muncul pada skala. Akan tetapi, viskometer ini memiliki kekurangan yakni adanya penurunan konsentrasi akibat pergeseran antara bob dan cup. Hal ini membuat zat yang keluar ini memadat dan membentuk aliran sumbat.

Viskometer Hoppler

Viskometer ini bekerja dengan prinsip Hoppler berdasarkan periode waktu jatuhnya benda melalui medium zat cair. Pada viskometer ini, hukum Hoppler diaplikasikan dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan sebuah bola untuk melewati ketinggian atau jarak tertentu. Selain itu, viskometer ini juga bekerja dengan Hukum Stokes.

Baca Juga : Yuk Cari Tahu Prinsip Kerja Viskometer Kapiler!

Hukum stokes ini yakni gaya gesek yang ditimbulkan antara permukaan benda padat yang bergerak dalam suatu larutan akan sebanding dengan kecepatan gerak benda tersebut terhadap larutannya. Untuk menjalankan viskometer ini, larutan akan dimasukkan dalam tabung dan dimasukkan bola. Stopwatch akan dihidupkan saat bola diatas, dan dimatikan saat bola di bawah, kemudian waktu antara bola jatuh dari atas sampai kebawah dicatat.

Viskometer Brookfield

Viskometer ini juga disebut sebagai viskometer cone/plate dan merupakan viskometer yang paling canggih dan praktis. Pengukuran viskometer ini menggunakan pengukuran gaya punter sebuah rotor silinder yang dicelupkan kedalam fluida. Bahan fluida ini diletakkan di dalam wadah sembari poros yang direndam dalam fluida tersebut bergerak dan melakukan pengukuran viskositas.   Selain itu, ada pula jenis viskometer brookfield dengan sampel yang diletakkan diatas piringan papan dan disesuaikan dengan posisi kerucut dibawah rotor.

Rotor ini kemudian digerakkan dengan berbagai macam kecepatan. Sampel fluida tersebut kemudian digeser di dalam ruang sempit antara papan yang diam sembari rotor berputar. Beberapa hal yang mempengaruhi akurasi alat ini yaitu ukuran sampel, kebersihan alat, jenis bahan, serta waktu yang dibutuhkan untuk menstabilkan cairan sampel sebelum dapat terbaca oleh alat.

Itulah beberapa jenis viskometer yang wajib Anda ketahui. Setiap viskometer memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Anda bisa memilih jenis-jenis viskometer yang sesuai dengan sampel fluida yang akan Anda ukur viskositasnya.